Heartline Network

Mengaku Sangat Menderita, Adik Atut Minta Divonis Ringan

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan suap pengurusan sengketa Pilkada Lebak, Banten, Tubagus Chaeri Wardana memohon kepada Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi untuk tidak menjatuhkan hukuman berat kepadanya. Pria yang akrab disapa Wawan itu berharap Majelis Hakim dapat memberikan putusan yang seadil-adilnya. "Janganlah saya dihukum dengan hukuman berat karena penderitaan saya sudah berat," ujar Wawan saat membaca nota pembelaan atau pledoi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin (9/6/2014). Wawan menjelaskan, masih ada tiga kasus dugaan korupsi yang harus dihadapinya. Ketiganya, yaitu kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Tangerang Selatan, Banten, pengadaan alat kesehatan di Provinsi Banten, dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu juga meminta dihukum seringan-ringannya karena ia masih memiliki dua anak yang masih kecil. "Bukan hanya menentukan nasib saya, tapi juga mempengaruhi anak-anak saya yang lama tidak mendapat belaian kasih sayang seorang ayah," kata Wawan. Sebelumnya, Wawan dituntut 10 tahun penjara dan denda Rp 250 juta subsider 3 bulan kurungan penjara. Adik Gubernur Banten nonaktif Atut Chosiyah itu dinilai terbukti menyuap Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu, Akil Mochtar, sebesar Rp 1 miliar. Uang itu terkait pengurusan sengketa Pilkada Lebak yang diajukan pasangan calon bupati dan wakil bupati Amir Hamzah-Kasmin. Selain itu, Jaksa juga menilai Wawan terbukti memberikan hadiah atau janji sebesar Rp 7,5 miliar kepada Akil terkait pengurusan sengketa Pilkada Banten yang dimenangkan pasangan Atut-Rano. Senin, 9 Juni 2014 | 13:46 WIB Sumber : Kompas


Artikel Terkait

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...

Perang Terhadap Provokasi Isu SARA

Saracen merupakan kelompok yang kerap menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) dengan topik  isu berbau suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA). Kelompok ini memiliki ribuan aku...