Heartline Network

MMS Tertibkan Naik-Turun Penumpang di Tol Tangerang-Merak

SERANG – Dalam rangka memberikan layanan lancar, aman dan nyaman berkendara bagi pengguna jalan, PT Marga Mandalasakti (MMS) selaku badan usaha jalan tol Tangerang-Merak tak hentinya menjaga ketertiban di jalur tol, maupun lingkungan sekitar yang berpotensi menimbulkan gangguan. Terhitung sejak 26 November hingga 8 Desember 2014, MMS bersama Polda Banten menertibkan penumpang yang melakukan pelanggaran dengan naik turun kendaraan di KM 52-56 arah Merak dan KM 60-68 arah Jakarta ruas tol Tangerang-Merak. Lokasi ini sering dijadikan tempat naik turun penumpang, yang tentunya dapat membahayakan dan berdampak gangguan bagi pengguna jalan tol lainnya. MMS melakukan penertiban naik-turun penumpang secara rutin dan berkala dengan melakukan komunikasi secara persuasif kepada masyarakat dan menggunakan metode kondusif melalui pendekatan dan melibatkan tokoh masyarakat sekitar. Pada umumnya pelanggaran dilakukan oleh para penumpang kendaraan umum baik karyawan pabrik maupun masyarakat sekitar jalan tol, yang tentunya terkait juga dengan pengemudi bis umum termasuk perusahaan bis umum tersebut. “Para pelanggar ini mayoritas adalah buruh pabrik di sekitar jalan tol yang hendak naik bus umum. Penertiban yang dilakukan saat ini di jalur tol lebih dari 20 titik, yang pelaksanaannya dibagi menjadi sesi pagi jam 05.00-09.00 WIB dan sore jam 16.00-19.00 WIB ketika mereka berangkat dan pulang kerja,” terang Rakhmatullah, Manajer Pelayanan Lalu Lintas dan Informasi Operasional (PLL-IO) MMS, seperti dikutip dari Radar Banten, Senin (8/12/2014). Rakhmat pun menjelaskan bahwa larangan naik turun penumpang di jalan tol diatur dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 15/2005 Pasal 41 ayat (1) tentang jalan tol yang berbunyi, “Penggunaan jalur lalu lintas jalan tol tidak digunakan untuk berhenti, untuk keperluan menaikkan atau menurunkan penumpang dan/atau barang dan/atau hewan.” Meski telah diatur dalam perundangan, akan tetapi masih terdapat pihak-pihak yang belum mampu tertib. Lebih dari 50 petugas diterjunkan untuk menjaga titik-titik rawan naik-turun penumpang. Operasi penindakan ini merupakan bagian dari Operasi Zebra yang dilaksanakan pihak kepolisian serentak di seluruh provinsi Indonesia selama 11 hari, periode 26 November-9 Desember 2014. Operasi ini merupakan tahap awal, sebelum digelar Operasi Lilin menjelang Natal dan Tahun Baru. Selasa, 9 Desember 2014 | 08:51 WIB Editor : Agus Sunarya


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...