Heartline Network

Perempuan, Bisnis dan Karir

Program #HeartlineCoffeeMorning yang disiarkan langsung oleh Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, live from Maxx Coffee, Benton Junction, Lippo Village, kali ini mengupas tentang keberanian para perempuan membangun bisnisnya. Keberanian memang tidak dimiliki oleh semua orang, hanya orang-orang tertentu yang empunya keberanian mengambil sikap dan resiko. Dan menariknya, jika selama ini keberanian identik dengan laki-laki, saat ini justru banyak perempuan yang punya keberanian untuk mengambil sikap dan resiko atas hidupnya. Tessa Ayuningtyas Sugito, BAS, MSc yang menjadi salah satu narasumber dalam talkshow ini adalah perempuan muda yang lama belajar dan tinggal di Finlandia sebagai Food Scientist. Kini Tessa kembali ke Indonesia untuk mengelola restoran Pondol Food sekaligus mendirikan http://zywielab.com, sebuah situs yang bertujuan untuk mendidik masyarakat Indonesia dengan informasi-informasi tentang kesehatan, makanan dan gizi yang mudah dicerna kepada masyarakat Indonesia. Tentu ini sebuah keberanian seorang perempuan muda untuk merintis dan membangun sebuah usaha sesuai dengan idealismenya. Berbeda dengan Tessa, ada juga Meiwati, Perempuan muda yang mendirikan Lae-Lae Seafood. Ini restoran khas Makasar yang menyajikan makanan laut segar di Tangerang dengan harga murah. Tentu mencari ikan segar di kota-kota besar seperti Jakarta dan Tangerang tidak mudah. Tetapi itulah tantangan yang ditempuh oleh Meiwati; berani menyajikan makanan laut segar dengan harga murah. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Berangkat dari resep keluarga, Meiwati dengan berani menempuh jalan bisnis resto ini. Ada juga Hervina Tunggal Ria yang menjadi narasumber di acara #HeartlineCoffeeMorning di Radio Heartline Tangerang. Perempuan ini sangat tangguh mendirikan dan menggawangi Artistic Nail Design Indonesia. Pengetahuan, passion dan idealismenya sangat besar sekali sehingga mendorong pertumbuhan bisnisnya begitu kuat. Menurut Djoko Kurniawan, Senior Business Consultant yang sekaligus menjadi narasumber juga, untuk bisa survive, sebuah bisnis harus punya value (nilai) yang diperjuangkan. Dan itu berarti tidak bisa instant. Sebuah bisnis harus dijalankan marathon, long term, berdasarkan kebutuhan dan kepuasan pelanggan.

(Dengarkan #HeartlineCoffeeMorning on Location, setiap Selasa 08.00-10.00 WIB di Radio Heartline 100.6 FM Tangerang)


Artikel Terkait

Polri: 11 WNI Masuk ke Marawi Filipina untuk Dakwah

Markas Besar Polri mengaku telah mengidentifikasi 11 warga negara Indonesia (WNI) yang masuk ke Kota Marawi di Pulau Mindanao, Filipina. Mereka menyeberang ke Filipina melalui jalur legal dan bertu...

ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Bom Kampung Melayu

Kelompok teror ISIS mengaku bertanggung jawab atas kejadian bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang terjadi pada Rabu (24/5) malam.

“Pelaksana dari serangan terhadap polisi I...

Nicky Hayden Wafat Setelah Lima Hari Dirawat Pasca Kecelakaan

Mantan juara dunia MotoGP, Nicky Hayden tak dapat diselamatkan lagi nyawanya pasca tertabrak mobil saat bersepeda lima hari lalu di pesisir Italia.

Seperti dilansir dari BBC Sport<...

Konsernya Dibom, Ariana Grande Akhirnya Buka Suara

Konser Ariana Grande menorehkan luka yang mendalam dalam salah satu sejarah musik. Bagaimana tidak, konser pertamanya di Eropa diwarnai dengan aksi ledakan yang diduga terorisme dan bunuh diri...

Jokowi Harap Umat Islam Tak Anggap Amerika sebagai Musuh

Presiden Joko Widodo memberikan pesan khusus kepada umat Islam di dunia saat konferensi "Arab Islamic American Summit”. Dia berharap konferensi yang mempertemukan pimpinan negar...