Heartline Network

The Rise Of Servant Leadership

Di segala lini kehidupan, manusia dituntut untuk melayani. Baik secara profesional maupun dalam keseharian, manusia akan ikut serta dalam perannya untuk melayani ataupun dilayani.

Dalam rangka mengupas tentang kepemimpinan yang melayani dengan hati, Radio Heartline Tangerang menyiarkan program obrolan pagi Heartline Coffee Morning dengan topik The Rise of Servant Leadership. Program ini berlangsung pada Selasa (07/02/17) pukul 08.00 – 09.30 wib, bertempat di Heart Studio, Gedung Heartline Center Lt. 4.

Membicarakan tentang kepemimpinan yang melayani dengan hati, Raphael Udik Yunianto sebagai seorang Management Consultant menggambarkan bahwa, “Servant Leadership adalah the way of proceeding”. Alumni dari Sloan School of Management MIT ini menjelaskan bahwa, kepemimpinan yang melayani dengan hati adalah tindakan kontinuitas dalam jangka panjang  dan bermaksud untuk membentuk budaya melayani.

Berbicara tentang servant leadership juga sudah pasti tidak dapat dipisahkan dari peran pemimpin itu sendiri. Independent Commisioner dari PT  Bank ANZ Indonesia Jusuf Arbianto mengatakan bahwa, “Seorang leader harus memiliki mimpi (vision), naluri (instinct), nalar, dan nurani sebagai kemudi dalam kehidupan”. Berbagi pengalaman yang sudah dialami, Beliau mencontohkan bahwa bisnis perbankan bukanlah bisnis keuangan, namun merupakan bisnis kepercayaan. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan kepercayaan dari nasabah, bank harus melayani dengan sungguh-sungguh.

Di sisi lain, Senior Business Consultant Djoko Kurniawan menegaskan bahwa, “Pemimpin yang baik harus bisa berempati!”. Pemimpin dituntut harus dapat mencontohkan kesehariannya dalam hal melayani. Ia menggambarkan bahwa apabila seorang Chief Executive Officer (CEO) dari sebuah perusahaan dapat mencontohkan keseharian yang melayani dengan hati, maka karyawannya akan mencontoh. Namun, apabila seorang CEO hanya mempercayakan dan menuntut karyawannya dalam hal melayani, maka melayani dengan hati tidak akan menjadi budaya di perusahaannya. Ia menambahkan bahwa, harus ada keselarasan mindset dari pemimpin dan seluruh karyawannya dalam memberikan pelayanan dari hati.

Untuk menjadi seorang pemimpin yang melayani tentu saja wajib memiliki kriteria tertentu. Udik menjabarkan bahwa seorang pemimpin yang siap melayani, wajib memiliki kemampuan untuk: rendah hati, memiliki hati untuk selalu menolong, simpel, serta sadar lingkungan. Ia mengandaikan bahwa, apabila pemimpin tersebut menjumpai orang, pemimpin tersebut harus bertanggung jawab untuk memastikan orang yang dijumpainya pulang dengan menjadi pribadi yang lebih baik.

Leadership Trainer dan penulis buku Spiritual Leadership AM. Lilik Agung mengatakan bahwa, walaupun seorang pemimpin dituntut untuk dapat melayani dengan sepenuh hati, namun ia harus teguh dalam memegang prinsip-prinsip ditempat kerja. Lilik juga menegaskan bahwa, sang pemimpin harus tetap lembut dalam bertindak.

Di pihak lain, Jusuf menjelaskan bahwa seorang pemimpin yang memiliki jiwa melayani, harus memiliki empat as. Yang pertama ialah ikhlas, yaitu keikhlasan untuk terus merendahkan diri dan belajar untuk selalu melayani. Selanjutnya adalah cerdas, tegas, dan tuntas.

Gaya kepemimpinan juga memiliki beragam pilihan, lalu apakah kelebihan dari gaya kepemimpinan yang melayani ini? Udik menjawab bahwa, gaya kepemimpinan ini cocok diterapkan karena dapat membentuk karakter lingkungan yang mau melayani dengan tulus dalam jangka panjang. Sementara gaya kepemimpinan yang lain hanya berfokus pada kepentingan dalam jangka pendek, ujarnya.

Menutup obrolan, Djoko menyimpulkan bahwa memang melayani adalah hal yang sulit karena membutuhkan energi yang banyak. Namun, asalkan ada kemauan pasti dapat terlaksana.

Bincang pagi ini terasa begitu hidup karena interaktif dari berbagai pertanyaan dari para pendengar dan dihibur secara khusus oleh Asbak Band yang mempersembahkan beberapa buah lagu.

 

 

 

 

 

 

 


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...