Heartline Network

AKHIRNYA TERUNGKAP! Inilah Rahasia Bisnis Orang Tionghoa

Etnis Tionghoa adalah contoh bangsa pendatang yang sukses di Indonesia. Sejarah mencatat bahwa etnis Tionghoa banyak mendominasi berbagai sektor penting di negara ini, diantaranya: pemerintahan, perdagangan, perekonomian, olahraga, kesehatan, dan lain-lain. Dari realita ini, tidaklah mengherankan apabila banyak taipan di Indonesia didominasi oleh masyarakat keturunan Tionghoa.

Menilik dari realita nyata ini, Heartline Coffee Morning, siaran program bincang pagi dalam edisi menyambut tahun baru imlek, Selasa (24/01/17) mengangkat topik: “Rahasia Bisnis Orang Tionghoa”. Acara tersebut menghadirkan ahli dan pembicara yang kompeten, diantaranya:

  1. Frans Budi Pranata (CMO Kinerjapay, Best CFO 2013, 2015 as CFO Zalora)
  2. Abraham Lembang (Investor Advisor)
  3. Djoko Kurniawan (Senior Business Consultant).

 

 “Kesulitan hidup dijadikan alasan untuk maju”, ujar Abraham Lembang menjelaskan tentang rahasia bisnis orang Tionghoa. Beliau menceritakan bahwa yang menyebabkan masyarakat Tiongkok pada waktu datang ke Indonesia saat itu dikenal dapat hidup dan berdagang dengan ulet adalah serangkaian faktor kesulitan hidup di Tiongkok sebelum mereka bermigrasi ke Indonesia. Faktor kesulitan hidup tersebut diantaranya, iklim cuaca yang dingin, minimnya sumber daya untuk diolah dan diusahakan, kondisi hidup yang sulit, banyaknya populasi masyarakat Tiongkok, dan sebagainya.

Dipicu oleh faktor kesulitan hidup yang sudah dijabarkan tersebut, untuk tetap bertahan hidup, mereka akhirnya memutuskan untuk bermigrasi ke berbagai penjuru bumi. Masyarakat Tiongkok yang datang ke Indonesia, dikenal sebagai pedagang yang ulet, gigih, rajin, pekerja keras, dan berani. Kegigihan yang mengharuskan diri mereka untuk berhasil di negeri orang, seolah sudah menjadi etos kerja yang sudah terprogram dalam pikiran mereka sebagai bangsa pendatang.

Djoko menerangkan bahwa masyarakat keturunan Tionghoa memiliki kebiasaan yang akhirnya menjadi salah satu rahasia sukses mereka, yang dimulai dari hal-hal keseharian sederhana yaitu, “Mengerjakan lebih dari pada yang orang lain lakukan, ditambah dengan doa”.

Djoko menegaskan bahwa, “Orang Tionghoa tidak pernah berada di comfort zone!”. Hal senada juga disampaikan oleh Abraham, bahwa oleh sebab itulah menjalin network sangat penting. Ia menambahkan, karena setiap network berarti adanya kesempatan. Belajar dari hal tersebut, Djoko menambahkan juga bahwa peluang sekecil apapun dalam kesempatan tersebut harus diambil, sehingga kita dapat belajar dari hal tersebut.

“Tidak ada orang sukses yang tidak pernah gagal!”, ujar Abraham. Beliau menggambarkan apabila berusaha dengan gigih saja masih belum bisa menjamin kesuksesan, apalagi tidak berusaha sama sekali. Namun Ia menambahkan bahwa resiko terbesar dalam hidup ialah apabila anda tidak pernah mencoba.

Abraham mengutarakan bahwa kesuksesan orang Tionghoa tidak terlepas dari hoki, “Kita perlu anugerah Tuhan!”, ujarnya. Beliau juga membagikan rahasia lainnya yaitu, kedinamisan dalam melihat peluang. Seperti peribahasa Tiongkok yang berbunyi, “Kembangkan layar, ikuti angin.”.  Peribahasa tersebut memiliki arti  dimanapun kita berada, kita harus terus berusaha dan dapat menyesuaikan diri dengan peluang yang tersedia di sekitar kita.

Acara yang dipandu oleh Jose Marwan dan Riama Silitonga tersebut, disiarkan pukul 08.00 – 09.30  langsung dari Coffee Shop Heartline Center - Lantai 4, Gedung Heartline Center, Jl. Permatasari No.1000 , Karawaci, Tangerang. Selain mengundang para pendengar untuk menyaksikan langsung acara bincang tersebut, pendengar juga dapat mendengarkannya di 100.6 Heartline Fm Radio Tangerang.


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...