Heartline Network

How to be An Entrepreneur?

Salah satu indikator stabilnya perekonomian sebuah bangsa adalah dengan meningkatnya kualitas kesejahteraan masyarakat. Dan salah satu hal yang paling penting untuk mendongkrak kesejahteraan tersebut adalah dengan tumbuhnya banyak wirausaha yang menopang perekonomian. Idealnya, jumlah entrepreneur dalam suatu negara adalah 2% dari populasi. Sementara jumlah entrepreneur Indonesia di tahun 2016, masih sekitar 1,8% dan tahun lalu 1,65% (Kemenkop RI, 2015).

Maka merayakan Hari Pendidikan Nasional, Program #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang live broadcast dari Maxx Coffee, di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, pada Selasa, 3 Mei kemarin membuat diskusi tentang pentingnya mendidik manusia Indonesia menjadi pengusaha, “How to be an Entrepreneur? Can it be Taught?” Hadir sebagai pembicara, Djoko Kurniawan (Senior Business Consultant), Henky Susanto Chahyadi (Founder and Managing Director Brain Revival), Audy (Nurkhazanah Community), Thelma Aruana Kisela (Entrepreneur, Style Blogger), Acara ini dimoderatori Jose-Yusuf Marwoto (Direktur Heartline 100.6 FM Tangerang) dan Riama Silitonga (Senior Host Heartline Tangerang).

Dalam paparannya, Audy, mengutip ucapan Bung Karno “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Audy mengatakan, saat ini Indonesia mengalami bonus demografi, dimana jumlah anak-anak muda akan lebih besar dibanding usia-usia yang tidak produktif. Jika anak-anak muda sekarang dimentor untuk menjadi pengusaha, maka apa yang dikatakan Bung Karno tersebut bisa menjadi kenyataan, dimana Indonesia akan bisa mengguncang dunia dengan inovasi dan kreatifitasnya.

Sementara itu Henky Susanto menuturkan bahwa semangat kita untuk menjadi pengusaha bukanlah “Be the Best” tetapi “Do the Best”. Menjadi pengusaha, kata Henky, adalah sebuah perjalanan menemukan keunikan diri kita sendiri. Keunikan itulah yang kita tawarkan kepada market. Lain halnya dengan Thelma, dalam menjawab salah satu pertanyaan mahasiswi UPH yang menjadi peserta #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang mengatakan bahwa banyak orang meremehkan anak-anak muda, mereka berpikir anak-anak muda itu tidak bisa apa-apa. “Nah, kita harus menambah kapabilitas kita. Orang sukses adalah mereka yang melakukan hal-hal yang tidak biasa dilakukan orang pada umumnya.” Thelma mengatakan bahwa anak-anak muda harus berani menunda kesenangannya dulu. “Pay now-play later or play now, pay later.” Djoko Kurniawan dalam closing statement mengatakan, “Ketika kita sebagai pengusaha muda mulai berbisnis maka konsep dalam pikiran kita adalah bantulah customer Anda, maka customer Anda akan membantu Anda.”

Semoga diskusi #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang ini bisa memberikan pencerahan kepada pendengar sebab saat ini jumlah wirausaha di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan dengan negara tetangga. Misalnya, Singapura punya jumlah pengusaha sebesar 7%, Malaysia sebesar 5%, dan Thailand sebesar 4%. Sementara negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang bahkan memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10% dari jumlah populasi. Bravo Indonesia. (YM)


Artikel Terkait

Entering Competition Era With Service

Pelayanan tidak dapat dipisahkan dari para pelaku usaha apapun. Apapun usaha Anda, baik penjualan barang atau jasa, pastikan Anda memberikan pelayanan yang prima kepada para pelanggan Anda.

Ada Apa Dengan Cinta?

Bertepatan dengan momen hari kasih sayang atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan valentine’s day, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan program siaran Heartline Co...

Prakiraan Cuaca Ibukota dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa, dalam dua hari ke depan hingga Rabu (15/02/17), ibukota dan sekitarnya akan diguyur hujan berpotensi sedang hingga lebat...

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam ran...

Siap Merayakan Imlek??? Yuk Intip Makna Pernak-Pernik Khas Imlek?

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersiap menyambut perayaan tahun baru Imlek. Di Indonesia sendiri, tahun baru Imlek 2568 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017. Perayaan tahun baru Imle...