Heartline Network

Manusia Indonesia dalam Gelombang MEA

Indonesia tak ubahnya gadis cantik yang dilirik oleh banyak orang. “Apa yang tidak ada di Indonesia. Coba sebutkan?” Demikian tuturan mengejutkan PM. Susbandono, Senior Advisor BOD Star Energy, Ltd dan Former VP HR Medco) dalam acara Live Broadcast #HeartlineCoffeeMorning pagi ini (10/5) di Maxx Coffee, Benton Junction, Lippo Karawaci dalam #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang. Susbandono dengan tegas mengatakan, Indonesia siap menghadapi MEA. “Indonesia itu negara yang paling ditakuti di ASEAN,” imbuhnya. Talkshow yang dihelat Heartline Network kali ini mengambil tema: Mengelola Manusia Indonesia di Era MEA. (Lihat: Ternyata Indonesia itu Negara yang Ditakuti di ASEAN! Ini Buktinya: http://bit.ly/1Yj5e6D ).

            Pencanangan Masyarakat Ekonomi ASEAN memang sudah lama meskipun baru berlaku per 1 Januari 2016 kemarin. Dunia pendidikan lantas dilirik sebagai lokomotif yang strategis dalam mempersiapkan manusia-manusia Indonesia menghadapi resiko persaingan terbuka dengan pasar bebas ASEAN. Menyoroti hal ini, akademisi dari Prasetiya Mulya, Drs. Suherman Widjaja, mengatakan, “Kita tidak perlu khawatir. Mahasiswa di Indonesia itu cerdas, bahkan kecerdasannya melebihi dosennya. Kita perlu melihat MEA secara positif, bahwa ini adalah kesempatan kita untuk menggarap tetangga kita, dengan menggali apa yang ada di luar di Indonesia.

            Menanggapi pertanyaan Riyan di Balikpapan tentang bagaimana merubah mentalitas orang Indonesia sehingga siap berkompetisi, Laurence Ivan (Country Director Indonesia dari AAMC Training Group) mengatakan, “Pentingnya konsistensi! Dalam kaitan MEA orang sering mengaitkan SDM dengan kompetensi. Nah, salah satu unsur kompetensi yang masih kurang di Indonesia adalah konsistensi. Kita tidak kekurangan tenaga expert. Kita kurang konsisten dalam melakukan segala sesuatunya.” Dalam bukunya “Great by Choice”, Jim Collins membuat penelitian menarik tentang perusahaan-perusahaan yang bisa berjaya meskipun situasi ekonomi kacau balau. Ya, mereka tidak hanya bisa bertahan, tetapi berjaya! Dan salah satu faktor yang membuat mereka tetap bisa berjaya adalah faktor konsistensi! Dalam situasi di atas, perusahaan yang berjaya tidak tergoda untuk ekspansi besar-besaran. Mereka tetap konsisten dengan kecepatan yang sama. Demikian juga saat perusahaan berada di roda kesulitan, mereka tetap konsisten berjalan dengan kecepatan yang sama. Akhirnya, mereka lebih cepat sampai tujuan. (Lihat: Apa Kaitan Ojek Payung dan Masyarakat Ekonomi ASEAN? http://bit.ly/23DQrEU ).

            Mengamini soal konsistensi, Djoko Kurniawan (Senior Business Consultant) mengatakan, “Bicara kompetensi itu bicara tentang pengulangan terus-menerus. Latihan setiap hari. Kelemahan perusahaan di Indonesia adalah kalau panggil trainer, besok minta semuanya langsung berubah. Mana bisa. Ini ibarat sakit pegel-pegel langsung diinjeksi obat pegel-pegel, sembuh sebentar tapi besok pegel-pegel lagi.” Menjalankan konsistensi memang bukan perkara mudah. John Collin menulis, “Jangan pernah berjalan terlalu jauh, jangan pernah tumbuh terlalu besar dalam satu tahun,...namun tetap punya kerangka waktu, tidak terlalu singkat dan tidak terlalu panjang, melainkan pas.

            Memandang MEA memang tergantung pada sikap kita: Positif atau Negatif. Peluang atau Hambatan. Kekuatan atau Kelemahan. Maka Anda yang konsisten yang akan bertahan bahkan berjaya berselancar di gelombang baru persaingan tanpa batas. Selamat bertarung. Anda bisa mendengarkan Program #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, setiap Selasa 08.00-10.00 WIB live from MaxxCoffee. (YM) 


Artikel Terkait

Mendapatkan Peluang Bisnis dari Segala Situasi

Sekarang ini semakin banyak bisnis startup baru yang bermunculan. Dari e-commerce hingga bisnis makanan kecil sekalipun, seperti cemilan. Pada kesempatan kali ini, program St...

The Heart of Fashion with Handy Hartono

Indonesia memiliki banyak kebudayaan, salah satunya adalah kekayaan akan kain tradisional yang berasal dari berbagai daerah Indonesia. Kain tradisional memiliki nilai seni yang tinggi. Saat ini kai...

Survei Pasar Sebagai Fondasi Berbisnis

Opini masyarakat merupakan suatu hal yang dapat membantu pebisnis dalam memasarkan produk dan jasa mereka. Oleh sebab itu, sebelum memulai sebuah bisnis, sangat perlu untuk melakukan survei pasar t...

Impactful Coaching

Apakah belakangan ini Anda sering mendengar kata coach, yang digunakan untuk menyebut seorang pelatih? Namun,  apa yang sebenarnya dimaksud dengan istilah coaching? Bagaimana...

Ide Bisnis Yang Melawan Mainstream

Menciptakan sebuah bisnis perlu adanya sebuah produk atau jasa yang menjual dan memiliki value. Bisnis yang dibentuk dengan value pasti akan mampu bertahan dalam jangka wangku yan...