Heartline Network

PEMERINTAH KABUPATEN TANGERANG TERUS TEKAN AKI DAN AKB

TIGARAKSA - Pemerintah Kabupaten Tangerang yang dipimpin oleh Bupati A. Zaki Iskandar bersama Wakilnya H. Hermansyah terus berkomitmen untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tangerang. Pemerintah terus berupaya memberi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, terutama di bidang kesehatan, khususnya penyelamatan ibu dan bayi baru lahir. Tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia meninggal pada saat atau setelah melahirkan. Setiap tahunnya Berdasarkan hasil survei Demogafi dan Kependudukan Indonesia (SDKI) 2012, terdapat kenaikan angka kematian ibu (AKI) yang cukup drastis dari 228 per 100 ribu kelahiran menjadi 359 per 100 ribu kelahiran. Angka Kematian Maternal / AKI (kematian ibu hamil/pasca melahirkan) serta Angka Kematian Neonatus / AKB (kematian bayi baru lahir sampai usia 28 hari) di Kabupaten Tangerang sendiri pada Tahun 2014, untuk AKI 47 kasus kematian ibu, sedangkan untuk AKB sebanyak 254 kematian Bayi. Untuk itu Pemerintah Kabupaten Tangerang yang di Pimpin oleh Bupati A. Zaki Iskandar yang sangat peduli akan hal tersebut meluncurkan program baru yaitu Pencanangan Pelaksanaan Gerakan Penyelamatan Ibu dan Bayi Baru Lahir yang sudah pastinya untuk meningkatkan keselamatan pada bayi baru lahir dan ibu hamil dan pasca melahirkan di Kabupaten Tangerang. Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS), yaitu Gerakan Penyelamatan ibu dan Bayi baru lahir sebuah program yang bertujuan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi pasca melahirkan. Emas adalah Program bantuan teknis kerjasama Pemerintah Indonesia dengan United States Agency For International Development (USAID) yang tujuannya mendukung Pemerintah Indonesia dalam upaya menurunkan kematian ibu dan bayi baru lahir khusunya di dearah tertinggal di Indonesia yang merupakan penyumbang terbesar AKI dan AKB di Indonesia. Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar menjelaskan, tingginya jumlah angka kematian bayi di wilayah Kabupaten Tangerang ini dikarenakan jumlah populasi penduduk sangat tinggi. Tingginya jumlah populasi penduduk sendiri dikarenakan wilayah Kabupaten Tangerang merupakan daerah industri, dimana menjadi salah satu tujuan masyarakat urban. “Tingkat populasi penduduk di Kabupaten Tangerang ini memang sangat tinggi, untuk itu Kita mendapat perhatian yang lebih. Memang ada beberapa wilayah, seperti wilayah pantai utara Kabupaten Tangerang sendiri masih terkendala masalah sanitasi lingkungan, kawasan ini masih menjadi problem yang harus dipercepat pembangunannya,” ungkap Zaki. Lebih lanjut Bupati Tangerang A. Zaki mengatakan, Program Emas ini sangat mulia dan bisa memuliakan perempuan, untuk itu peningkatan SDM kesehatan kita tingkatkan dan memperbaiki infrastruktur rumah sakit lebih kita tingkatkan. Hal tersebut bisa kembali untuk mensukseskan gerakan ini, khususnya pada calon ibu-ibu muda kita berikan pembinaan melalui lembaga-lembaga yang ada seperti PKK agar memberikan pemahaman untuk menjaga kehamilan secara sehat sehingga mereka mamahami dan tingkat kerawananpun rendah” ujar Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar. dr, Sri Indiyani selaku Kepala Seksi KIA-KB pada Dinkes Kab. Tangerang mengungkapkan, Penyebab tingginya AKI adalah kualitas hidup perempuan yang rendah, rata-rata pendidikan rendah, derajat kesehatan dan gizi yang rendah, serta pemahaman sebagian kecil masyarakat yang masih rendah akan persalinan yang benar dan tepat. penyebab kematian ibu lebih banyak disebabkan antara lain perdarahan, infeksi dan tekanan darah tinggi (eklampsi). Ketiga penyebab tersebut, sesungguhnya bisa dicegah jika diketahui sejak dini dengan gejala bengkak, pertambahan berat badan ibu yang berlebihan, hipertensi dan bercak perdarahan pada trisemester