Heartline Network

Not Everyone Can Fly?

Heartline.co.id - Saat mendirikan AirAsia tahun 2001, Tonny Fernandes mempunyai impian agar setiap orang bisa terbang. Makanya tagline maskapai penerbangan ini adalah everyone can fly. Gebrakan Low Cost Carrier (LCC) AirAsia membuat persaingan bisnis penerbangan berbiaya murah menggeliat. Lihat saja Tiger Asia (Singapura), Nok Air (Thailand), Cebu Air (Filiphina), Jet Star (Australia) yang ikut berebut pasar penerbangan murah di Asia Tenggara. Bahkan di semester pertama tahun kemarin, ketika 80% maskapai penerbangan merugi, hanya ada lima maskapai yang mencatat keuntungan, dan salah satunya maskapai LCC, AirAsia. Gairah penerbangan LCC, membuat mobilisasi orang dari satu kawasan ke kawasan lain semakin mudah. Bayangkan hanya dengan Rp 0,- atau Rp 50,- orang bisa bepergian menggunakan pesawat terbang. Wisata domestik dan kawasanpun menangguk untung. Back Packer Travelling menjadi trend selama satu dekade, yang digrandungi para pemuja petualang. Akan tetapi tragedi jatuhnya AirAsia QZ 8501 jurusan Surabaya – Singapura beberapa waktu lalu, nampaknya akan menjadi akhir cerita tiket murah. Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan, membuat pernyataan akan menghapus konsep LCC di Indonesia, karena dalam pandangan pemerintah, LCC memicu maskapai penerbangan melalaikan keselamatan penumpang. Keselamatan itu mahal, demikian pernyataan Pak Menteri. Not Everyone can fly. Pro kontra segera muncul. Banyak kalangan tidak setuju sebab maskapai dengan tiket murah atau tiket mahal tidak menjamin keselamatan. Isu seputar penghapusan tiket murah inilah yang menjadi topik hangat Heartline Coffee Morning pagi ini, (Kamis, 8/1), dengan host Jose Marwan dan Dina Virgy. Salah satu pendengar dari kalangan profesional Rhere Rewindar menanggapi topik ini, menyayangkan dihapuskannya LCC. Karena menurutnya, LCC hanya strategi bisnis saja, tanpa mengurangi faktor keselamatan. Yang penting, menurut Rhere, kontrol pemerintah agar pengawasan terhadap maskapai penerbangan seketat dan sedisiplin mungkin. Ada juga Evti, salah satu pendengar, yang membagikan pengalaman keluarganya, lebih memilih pesawat dengan harga mahal karena lebih merasa aman. Sementara itu Fidel, mengomentari, bahwa yang membedakan tiket murah dan mahal itu hanya soal kenyamanan saja, bukan keamanannya. Banyak pendengar yang berinteraksi, baik melalui telpon di 021-5919244 atau di twitter @Heartline1006FM dan BB Heartline 24C6F325, menanggapi topik dilema tiket murah ini. Ada yang setuju ada juga yang tidak setuju. Tetapi terlepas dari semua dilema tersebut, hendaknya semua pihak belajar untuk mulai menyadari bahwa keselamatan adalah segala-galanya. (JM). Jum'at, 9 Januari 2015 | 18:41 WIB Editor : Agus Fachry


Artikel Terkait

Mengupas Kekuatan Media Sosial di Tahun 2017

Perkembangan internet dan kemajuan teknologi saat ini tidak dapat dipungkiri lagi sangat mempengaruhi semua aspek kehidupan manusia. Tak dapat dipungkiri lagi segala macam informasi dan berita dapa...

Ketua PKK Yustin Ficardo Hadiri Pelaksanaan Lomba Kesrak PKK-KB-Kesehatan di Mulya Sari Pesawaran

Heartlinefm, Bandar Lampung - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung Aprilani Yustin Ficardo bersama Tim Penilai dari TP PKK Provinsi Lampung, menghadiri acara pelaksanaan Lomba ...

Ribuan Warga Bandar Lampung Menghadiri Tabligh Akbar dan Doa Bersama

HeartlineFm, Bandar Lampung - Ribuan Warga Bandar Lampung menghadiri tabligh akbar dan doa bersama di lapangan Saburai, Enggal, Bandar Lampung, Rabu 30/11/2016.

Berdasarkan...

Penyuluh Perikanan di Lampung Tanyakan Kejelasan Status Kepegawaian

HeartlineFm, Bandar Lampung – Penyuluh perikanan di Lampung mempertanyakan status kepegawaian mereka.  Rostuti Lusiwati Sitanggang, salah seorang penyuluh perikanan Prov...

Penandatanganan Pakta Integritas Calon Bupati-Wakil, Ini Kata Gubernur Lampung

HeartlineFm, Bandar Lampung – Gubernur Lampung M Ridho Ficardo mengapresiasi upaya mengingatkan seluruh calon pemimpin daerah untuk tidak melakukan maladministrasi dan melaya...