Heartline Network

Evolusi Kopi

Kopi merupakan salah satu minuman yang paling digemari banyak orang. Kopi dapat dinikmati kapan saja, baik pagi, siang, sore atau saat malam hari ketika pekerjaan menumpuk. Kopi pun telah menjadi bisnis yang cukup menjanjikan. Sebagian orang tidak hanya meminum kopi sebagai kebutuhan saja, tetapi juga telah menjadi gaya hidup. Biji tanaman kopi dipanggang lalu dihaluskan dan dihidangkan. Metode pemanggangan biji kopi sendiri belum diketahui kapan dimulainya. Namun tanaman kopi berasal dari dataran tinggi di Ethiopia, yang pada saat itu merupakan tanaman liar. Lalu tanaman kopi dikembangkan di Semenanjung Arab sekitar abad ke-15.

Menurut legenda, kopi ditemukan oleh seorang pemuda Arab bernama Kaldi, seorang penggembala kambing. Ia selalu memperhatikan bahwa kambingnya selalu menunjukkan gejala gembira setelah menggigit biji dan daun suatu tanaman hijau. Karena penasaran, ia mencoba biji tanaman tersebut dan merasakan efek semangat serta gembira. Akhirnya penemuan ini menyebar dari mulut ke mulut, sejak itu lahirlah kopi menurut legenda di Arab. Kata kopi atau dalam bahasa Inggris coffee berasal dari bahasa Arab qahwah, yang berarti kekuatan. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kopi.

Akhir-akhir ini dunia perkopian sedang berkembang dengan pesat. Mereka yang mulanya hanya sekedar menikmati kopi instan di rumah kini telah beranjak ke kedai kopi dan menikmati aneka kopi dari mesin espresso. Dalam talkshow yang digelar oleh Heartline di Maxx Coffee selasa pagi, Coffee Expert, Yayang menjelaskan cara menikmati kopi dimulai dari cara menanam kopi,  dengan varietas pohon kopi yang sama, namun karakter kopinya bisa berbeda karena kualitas mineral yang terdapat pada tanahnya berbeda. Kopi ada dua jenis, yaitu arabika dan robusta. Kopi yang pertama kali dikembangkan di dunia adalah Kopi Arabika yang berasal dari spesies pohon kopi Coffea arabica. Kopi arabika memiliki kandungan kafein tidak lebih dari 1,5 persen, sedangkan kandungan kafein pada kopi robusta mencapai 2,8 persen. Arabika adalah jenis kopi yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Arabika memiliki kadar kafein lebih rendah dari robusta.

Pohon kopi spesies lainnya yang juga cukup banyak diproduksi sebagai produk kopi adalah Coffea canephora yang sering dikenal sebagai kopi Robusta. Robusta harganya lebih murah dari arabika, meski rasanya lebih pahit. Kopi yang sering dijual di pasar umumnya adalah robusta, biasanya digunakan sebagai kopi instant atau cepat saji. hal ini bisa disebabkan oleh harganya lebih ekonomis.

Berbagai rasa kopi yang khas membuat sensasi menyenangkan di mulut. Misalnya es kopi yang manis dan menyegarkan. Es krim rasa kopi pun juga menjadi favorit bagi banyak orang. Kopi juga menjadi salah satu bahan dasar beberapa jenis kue. Para ilmuwan juga menyelediki manfaat lain dari kopi. Sisa bubuk dari kopi bermanfaat sebagai pupuk yang baik. Selain itu, beberapa produk disinfektan maupun isolasi untuk dinding, lantai dan atap juga dapat dibuat dari kopi. Gliserin yang merupakan produk sampingan dari sabun, dapat dibuat dari minyak kopi. Minyak kopi juga biasa digunakan sebagai bahan pembuat cat, sabun, maupun produk lainnya. Biji kopi dapat bermanfaat untuk berbagai produk dan kegunaan. Namun yang paling populer tentu saja sebagai minuman yang nikmat yang diminum banyak orang setiap harinya.


Artikel Terkait

Ada Apa Dengan Cinta?

Bertepatan dengan momen hari kasih sayang atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan valentine’s day, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan program siaran Heartline Co...

Prakiraan Cuaca Ibukota dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa, dalam dua hari ke depan hingga Rabu (15/02/17), ibukota dan sekitarnya akan diguyur hujan berpotensi sedang hingga lebat...

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam ran...

Siap Merayakan Imlek??? Yuk Intip Makna Pernak-Pernik Khas Imlek?

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersiap menyambut perayaan tahun baru Imlek. Di Indonesia sendiri, tahun baru Imlek 2568 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017. Perayaan tahun baru Imle...

AKHIRNYA TERUNGKAP! Inilah Rahasia Bisnis Orang Tionghoa

Etnis Tionghoa adalah contoh bangsa pendatang yang sukses di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa banyak mendominasi berbagai sektor penting di negara ini, diantaranya: pemerintahan, pe...