Heartline Network

Radio di Pusaran Perubahan Zaman

Untuk Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, yang merayakan HUT ke-18,

Radio kini berada di pusaran perubahan zaman yang tak pernah terjadi abad-abad sebelumnya. Revolusi Teknologi Informasi di abad-21, menempatkan radio di kobaran bara dunia internet yang mengkoneksikan perangkat satu dengan yang lainnya dalam skala yang sangat luas dan global. Teknologi digital membuat semua informasi – baik yang berupa ucapan, musik, teks, gambar, video, data ilmiah, semua hal yang bisa ditulis, dilukis, dimainkan, dinyanyikan, dikalkulasi, saat ini bisa direkam, dicari lagi, dikirim dan diterima dari segala macam alat. Digitalisasi tak hanya membawa kita kepada media baru (new media), tetapi telah mentransformasi semua media yang ada.

Ekonomi Radio

Meski dunia radio dipanggang dalam sekam kompetisi dengan kemunculan media-media baru, nyatanya sebagian Industri Radio masih tetap bertahan hidup, meskipun tak memungkiri sebagian lainnya menyerah kalah. Data riset terakhir dari Nielsen Radio Audience Measurement yang dirilis beberapa waktu lalu menyebutkan, iklan di radio justru terus meningkat di semester pertama tahun 2016 ini, dengan mencapai puncaknya pada Mei dan Juni 2016. Di bulan Juni, pendapatan iklan di radio mencapai 57 miliar (berdasarkan 42 stasiun Radio yang berpartisipasi). Dalam catatan Nielsen, iklan (kotor) terbanyak justru bersumber dari Shell dengan jumlah Rp 18 Miliar pada semester awal 2016, unilever Rp 7 Miliar, Telkomsel Rp 6 Miliar, Tokopedia Rp 5 Miliar dan Alfamidi Rp 3 Miliar. Sementara itu spot terbanyak di radio datang dari Unilever dengan 5,800 spots.

Jika melihat angka di atas, maka radio masih menjadi bagian tak terpisahkan dari denyut ekonomi masyarakat di Indonesia. Kelenturan yang dimiliki oleh radio untuk cepat beradaptasi dengan kehadiran media-media baru, seperti internet, membuat radio bisa berselancar dalam tsunami revolusi teknologi informasi. Mulai dari era web based, socmed based sampai apps based, sebagian besar radio sudah mengadopsinya menjadi anak kandung industri radio itu sendiri. Suara-suara radio kini menghiasi dunia streaming, entah melalui website atau aplikasi. Time line juga diramaikan oleh update status dan shared link perusahaan radio yang mau tetap eksis di tanah rimba berita yang ada.

Tak Mati di Hati Pendengar

Nampaknya kegigihan radio untuk bertahan dan beradaptasi ini berhasil. Nyatanya survei Nielsen membuktikan kalau radio tetap berada di hati para pendengarnya. Ini terbukti durasi orang mendengarkan radio di tahun 2016 ini meningkat. Penetrasi tertinggi radio kepada konsumen justru terjadi di Kota Palembang dengan 97%, disusul oleh pendengar di Kota Makasar dengan 60%, Bandung 54%, Banjarmasin 53% dan Yogyakarta 51%.

Hasil temuan Nielsen Radio Audience Measurement, seperti yang dirilis di www.swa.co.id (Link: http://bit.ly/2fRGmYk), menyebutkan, pada kuartal III/2016 menunjukkan 57% dari total pendengar radio berasal dari generasi Z dan millenials. Meskipun internet tumbuh pesat pada kuartal ini, tidak berarti bahwa jangkauan kependengaran radio menjadi rendah. Kendati penetrasi media televisi (96%), media luar ruang (52%) dan internet (40%) masih tinggi, namun media radio masih terbilang cukup baik di angka 38% pada kuartal ini. Angka penetrasi mingguan ini, menunjukkan bahwa media radio masih didengarkan oleh sekitar 20 juta orang konsumen di Indonesia. Para pendengar radio di 11 kota di Indonesia yang disurvey setidaknya menghabiskan rata-rata waktu 139 menit per hari.

Di situs swa.co.id juga dilaporkan bahwa waktu mendengarkan radio per minggu, rupanya bertumbuh dari tahun ke tahun. Jika di tahun 2014 pendengar radio hanya menghabiskan waktu mendengarkan radio 16 jam per minggunya, hasil ini meningkat terus di tahun 2015 (16 jam 14 menit per minggu) dan tahun 2016 (16 jam 18 menit). Angka rata-rata ini mayoritas disumbangkan oleh generasi X dengan rentang usia 35-49 tahun yang mendengarkan radio selama lebih dari 18 jam dari total keseluruhan pendengar. Disusul dengan baby boomers (50-65 tahun) dengan 17 jam 20 menit, silent generation (65 tahun ke atas) dengan 16 jam 22 menit, millenials (15-34 tahun) 15 jam 37 menit, dan Generasi Z (10-14 tahun) yang menghabiskan waktu mendengarkan radio lebih dari 13 jam di setiap minggunya. Survey juga menunjukkan bahwa waktu mendengarkan radio pada Generasi X di tahun 2016 ini menunjukkan peningkatan dari sebelumnya hanya 16 jam 18 menit di 2014 dan 17 jam 39 menit di 2015.

Kedalaman

Jika Anda berada di ruang mesin industri radio, maka menyelamlah lebih dalam ke segmen pasar Anda. Bisnis yang berhasil adalah bisnis yang mau menukik ke kedalaman. Semakin kita mengetahui siapa pendengar radio kita, semakin kita menjadi bagian dari kehidupan mereka, maka semakin kita memiliki nyawa untuk bertahan dari kompetisi media. “Excellent is in detail”, sesuatu yang luar biasa itu berada saat Anda mau bersusah-payah untuk lebih detil. Hal-hal kecil, dalam bisnis radio, adalah hal-hal besar. Melakukan yang sederhana secara konsisten, adalah tangga pertama menuju hal-hal besar yang akan kita terima.

Selamat Hari Ulang Tahun Radio Heartline 100.6 FM Tangerang, masuklah ke kedalaman dan fokuslah pada hal-hal baik yang menginspirasi Indonesia.

Jose-Yusuf Marwoto, Direktur Radio Heartline 100.6 FM Tangerang.


Artikel Terkait

Ada Apa Dengan Cinta?

Bertepatan dengan momen hari kasih sayang atau yang lebih populer dikenal dengan sebutan valentine’s day, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan program siaran Heartline Co...

Prakiraan Cuaca Ibukota dan Sekitarnya

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa, dalam dua hari ke depan hingga Rabu (15/02/17), ibukota dan sekitarnya akan diguyur hujan berpotensi sedang hingga lebat...

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam ran...

Siap Merayakan Imlek??? Yuk Intip Makna Pernak-Pernik Khas Imlek?

Masyarakat keturunan Tionghoa sedang bersiap menyambut perayaan tahun baru Imlek. Di Indonesia sendiri, tahun baru Imlek 2568 jatuh pada hari Sabtu tanggal 28 Januari 2017. Perayaan tahun baru Imle...

AKHIRNYA TERUNGKAP! Inilah Rahasia Bisnis Orang Tionghoa

Etnis Tionghoa adalah contoh bangsa pendatang yang sukses di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa banyak mendominasi berbagai sektor penting di negara ini, diantaranya: pemerintahan, pe...