Heartline Network

Melawan Informasi Hoax, Intoleransi & Radikalisme di Dunia Maya

Maraknya sosial media, seakan menjadi corong aspirasi masyarakat saat ini. Namun seakan, kebebasan berpendapat tersebut kelewat kebablasan. Pasalnya banyak yang menggunakan media sosial hanya untuk menyebarkan informasi yang tidak benar kejelasannya (hoax), hasutan kebencian, hingga menyentuh ranah radikalisme di dunia maya.

Fenomena ini, kian menggelinding bak bola salju, terutama saat masa - masa pemilihan kepala daerah. Prihatin akan fenomena ini, Heartline Radio Tangerang kembali mengadakan rangkaian Heartline Coffee Morning dengan tema, “Sinergi Pemerintahan Daerah & Kepolisian Dengan Netizen Pemuda, Melawan Informasi Hoax, Intoleransi & Radikalisme di Dunia Maya”.

Acara bincang pagi ini, disiarkan secara langsung pada hari Selasa (25/04/17) bertempat pada Heart Studio, Gedung Heartline Center Lt. 4. Acara yang dipandu oleh penyiar kenamaan Heartline Radio Tangerang, Jose Marwan, Riama Silitonga, dan Elshakrist ini berlangsung dari pukul 08.00 – 09.30 WIB.

Pada kesempatan pagi ini, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar, secara khusus hadir untuk mendukung acara ini. Pagi ini, beberapa narasumber terkait juga turut hadir, diantaranya: H. Achmad Taufik (Kadispora Kab. Tangerang), H. Muhammad Mansyur Hasan (Wakil Ketua MUI Kab. Tangerang), dan H. Cucu Abdul Rosien M.Si (Ketua DPD KNPI).

Bincang ini dimulai dengan anjuran dari Zaki selaku Bupati Tangerang, yang menegaskan untuk tidak langsung menerima mentah-mentah berita atau informasi apapun dari telepon selular Anda. Ia berujar, jika berita yang Anda terima memuat berita sosial, isu SARA, hal sensitif, ataupun tindak kriminal, sebaiknya di konfirmasi terlebih dahulu atau dapat diabaikan saja. Hal ini pun disetujui oleh Taufik, selaku Kadispora Kabupaten Tangerang.

Zaki menjelaskan, pentingnya informasi dari dan bagi masyarakat melalui media sosial. Untuk itu, Ia membocorkan bahwa Ia memiliki grup pada jejaring Whatsapp, yang beranggotakan seluruh Kepala Dinas di Kabupaten Tangerang. Sehingga diharapkan berita atau informasi apapun yang berhubungan dari dan untuk masyarakat, berupa saran, keluhan, kejadian, himbauan pemerintah, atau informasi apapun, dapat segera direspon oleh dinas terkait.

Golongan muda yang dianggap paling menguasai teknologi informasi saat ini, bisa jadi salah kaprah menggunakan media sosial. Generasi muda seringkali justru ikut menyebarkan informasi hoax, hasutan kebencian, maupun nilai-nilai radikalisme di dunia maya. Jika sudah begini, nilai-nilai persatuan bangsa bisa luntur.

Menyikapi hal ini, untuk kemajuan mental Pemuda/i, Pemerintah Kabupaten Tangerang telah melakukan berbagai dukungan. Diantaranya: mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dari seluruh perwakilan SMU di Tangerang, guna menanamkan nilai kedisiplinan serta pembinaan mental pemuda; mengadakan pertukaran pemuda antar Negara; mengadakan diklat wirausaha; penambahan anggaran untuk kegiatan karang taruna; meningkatkan kegiatan olahraga; serta menghelat pemilihan Kang Nong Tangerang, sebagai corong untuk menginformasikan hal-hal positif bagi muda mudi di Tangerang.

Dengan memperbanyak sarana dan prasarana, pemuda/i diharapkan produktif menyalurkan energi positifnya, sehingga dapat mengeliminir hal-hal yang tidak berguna”, tegas Zaki.

Dari sudut pandang agama pun, H. Muhammad Mansyur Hasan mengatakan bahwa, setiap informasi yang kita terima, harus diteliti dan dikroscek terlebih dahulu.

Untuk mengeliminir hal-hal negatif yang dilakukan generasi muda pada media sosial, Taufik mengungkapkan bahwa keluarga dan pendidikan agama, memegang peranan penting dalam pembentukan mental anak sebagai fondasi untuk berinteraksi dengan lingkungannya. Hal ini senada dengan penjelasan H. Muhammad Mansyur Hasan.

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), sebagai induk berbagai organisasi kepemudaan juga menghadapi berbagai tantangan dalam hal membangun mental pemuda/i. Cucu mengatakan, “Saat ini yang menjadi tantangan KNPI Kabupaten Tangerang adalah bagaimana membangun potensi generasi muda yang luar biasa ini”.

Lebih lanjut Taufik berharap, generasi muda mampu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya hanya untuk melakukan hal yang positif dan yang berguna untuk masa depannya.

Di akhir perjumpaan, Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar menghimbau, agar mempergunakan media sosial dan teknologi informasi, hanya untuk pembangunan mental dan fisik saja. Menurut Beliau, “Pemuda sebagai agen perubahan, harus mampu berperilaku dan memberi informasi yang positif di media sosial”.

Sebagai persembahan spesial, acara bincang pagi ini sukses dihibur oleh penampilan musisi muda multi talenta Nadya Fatira, yang membawakan beberapa lagu yang asik untuk dinikmati. Salah satunya single terbarunya, yang berjudul Penyendiri. (HL/IL)

 

Sudahkan Anda cerdas menggunakan media sosial?

 

 


Artikel Terkait

Peran Pendidikan Dalam Dunia Startup

Banyak orang berkata bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Seseorang mampu bangkit kembali dari kegagalan jika ia sudah dilatih agar tahan banting. Dalam hal ini, pendidikan menjala...

Tidak Registrasi Nomor Pelanggan Sesuai Dengan NIK, Bersiaplah Diblokir!

Mulai tanggal 31 Oktober 2017, pelanggan jasa komunikasi Indonesia wajib meregistrasikan nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ketetapan ini telah diatur dalam Pera...

Bekerja dengan Hati

Sering kali terlihat orang yang bekerja tidak sesuai dengan kecintaannya pada bidang tersebut. Atau, bahkan itu yang Anda rasakan sendiri? Padahal bekerja sesuai kecintaan dan passion...

Masalah Bisa Menghasilkan Uang

Siapa yang akan mengira jika sebuah masalah mampu menjadi peluang untuk menghasilkan uang? Dalam dunia startup, masalah merupakan asal mula sebuah bisnis terbentuk. Solusi dari masalah yan...

Para Penulis Cinta

Novel salah satu karya sastra yang menarik banyak perhatian masyarakat. Khususnya, novel yang bergenre romantic atau love story, yang dinilai sangat menarik bagi...