Heartline Network

Penyuluh Perikanan di Lampung Tanyakan Kejelasan Status Kepegawaian

HeartlineFm, Bandar Lampung – Penyuluh perikanan di Lampung mempertanyakan status kepegawaian mereka.  Rostuti Lusiwati Sitanggang, salah seorang penyuluh perikanan Provinsi Lampung, mengatakan, seharusnya per 1 Oktober 2016,  seluruh penyuluh perikanan se-Indonesia menjadi pegawai pusat.

“Ini sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2016. Namun, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Menteri Keuangan sepertinya tak peduli dengan ini sehingga sekarang status kami tidak jelas,” ujar penyandang gelar sarjana perikanan ini kepada jejamo.com via ponsel, Sabtu malam, 19/11/2016.

Pemda di Provinsi Lampung yang di daerahnya terdapat penyuluh perikanan, telah menandatangani  Berita Acara Serah Terima (BAST) personel dan sarana prasarana (P2D)  sebagai tindak lanjut ketaatan kepada UU Nomor 23 Tahun 2014.

“Seyogianya ini diberlakukan 2 tahun setelah diundangkan.  BAST tersebut telah diserahkn kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan. Namun, sampai saat ini, BAST tersebut tidak diketahui tindak lanjutnya oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” ujar Bendahara DPD Ikatan Penyuluh Perikanan Indonesia (Ipkani) Lampung itu.

Tuti, sapaan akrabnya, mengatakan, pihaknya sudah melakukan banyak upaya, dari mengirimkan surat resmi ke Komisi IV DPR, surat ke Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Kepagawaian Nasional, dan Kementerian Dalam Negeri.

“Namun sampai sekarang belum ada titik terang. Bahkan,  tahun 2017 mendatang banyak penyuluh perikanan terancam tak bergaji,” ujarnya.

Pihaknya menuntut agar pemerintah melaksanakan amanah UU Nomor 23 Tahun 2016.

“Jika tidak, Menteri Keuangan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan berpotensi melanggar undang-undang,” katanya.

Tuti menambahkan, langkah yang akan dilakukan selanjutnya ialah menulis surat terbuka kepada Presiden Joko Widodo.(*)

Laporan  Heartline Fm


Artikel Terkait

Jurus Jitu Isi Ulang Uang Elektronik Tanpa Biaya Tambahan

Gencarnya usaha pemerintah untuk mengajak warganya bermigrasi menggunakan uang elektronik (e-money) dengan tujuan mempermudah aktifitas keseharian, nampaknya tidak semudah itu dilaksanakan...

Mengenal Sosok Presiden Wanita Pertama Singapura

Ada yang unik pada pemilihan presiden Singapura tahun ini. Pasalnya, Singapura tidak perlu repot-repot menggelar pemungutan suara tahun ini.

Halimah Yacob, sang mantan Ketua Parlemen Singap...

Menilik Konflik Kemanusiaan di Rakhine

Konflik kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya di Rakhine, Myanmar, kembali terjadi dan menjadi sorotan dunia internasional. Berbagai lapisan masyarakat di berbagai negara turut prihatin akan kondisi...

Dunia Kecam Uji Coba Nuklir Korut

Korea Utara (Korut) yang terkenal sebagai negara komunis, telah mendapat banyak kecaman dari internasional. Pasalnya, Korut telah menggelar uji coba nuklir terbarunya pada Minggu (3/9) yang lalu. U...

Memperingati HUT RI Ke-72, Polda Banten Gelar Istighosah Kemerdekaan

Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Polda Banten menggelar acara Istighosah Kemerdekaan pada hari Sabtu (26/06/17) lalu. Acara dimulai sekitar pukul 20.30 dan ...