Heartline Network

Mereka yang Kreatif

Kreativitas menjadi aset untuk saat ini. Jika Anda kreatif, tanpa harus bekerja di sebuah perusahaan, Anda bisa survive. Orang-orang Indonesia itu berlimpah dengan orang-orang yang kreatif. Apa saja bisa “diakalin” sehingga sebuah masalah justru bisa berubah drastis menjadi berkah. Para start up di Indonesia, mayoritas mendirikan usahanya, bukan semata-mata menjalankan sebuah bisnis, tetapi mereka berupaya untuk menjawab atau memberi solusi atas masalah yang dihadapi oleh banyak orang. Bisnis yang menjawab persoalan, dan melipatgandaan manfaatnya, itulah bisnis yang nantinya akan semakin disukai banyak orang.

Yossa Setiadi, salah satu narasumber yang hadir di program #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang pada Selasa (25 Mei 2016) di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, adalah sosok yang kreatif. Ia melihat celah. Tak perlu lubang besar, tetapi celah saja sudah cukup untuk Anda masuki. Kesempatan kecil kadang-kadang lebih penting daripada kesempatan besar. Banyak orang memburu kesempatan besar, dan melalaikan kesempatan-kesempatan kecil yang sudah ada di depan mata. Sejak masih kuliah, Yossa melihat bahwa ada 20.000 komponen dalam sebuah mobil, dimana 20.000 komponen itu dibuat oleh pihak-pihak yang berbeda, artinya ada 20.000 bidang bisnis dalam membuat sebuah mobil. “Demikian juga dalam kuliner, ada banyak sub-sub yang bisa dijadikan bisnis.” Ujarnya. Maka, ia mulai membuat survey ke masyarakat, dengan bertanya apa yang mereka sukai dari soto betawi. “80% menjawab mereka lebih suka kuahnya. 10% suka daging. 5% suka kentangnya. 5% suka bawang gorengnya.” Kenang Yossa. Maka Yossa fokus memproduksi di 5% itu, yakni membuat bawang goreng SOY. Kini bawang goreng tersebut sudah tersebar di banyak negara, hotel berbintang dan maskapai penerbangan.

Beda lagi dengan Ira Latief, sosok perempuan penulis buku “Normal is Boring” yang juga diundang menjadi narasumber di program rutin #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline Tangerang, sejak beberapa waktu lalu merintis upaya untuk mengangkat makanan martabak yang selama ini identik dengan makanan jalanan, naik kelas menjadi makanan berkelas modern dan terus diinovasikan. Melalui brand Martabak D’Marco, Ira Latief membuat inovasi martabak dengan rasa dan inovasi lainnya.

Sementara itu, sosok Elia Paul Ang, yang juga menjadi salah satu narasumber di program prime time ini, memberikan penekanan pada pentingnya membangun komunitas. “Semua brand punya komunitasnya, baik otomotif atau produk lainnya.” Komunitas inilah yang akan mendukung dan menyerap produk-produk kita, bahkan menjadi advocate yang akan mempromosikan dan membela kita di pasaran. Djoko kurniawan, Senior Business Consultant, juga memberikan berbagai tips agar para pengusaha bisa survive dalam menjalankan bisnis. “Seorang pengusaha itu harus punya strategy, termasuk juga pricing strategy. Mereka juga harus punya mentor yang akan mengontrol apakah mereka sudah berjalan on the right track atau tidak.”  (YM)

(Dengarkan #HeartlineCoffeeMorning setiap Selasa, 08.00-10.00 WIB, di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang)


Artikel Terkait

Rahasia Sukses Dan Kaya

Siapapun pasti ingin sukses dan kaya dalam kehidupannya. Muda, tua, laki-laki, perempuan, di pedesaan atau di perkotaan, pasti menginginkan hal yang sama terjadi pada hidupnya dan berlomba mewujudk...

BMKG: Jangan Khawatir Dampak Equinox!

Indonesia diprediksi akan mengalami fenomena Equinox pada 21 Maret 2017 dan 23 September 2017 mendatang. Menurut kabar yang berhembus, akibat fenomena Equinox ini, suhu udara di Indonesia akan menc...

How The Millenial Generation Works?

Bicara tentang perkembangan jaman dan teknologi, sudah pasti akan menghasilkan generasi-generasi milenial. Generasi yang dinilai cakap dan mumpuni menghadapi perkembangan jaman, karena menguasai be...

Peresmian Gedung Serbaguna PENABUR Harapan Indah

Kota Harapan Indah, Bekasi – BPK PENABUR Jakarta meresmikan Gedung Serbaguna Komplek PENABUR Harapan Indah, Sabtu (04/03/17) lalu pukul 08.00 – 12.00 WIB. Gedung dengan luas bangun...

Property Trends: What To Expect in 2017

Properti, kini bukan lagi hanya sekedar menjadi salah satu kebutuhan pokok manusia. Bila dahulu, kepemilikan akan tempat tinggal, adalah skala prioritas yang harus dipenuhi manusia, saat ini kepemi...