Heartline Network

Entering Competition Era With Service

Pelayanan tidak dapat dipisahkan dari para pelaku usaha apapun. Apapun usaha Anda, baik penjualan barang atau jasa, pastikan Anda memberikan pelayanan yang prima kepada para pelanggan Anda.

Saat produk atau jasa Anda sudah jemu di pasar, saat begitu banyak competitor yang bermunculan, apakah yang dapat menghidupi usaha Anda? Ya betul, hanya service atau pelayananan yang prima yang dapat menyelamatkan usaha Anda.

Menyadari begitu pentingnya service dalam dunia usaha, Radio Heartline FM Tangerang kembali menyiarkan program bincang pagi Heartline Coffee Morning dengan tema Entering Competition Era With Service.

Bertempat di Heart Studio, Gedung Heartline Center – Lt. 4, program siaran ini diadakan pada hari Selasa (21/02/17) pukul 08.00 – 09.30 WIB kemarin. Acara dipandu oleh penyiar senior Radio Heartline, Jose Marwan dan Riama Silitonga. Adapun para pembicara yang kompeten di bidangnya hadir untuk mengisi acara, diantaranya: Djoko Kurniawan (Founder Service Academy), Yanni Sinulingga (Corporate PR of Tauzia Hotel Management), dan Ninda Ramandiani (Co-founder BloBar Salon).

Dalam pembahasan mengenai bagaimana memberikan pelayanan yang prima (excellent service), Djoko mengatakan bahwa, “Kita harus memenuhi keinginan customer, jika mungkin melampaui harapan customer”. Dengan begitu, pelayanan baru bisa dikatakan prima (excellent).

Lalu apa yang harus dilakukan kepada customer apabila barang, jasa, ataupun perusahaan kita menghadapi masalah berkaitan dengan force majeure? Djoko menjawab bahwa, perusahaan harus memberitahu keadaan atau permasalahan yang sebenarnya kepada customer, jangan sampai justru mereka mengetahui dari orang lain. Lalu, gunakanlah magic word dalam berkomunikasi dan memberi pengertian yang baik kepada customer. Niscaya, dengan komunikasi yang baik ini, customer akan tergugah dan memahami kondisi yang terjadi.

Tentu saja untuk memberikan service yang baik, Djoko mengatakan sangat diperlukan pelatihan yang khusus untuk para frontliner, karyawan, dan para pelaku usaha.

Dalam kaitan memberikan service yang berbeda untuk para pelanggan, BloBar Salon menerapkan berbagai proses, diantaranya:  konsultasi diawal, penyamaan ekspektasi, pemberian informasi yang lengkap, penandatanganan surat kontrak kerja, dan proses evaluasi hasil kerja dengan pelanggannya. “Ini semua kami lakukan, sebagai upaya meminimalisir complain”, ujar Ninda.

Berkaitan dengan complain terhadap perusahaan, Djoko menegaskan bahwa, complain merupakan salah satu ukuran keberhasilan perusahaan. Beliau mengatakan bahwa, apabila tingkat complain menurun, maka dapat dikatakan bahwa pelayanan atau service meningkat. Namun, tidak berarti bahwa apabila tidak adanya complain merupakan jaminan pelayanan Anda sudah sangat baik, ujarnya. Ia menambahkan bahwa, dengan adanya complain berarti ada perhatian lebih yang diberikan oleh customer yang berharap kita untuk memperbaiki barang, jasa, atau pelayanan yang diberikan, dalam rangka kesetiaannya untuk terus menggunakan barang atau jasa kita.

Beda customer, beda pula cara untuk menghadapinya. Djoko menguraikan bahwa secara umum terdapat, 4 karakter customer, diantaranya: dominan, intim, stabil, dan cermat. Djoko menegaskan, “10 menit pertama adalah kesempatan terbaik untuk melihat karakter customer”.

Manfaat dari mengetahui berbagai karakter dari customer adalah, agar kita tahu bagaimana menghadapi berbagai customer dengan service yang selalu prima.  Oleh sebab itu, Ia kembali menegaskan perlunya mengajari, mendidik, dan melatih customer service ataupun karyawan mengenai berbagai pelatihan tentang service, sehingga mereka dapat terlatih dalam memberikan pelayanan yang prima.

Lebih jauh, Djoko menjelaskan bahwa, perusahaan yang ada di Indonesia kurang memperhatikan service. Ia mencontohkan juga bahwa, kebanyakan service yang prima hanya dapat dilakukan saat keadaan penyedia barang atau jasa dalam keadaan sepi, sangat kurang saat keadaan ramai. Padahal seharusnya pelayanan yang diberikan harus tetap prima sekalipun dalam keadaan yang ramai pengunjung, sebagai rangkaian dari kerja yang tuntas, ujarnya.

Bincang pagi ini terasa begitu interaktif dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh pendengar. Tidak lupa, acara juga dimeriahkan oleh penampilan UNORI Band, yang mempersembahkan beberapa lagu yang apik untuk didengarkan. (IL)

 

 


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...