Heartline Network

Polisinya tuh di Sini

Tangerang, Heartline.co.id - Susah gak sih nyari polisi yang baik? Kata orang ada, masih banyak, hanya tak terekspos. Almarhum Gus Dur, dalam sebuah guyonan, mengatakan hanya ada 3 polisi yang baik di Indonesia. Pertama, patung polisi. Kedua, polisi tidur. Ketiga, Pak Hoegeng, mantan Kapolri. Sindiran Gus Dur, mengindikasikan bahwa sangat minim polisi baik di negara kita. Tapi benarkah demikian? Polisi baik masih ada kok. Buktinya beberapa waktu lalu di Gresik ada kisah menarik dari seorang Polantas Polres Gresik, Aiptu Jaelani, yang menilang istrinya sendiri karena melanggar lampu lalu-lintas. Dikisahkan, ketika sudah malam, polisi ini pulang ke rumah selepas tugas, sang istri ternyata sudah tertidur pulas. Sang polisi tak marah, ia membiarkan istrinya tertidur. Dia lalu menghadiahkan sekuntum bunga mawar merah dan meletakkannya di samping tempat tidur. Di sana tertempel secarik kertas dengan kalimat permintaan maaf, “Ma, maaf tadi papa tilang. Papa harap mama mengerti. Papa cinta mama.” Kisah Polantas Gresik ini sudah difilmkan dan tersebar di sosial media facebook persembahan Forum Film Jambi, dan sudah ditonton oleh ratusan ribu netizen. Beberapa viewer meninggalkan komentar, “Ini namanya polisi yang menjalankan tugas dengan benar dan sangat terpuji, semoga dapat dicontoh oleh rekan-rekan polisi lainnya, itulah harapan kita rakyat Indonesia.” Kisah nyata Aiptu Jaelani ini membantu mendongkrat citra positif kepolisian. Karena beliau juga sempat menilang anggota KPK yang melanggar lalu lintas. Kalau saat ini Pemerintah dan DPR sedang berusaha untuk menyeleksi calon Kapolri yang baru, maka harapan masyarakat terhadap semua pihak yang berwenang adalah memilih figur yang bersih, jujur, tegas dan sederhana agar bisa memberi perlindungan kepada semua warga negara, tanpa pandang bulu. Itulah setidaknya harapan pendengar Heartline Coffee Morning dalam talkshow pagi ini (Senin, 12/1), dengan host Jose Marwan dan Dina Virgy. Mechan, salah satu pendengar, mengkritisi polisi di daerah Tangerang yang tidak berani tegas dengan sopir angkot yang ngetem. Bas di BSD juga memberikan komentar via BBM, bahwa polisi masih diskriminatif dalam memberlakukan peraturan yang ada. Kita butuh polisi yang baik. Polisi yang baik, adalah polisi yang hadir ketika masyarakat punya masalah, baik dari kemacetan di jalan atau masalah sosial lainnya. Sebel kan, kalau Anda terjebak macet tapi tidak ada satupun personel polisi yang mengatur lalu lintas. Dalam banyak film, biasanya digambarkan polisi selalu datang setelah sebuah masalah selesai. Selalu terlambat. Jadi, polisinya tuh (seharusnya) di sini, ketika ada masalah. Semoga momen memilih kapolri yang baru, bisa menjadi awal revolusi mental di korps kepolisian. (JM).


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...