Heartline Network

Setiap Jam ada 40 Perceraian

Membangun kehidupan pernikahan adalah perkara gampang-gampang sulit. Semuanya tergantung dari kedua pasangan, mau dibawa kemana hubungan ini. Kemudi dan kendali ada di tangan suami dan istri. Menikah bukan kisah sementara saja, tetapi seumur hidup. Maka Anda yang memutuskan untuk menikah harus memiliki daya tahan (endurance) untuk mengelola kekecewaan dan kebahagiaan yang dihasilkan bersama-sama pasangan.

Faktanya, banyak yang gagal dalam pernikahan, meski ada juga yang berhasil. Kegagalan pernikahan berujung di palu pengadilan: Cerai!  Di Indonesia, gelombang perceraian agak mengerikan. Data dari Kementrian Agama RI yang sempat kami himpun dari tahun ke tahun, mengalami peningkatan yang cukup tinggi. Tahun 2009 : menikah 2.162.268 kejadian, cerai 216.286 kejadian. Tahun 2010 : menikah 2.207.364 kejadian, cerai 285.184 kejadian. Tahun 2011 : menikah 2.319.821 kejadian, cerai 258.119 kejadian. Tahun 2012 : menikah 2.291.265 kejadian, cerai 372.577 kejadian. Tahun 2013 : menikah 2.218.130 kejadian, cerai 324.527 kejadian.

Sebagai sampel kita ambil data dua tahun terakhir di 2012 dan 2013 saja. Jika diambil tengahnya, angka perceraian di dua tahun itu sekitar 350.000 kasus. Berarti dalam satu hari rata-rata terjadi 959 kasus perceraian, atau 40 perceraian setiap jam. Luar biasa fantastis. Di Indonesia terjadi 40 kasus perceraian setiap jamnya. Hampir seribu kasus perceraian setiap harinya. Yang lebih unik lagi, sebanyak 70 % perceraian terjadi karena gugat cerai dari pihak istri. Artinya, 28 dari 40 perceraian setiap jamnya itu berupa gugat cerai dari istri.

Ujung pangkal dari gelombang perceraian ini ternyata berawal dari perselingkuhan salah satu atau salah dua dari pasangan. Memang perselingkuhan sudah menggejala di semua negara di dunia. Di negara-negara Barat, sebanyak 75 % suami pernah melakukan selingkuh, dan 40 % istri pernah melakukan selingkuh. Untuk di Indonesia, dari pengalaman praktik konsultasi keluarga, ada fakta, 90 % kasus retaknya perkawinan disebabkan oleh perselingkuhan suami dan 10 % oleh perselingkuhan istri. Namun dalam setiap kasus selingkuh, berapapun prosentasenya, siapapun yang lebih besar atau lebih kecil prosentasenya dari suami maupun istri, selalu ada keterlibatan pasangan jenis yang sama-sama menikmati perselingkuhan tersebut. 

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kita perlu menyadari kekokohan perkawinan atau sebaliknya kerapuhannya akan berdampak bagi perkembangan kepribadian anak-anak kita. Gambaran diri ideal anak-anak tentang menjadi laki-laki atau perempuan akan pudar seiring tiadanya keteladanan yang baik dari kedua orang tuanya. Perkawinan adalah sebuah pertaruhan untuk masa depan anak-anak kita. Karena itu, pertahankan sedemikian rupa sehingga segala rintangan bisa diatasi. Tidak ada yang bisa menjanjikan bahwa dalam perkawinan akan ada kebahagiaan selamanya, tetapi ikhtiar setiap pasangan untuk memperjuangkan itu sendiri, adalah sebuah kebahagiaan tersendiri. Ini tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap pasangan. (YM).

(Bersama Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, mari dukung perkawinan yang kokoh untuk bangsa yang kuat)


Artikel Terkait

Rahasia Sukses Dan Kaya

Siapapun pasti ingin sukses dan kaya dalam kehidupannya. Muda, tua, laki-laki, perempuan, di pedesaan atau di perkotaan, pasti menginginkan hal yang sama terjadi pada hidupnya dan berlomba mewujudk...

BMKG: Jangan Khawatir Dampak Equinox!

Indonesia diprediksi akan mengalami fenomena Equinox pada 21 Maret 2017 dan 23 September 2017 mendatang. Menurut kabar yang berhembus, akibat fenomena Equinox ini, suhu udara di Indonesia akan menc...

How The Millenial Generation Works?

Bicara tentang perkembangan jaman dan teknologi, sudah pasti akan menghasilkan generasi-generasi milenial. Generasi yang dinilai cakap dan mumpuni menghadapi perkembangan jaman, karena menguasai be...

Peresmian Gedung Serbaguna PENABUR Harapan Indah

Kota Harapan Indah, Bekasi – BPK PENABUR Jakarta meresmikan Gedung Serbaguna Komplek PENABUR Harapan Indah, Sabtu (04/03/17) lalu pukul 08.00 – 12.00 WIB. Gedung dengan luas bangun...

Property Trends: What To Expect in 2017

Properti, kini bukan lagi hanya sekedar menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Bila dahulu, kepemilikan akan tempat tinggal, adalah skala prioritas yang harus dipenuhi manusia, saat ini kepemi...