Heartline Network

Raja Arab Saudi Meninggal, Tahta Diwariskan ke Adiknya

Riyadh, Heartline.co.id - Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz, meninggal pada Jumat (22/1/2015) dini hari waktu setempat dan digantikan oleh Putra Mahkota Pangeran Salman yang tak lain adalah adiknya sendiri. Demikian pengumuman pihak istana kerajaan itu dalam sebuah pernyataan. Adik tirinya, yaitu Pangeran Moqren diangkat menjadi putra mahkota, lanjut pernyataan tersebut. Raja Abdullah, seperti dilansir Kompas, diyakini berusia sekitar 90 tahun, dirawat di rumah sakit Desember lalu karena menderita pneumonia dan telah bernapas dengan menggunakan alat bantu. Dia meninggal pada Jumat pukul 01.00 atau pukul 05.00 WIB dan akan dimakamkan Jumat sore ini setelah Maghrib. Dalam beberapa tahun terakhir, usia yang lanjut dan kondisi kesehatannya yang buruk telah menimbulkan keprihatinan tentang kepemimpinan masa depan negara yang merupakan salah satu produsen utama minyak dunia itu. Adik tiri Abdullah, Pangeran Salman (79 tahun), diangkat menjadi putra mahkota pada Juni 2012 setelah kematian Pangeran Nayef bin Abdulaziz. Salman sudah sering mewakili raja dalam acara-acara publik baru-baru ini karena kesehatan raja yang buruk. Pada Maret 2014, Raja Abdullah mengakat adik tirinya Pangeran Moqren sebagai putra mahkota kedua. Itu merupakan sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dan dilihat sebagai upaya untuk meredakan hambatan dalam proses suksesi. Moqren, yang lahir tahun 1945, adalah bungsu dari para putra Raja Abdulaziz al-Saud, pendiri Arab Saudi. Sejak kematian Abdulaziz al-Saud tahun tahun 1952, tahta kerajaan secara sistematis diteruskan dari salah satu putra ke putranya yang lain. Namun banyak dari mereka sudah tua atau telah meninggal. Mantan putra mahkota Pangeran Sultan dan Nayef meninggal dunia masing-masing tahun 2011 dan 2012. Abdullah yang diperkirakan lahir di Riyadh tahun 1924 merupakan salah satu dari 12 putra Raja Abdulaziz al Saud. Seperti seluruh putra Abdulaziz, Abdullah hanya menyelesaikan pendidikan dasar. Dia terpilih menjadi putra mahkota tahun 1982 setelah kakak tirinya, Fahd, naik tahta. Keputusan tersebut ditentang oleh seorang kakak dari Fahd, yaitu Pangeran Sultan, yang menginginkan gelar itu untuk dirinya. Tetapi keluarga lebih mendukung Abdullah, untuk mencegah terjadinya perpecahan. Abdullah menjadi penguasa de-facto di Arab Saudi tahun 1995 setelah Raja Fahd terserang stroke. Berkat kedekatannya dengan Amerika, Abdullah berhasil menekan Washington untuk menarik mundur pasukan yang ditempatkan di negara itu sejak invasi Amerika ke Kuwait tahun 1990. Amerika menarik seluruh pasukannya dari Arab Saudi tahun 1993. Ketika Raja Fahd meninggal tahun 2005, Abdullah secara resmi naik ke tahta kerajaan itu. Ia kemudian mulai mendesak agenda-agendanya untuk menjadikan Arab Saudi lebih terbuka. Raja Abdullah dan Arab Saudi yang kaya minyak membantu membentuk kembali Timur Tengah. Prioritas utamanya adalah mengimbangi pengaruh kelompok Syiah di Iran. Raja Abdullah dan anggota-anggota Kerajaan Arab Saudi juga berkeras menentang gelombang pergolakan pro-demokrasi di Timur Tengah, yang dipandangnya sebagai ancaman terhadap stabilitas dan kepemimpinannya. Dia didukung faksi Muslim-Sunni di beberapa negara. Tetapi di Lebanon misalnya, kebijakannya untuk menghentikan Hezbollah yang didukung Iran gagal. Meski memiliki kedekatan dengan Amerika, Raja Abdullah dilaporkan kerap frustrasi dengan kegagalan Amerika menjembatani konflik Israel-Palestina. Dia juga telah mendorong pemerintahan Obama untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap Iran dan lebih mendukung para pemberontak Sunni yang berjuang menggulingkan Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Abdullah dikenal karena upayanya memodernisasi kerajaan Arab Saudi, termasuk memberi lebih banyak hak politik kepada kaum perempuan dan ikut bergabung bersama Amerika melawan Al-Qaida dan kelompok-kelompok ekstrimis lain. Raja Abdullah meninggalkan lebih dari 30 anak dari lebih sepuluh istri. Jumat, 23 Januari 2015 | 09:11 WIB Editor : Agus Fachry


Artikel Terkait

Nicky Hayden Wafat Setelah Lima Hari Dirawat Pasca Kecelakaan

Mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden tak dapat diselamatkan lagi nyawanya pasca tertabrak mobil saat bersepeda lima hari lalu di pesisir Italia.

Seperti dilansir dari BBC Sport<...

Konsernya Dibom, Ariana Grande Akhirnya Buka Suara

Konser Ariana Grande menorehkan luka yang mendalam dalam salah satu sejarah musik. Bagaimana tidak, konser pertamanya di Eropa diwarnai dengan aksi ledakan yang diduga terorisme dan bunuh diri...

Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negar...

Mengaum atau Mengembik?

Setiap tanggal 20 Mei, bangsa kita memperingati hari yang bersejarah yakni Hari Kebangkitan Nasional, yang diambil dari peristiwa lahirnya organisasi Boedi Oetomo tahun 1908. Mengapa lahirnya Boedi...

How To Do Character Education?

Jika ditanya, setiap orang pasti ingin sukses. Namun, perlu proses yang tidak mudah untuk menuju kearah kesuksesan. Sukses bukan sekedar momentum di puncak tertinggi karir atau usaha, sukses juga b...