terakhir. Pada 30 Oktober 2014 Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang melaunching program SIJARI EMAS (sistem jaringan rujukan maternal dan neonatal). program SIJARIEMAS ini bertujuan untuk mempermudah ibu hamil dalam proses penanganan hingga mendapatkan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit terdekat sampai proses persalinan. Yang diharapkan dari peluncuran program ini adalah bisa mempermudah proses persalinan ibu, dan ibu bisa selamat serta bayi lahir sehat. Yang pada muaranya akan mengurangi AKI dan AKB di Kabuapten Tangerang. Untuk mendukung program SIJARIEMAS ini, perlu disiapkan infrastruktur dan sarana penunjang lainnya, SDM yang handal dan terlatih, serta kesiapan puskesmas rujukan dan rumah sakit rujukan. “Kenapa Kabupaten Tangerang menjadi salah satu percontohan yang diambil oleh USAID karena Kabupaten Tangerang telah memiliki Perbup 56 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelayanan Rujukan Kegawat Daruratan Maternal dan Neonatal di Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Tangerang telah memiliki pemetaan kemampuan rumah sakit terkait rujukan tersebut”, ungkapnya. “Kabupaten Tangerang satu-satunya yang memiliki Perbup dan Pemetaan tingkat propinsi dan 64 Kabupaten”, bangga beliau. Sementara itu Drg. Nanik Isnaini,M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mengatakan, selain peningkatan kualitas penguatan system rujukan dan jejaringnya sehingga puskesmas dan rumah sakit harus berada dalam satu jaringan dan tata kelola system rujukan yang efektif, efesien, dan berkeadilan. Peningkatan akuntabilitas publik dan pelayanan profesi difasilitas kesehatan tidak bisa lagi dihindari. “Ini merupakan gerakan untuk menyelamatkan generasi yang akan datang, untuk melakukan perubahan yang lebih baik dan memuliakan perempuan. Karena kita perlu menyelamatkan generasi yang akan datang, sehingga dapat memahami juga mengerti akan pentingnya persalinan yang sehat,” kata drg.Nanik. Tambah beliau, Kabupaten Tangerang telah membuat call center sijariemas yakni pada nomor 0812-9018-4444 ini dibuat agar memudahkan bidan untuk proses perujukan persalinan dan pada tanggal 17 Desember 2014 Bupati Tangerang A.Zaki Iskandar menerima penghargaan dari Menteri Kesehatan sebagai Kepala Daerah yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak, tutup Ibu Nanik. Pemerintah Kabupaten Tangerang akan mendukung program Gerakan Emas ini, dan akan meningkatkan pelayanan kesehatan baik di Puskesmas, RSUD dan pelayanan kesehatan lainnya. Perlu ada gerakan Nasional untuk melindungi kaum Ibu, agar tingkat Kematian Ibu dan Bayi menurun khususnya di Kabupaten Tangerang. Untuk selengkapnya, ikuti dan dengarkan talkshow interaktif bersama Bupati Tangerang, A. Zaki Iskandar, hari Jum'at, 29 Mei 2015, mulai pukul 9 pagi, di Radio Heartline 100,6, Tangerang. (ADVERTORIAL) Rabu, 27 Mei 2015, 08:33 WIB Sumber : Bagian Humas & Protokol Kabupaten Tangerang


Artikel Terkait

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...

Harga BBM Jadi Murah, Bentuk Realisasi Program BBM Satu Harga

PT. Pertamina (Persero) akan kembali mengoperasikan 4 lembaga penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) pada bulan Juli 2017, sebagai wujud realisasi pelaksanaan program BBM Satu Harga.

Empat lemba...

BNN Gelar Puncak Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional

Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar perhelatan puncak peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), hari ini (13/7), di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Mengangka...

Uji Kelayakan Simpang Susun Semanggi

Proyek simpang susun Semanggi rencananya akan dioperasikan secara penuh per tanggal 17 Agustus 2017 mendatang. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi 30% beban kepadatan lalu lintas di sekitar ruas J...