Heartline Network

Mendidik Manusia Indonesia

Tepat pada hari ini, Selasa (02/05/17), Indonesia memperingati hari pendidikan nasional. Pada setiap tanggal yang sama, juga diperingati hari lahirnya Ki Hadjar Dewantara, Beliau dianggap sebagai Bapak Pendidikan Nasional di Indonesia.

Pada jaman kolonialisme Belanda, Ia berani menentang kebijakan Hindia Belanda, yang hanya memperbolehkan anak-anak keturunan Belanda atau orang kaya saja yang boleh menikmati pendidikan. Akibat keberaniannya itu, Ia harus menerima konsekuensi diasingkan ke Belanda. Namun, Ia tetap memegang teguh prinsipnya, sehingga sekembalinya Ia dari pengasingan, Ki Hadjar Dewantara mendirikan lembaga pendidikan Taman Siswa.

Dalam rangka menyoroti pendidikan di Indonesia, serta momentum memperingati hari pendidikan nasional yang jatuh pada hari ini Selasa (02/05/17), 100,6 FM Heartline Radio Tangerang mempersembahkan rangkaian program obrolan bincang pagi Heartline Coffee Morning. Pembahasan yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah “Mendidik Manusia Indonesia”.

Acara dipandu oleh penyiar kondang Heartline Radio Tangerang, Jose Marwan, Riama Silitonga, dan Elshakrist, yang setia menemani pendengar Heartline Coffee Morning pada pukul 08.00 – 09.30 WIB. Bertempat di Heart Studio, Gedung Heartline Center Lt. 4, berbagai narasumber turut hadir mengisi acara, seperti Claudia Inkiriwang  (Pendidik, Owner Surya Bangsa School), AM. Lilik Agung (Kolomnis, Pemerhati Human Capital Indonesia), dan Djoko Kurniawan (Mentor Bisnis Start Up Indonesia).

Teknologi milenial yang begitu pesat saat ini, pastilah membawa perubahan dari setiap aspek kehidupan. Maka tidaklah mengherankan bila sumber pengetahuan yang merupakan dasar utama pendidikan, tidak harus berasal dari buku.

Sumber pengetahuan tidak hanya dari buku,” ungkap Claudia.

Menurutnya pada masa kini, anak dapat mempelajari sesuatu dari lingkungan sekitar juga, contohnya dari pengalaman si anak. Terlebih mudahnya mengakses berbagai informasi yang diperlukan hanya dalam genggaman saja.

Sedangkan pemasalah utama pada pendidikan di Indonesia adalah pemerataan dan kualitas. Menurut Lilik, permasalahan ini, pada akhirnya akan menimbulkan kesenjangan, sehingga hanya kalangan atau level atas saja yang dapat menikmati manisnya pendidikan. Menurutnya, hanya mereka yang mampu menjangkau pendidikanlah, yang akan menikmati pendidikan yang berkualitas, sementara yang tidak mampu hanya bisa terpaku berharap mendapatkan tetesan ilmu.

Jika sudah demikian, lantas solusi apa yang tepat mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia ini? Masyarakat tidak mungkin berharap penuh pada pemerintah saja untuk membenahi pekerjaan rumah ini, diperlukan juga praktisi dan akademisi.

Butuh orang diberbagai wilayah untuk mendidik. Selain pemerintah, dibutuhkan praktisi dan akademisi pula, untuk bersama memperbaiki persoalan pendidikan di Indonesia,” ujar Djoko.

Persoalan pendidikan lainnya di Indonesia menurut Claudia adalah, pendidik yang hanya fokus pada daya ingat siswa saja, sehingga sudah menjadi label yang wajar apabila siswa harus dapat menghafal berbagai pelajaran.

Pendidik atau guru harus magang! Sehingga dia tau kebutuhan sumber daya manusia seperti apakah yang diperlukan di lapangan”, saran Claudia.

Dalam mendidik anak ataupun siswa, Claudia juga menekankan pada pencontohan perilaku dari orang dewasa, orang tua, dan pendidik.

Anak-anak tidak selalu mengikuti kata-kata mu, tetapi akan selalu mengikuti perilaku mu,” jelasnya.

Lebih lanjut dalam hal mendidik, Djoko menekankan perlunya keseimbangan dari 4 macam kecerdasan, diantaranya: kecerdasan intelektual, emosional, adversity (ketahanan), dan spiritual. Namun, seringkali pendidik cenderung hanya fokus pada satu macam kecerdasan saja, dan melupakan pentingnya keseimbangan pada kecerdasan yang lain.  

Serupa hal nya seperti pendidik dan pebisnis, ternyata yang menjadi tantangan utama yang dihadapi mereka adalah keberanian untuk keluar dari zona aman.

Tantangan utama pendidik maupun pebisnis adalah tidak berani keluar dari zona aman (hal kreativitas berinovasi),” tandas Djoko.

Demikianlah obrolan pagi ini dalam rangkaian program bincang pagi Heartline Coffee Morning, dalam edisi hari pendidikan nasional. Sepanjang program bincang pagi ini, suasana begitu hidup dengan berbagai persembahan lagu dari Cathyn. Tidak ketinggalan, musisi cantik yang memiliki tinggi semampai ini, juga menyanyikan single andalannya “Mencoba Mengalah”.

Jangan anggap remeh, persoalan pendidikan yang masih dialami Negara kita! Setiap kita punya kewajiban yang sama besar, untuk mendukung pemerintah untuk memperbaiki pekerjaan rumah ini, demi kualitas pendidikan yang lebih baik bagi anak cucu kita.

Yang mampu, wajib membantu yang tidak mampu mengenyam pendidikan. Lalu tindakan konkret apa yang bisa Anda lakukan?

Untuk Anda yang masih dalam usia pelajar, gunakanlah kesempatan dan fasilitas belajar yang sudah tersedia sebaik mungkin, sadar dan bersyukurlah karena Anda merupakan salah satu yang beruntung mengenyam manisnya pendidikan. Anda pun dapat membagi ilmu, yang Anda telah dapatkan selama ini, dengan mengajar anak-anak yang kurang mampu atau yang berada di daerah pedalaman.

Untuk Anda yang mampu secara finasial, Anda dapat berbagi berkat yang Tuhan berikan kepada Anda, dengan bergabung dalam program orang tua / teman asuh. Anda cukup menyisihkan sedikit uang Anda untuk pendidikan mereka, sebagai bukti kasih Anda.

Bagi Anda yang berprofesi sebagai tenaga pendidik ataupun memiliki lembaga pendidikan, janganlah menganggap mendidik siswa hanyalah pekerjaan Anda untuk mendapatkan penghasilan saja. Namun, milikilah kesadaran bahwa Anda turut mengemban kewajiban, untuk mencerdaskan bangsa ini.

Sepanjang program bincang pagi ini, suasana begitu hidup dengan berbagai persembahan lagu dari Cathyn. Tidak ketinggalan, musisi cantik yang memiliki tinggi semampai ini, juga menyanyikan single andalannya “Mencoba Mengalah”. (HL/IL)

Mari bersama benahi persoalan pendidikan di Indonesia!

 


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...