Heartline Network

Malam Ini KPU Gelar Deklarasi Kampanye Damai Capres dan Cawapres

Jakarta - Tahapan pemilu presiden akan memasuki masa kampanye terbuka. KPU akan menggelar deklarasi kampanye damai bagi kedua pasangan calon yang akan bersaing, yaitu Jokowi-Jusuf Kalla dan Prabowo-Hatta malam ini. "Kita akan gelar deklarasikan kampanye damai. Masing-masing (pasangan capres) boleh berkampanye selama 32 hari (4 Juni-5 Juli)," kata komisioner KPU Arief Budiman, di kantornya Jl Imam Bonjol, Jakpus, Selasa (3/6/2014). Acara yang disebut 'Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai' itu akan digelar malam ini pukul 18.30 WIB di Hotel Bidakara, Jakarta. Acara wajib dihadiri capres cawapres serta tim kampanye pasangan calon. Namun KPU membatasi pendukung yang boleh hadir. "Yang perlu menjadi perhatian (pada masa kampanye), jangan saling hina, fitnah, tidak ada lagi black campaign, kemudian kalau nanti diterjunkan (masa kampanye) mohon diberitahukan lebih dulu kepada pihak kepolisian supaya bisa amankan jalannya kampanye," paparnya soal teknis kampanye. Aturan-aturan terkait teknis kampanye itu tertuang dalam peraturan KPU nomor 16 tahun 2014 tentang Kampanye Pemilu Presiden Tahun 2014. KPU meminta pasangan capres dan tim kampanye memperhatikan peraturan tersebut. Berikut ini format dan manual acara 'Deklarasi Pemilu Berintegritas dan Damai' yang akan digelar malam ini: Pukul 20.00 WIB: Opening Pukul 20.18 WIB: Sambutan Ketua KPU, Bawaslu, dan DKPP Pukul 20.33 WIB: Pembacaan Deklarasi Penyelenggara Pemilu Pukul 20.43 WIB: Penandatanganan Prasasti Deklarasi Penyelenggara Pemilu Pukul 21.03 WIB: Pembacaan Deklarasi Capres dan Cawapres Pukul 21.13 WIB: Penandatanganan Prasasti Deklarasi Capres dan Cawapres Pukul 21.31 WIB: Pidato Capres dan Cawapres Nomor Urut 1 Pukul 21.36 WIB: Pidato Capres dan Cawapres Nomor Urut 2 Selasam 2 Juni 2014 | 14:14 WIB Sumber : Detik News


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...

Perang Terhadap Provokasi Isu SARA

Saracen merupakan kelompok yang kerap menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan topik  isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Kelompok ini memiliki ribuan aku...