Heartline Network

Membaca Bob Sadino

Tangerang, Heartline.co.id - Bob Sadino, pengusaha nyentrik, itu akhirnya pulang, kembali ke Penciptanya. Perjalanannya berhenti di usia 76 tahun. Seperti laiknya semua manusia, yang pergi meninggalkan namanya untuk dikenang. Nama, bukanlah deretan huruf, tetapi deretan keteladanan. Mengenang Bob Sadino berarti mengingat rentetan keteladanan yang bisa kita jadikan teks terbuka, untuk dibaca, ditafsir, diikuti, dan dikritisi. Orang membaca Om Bob sebagai kegilaan, keanehan. Mirip dengan judul bukunya “Mereka Bilang Saya Gila.” Bos Group Kemchicks ini menawarkan cara menjalani hidup yang berbeda dari kebanyakan orang. Dan yang berbeda itu, seringkali mudah kita beri judul “kegilaan”, padahal hanya sekedar berbeda. Bercelana pendek, tidak peduli dengan siapapun dan apapun acaranya, sebenarnya hanya penampakan lahir dari apa yang ada di dalam diri Pria kelahiran Lampung, 76 tahun silam ini: Energi untuk memberontak dari kebiasaan. Jangan sama, jangan biasa-biasa saja, sebab sudah banyak orang yang melewati jalan itu. Om Bob tidak sekolah tinggi, dia belajar dari jalanan. Dia membedakan kasta orang pintar dan orang bodoh, dan menganggap dirinya orang bodoh. Kalau Anda mau sukses, jadilah orang bodoh, itu kira-kira nasihat “nyinyir” beliau. Orang pintar biasanya banyak ide, bahkan mungkin terlalu banyak ide, sehingga tidak satupun yang menjadi kenyataan. Sedangkan orang bodoh mungkin hanya punya satu ide dan satu itulah yang menjadi pilihan usahanya. Orang bodoh, karena kebodohannya, tidak diterima bekerja di perusahaan manapun. Maka terpaksa ia membuka usaha sendiri. Ketika usahanya mulai berkembang, karena kebodohannya, ia harus merekrut orang-orang pandai agar menjadi anak buahnya menjalankan bisnisnya. Itulah, orang pandai dimanapun selalu menjadi bawahan orang-orang bodoh. Orang bodoh, mengutip Ir. William Wiguna, Pakar Karakter dari Careplus, bisa ditafsirkan sebagai orang yang hanya punya satu jurus saja, dan karena hanya punya satu jurus, dia mudah untuk mempraktekkannya secara konsisten. Nothing to lose. Seperti kata Om Bob, “Saya tak pernah rugi, sebab saya mulai dari nol. Kalaupun saya rugi, anggap saja impas.” Suatu kali, dalam sebuah seminar, seorang peserta bingung caranya mendapatkan modal usaha. Bob menjawab, “Dengan modal dengkul saja bisa usaha. Mau gak dengkulmu aku beli 500 juta? Nah, kamu punya dua dengkul, kamu punya modal 1 milliar.” Orang pandai terlalu banyak jurus, sehingga sering kesulitan dalam prakteknya, terlalu banyak pertimbangan, akhirnya hanya berjalan di tempat. Dalam talkshow #HeartlineCoffeeMorning pagi ini (Selasa, 20/1), banyak pendengar yang ternyata juga terinspirasi oleh keteladanan Bob Sadino, meskipun mengenal beliau hanya melalui media. Pak Fidel, salah satunya, terkesan dengan kerja keras seorang Bob Sadino, seseorang yang awalnya bukan siapa-siapa, menjadi siapa-siapa, from zero to hero, from none to someone. Keutamaan yang patut kita teladani dari seorang Bob Sadino: Kerja Keras dan Disiplin. Maka, selesai sudah keinginan Om Bob sejak kemarin, “Saya tidak mau pengalaman dan pengetahuan yang saya miliki, terkubur bersama tubuh saya ketika mati kelak.” Selamat Jalan Om Bob, pengalaman dan pengetahuanmu tak kau bawa mati, sebab sudah kau sebarkan di generasi muda bangsa ini. (JM)


Artikel Terkait

Ada Apa Dengan Cinta?

Bertepatan dengan momen hari kasih sayang atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan valentine’s day, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan program siaran Heartline Co...

Prakiraan Cuaca Ibukota dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa, dalam dua hari ke depan hingga Rabu (15/02/17), ibukota dan sekitarnya akan diguyur hujan berpotensi sedang hingga lebat...

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam ran...

Siap Merayakan Imlek??? Yuk Intip Makna Pernak-Pernik Khas Imlek?

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersiap menyambut perayaan tahun baru Imlek. Di Indonesia sendiri, tahun baru Imlek 2568 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017. Perayaan tahun baru Imle...

AKHIRNYA TERUNGKAP! Inilah Rahasia Bisnis Orang Tionghoa

Etnis Tionghoa adalah contoh bangsa pendatang yang sukses di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa banyak mendominasi berbagai sektor penting di negara ini, diantaranya: pemerintahan, pe...