Heartline Network

How To Do Character Education?

Jika ditanya, setiap orang pasti ingin sukses. Namun, perlu proses yang tidak mudah untuk menuju kearah kesuksesan. Sukses bukan sekedar momentum di puncak tertinggi karir atau usaha, sukses juga berbicara tentang nilai-nilai yang wajib dimiliki untuk membentuk karakter dalam kehidupannya.

Hal tersebut diatas senada dengan apa yang diungkapkan oleh Raphael Udik Yunianto, seorang alumni dari MIT Sloan School of Management, “Sukses adalah ketika orang memiliki values yang membentuk karakternya”.

Ditemui dalam kesempatan yang sama, Djoko Kurniawan selaku Business Mentor, mencoba mengaitkan pandangan tentang pentingnya pendidikan karakter ini bagi dunia kerja. Ia mengatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara karyawan yang mendapat dan yang tidak mendapat pendidikan karakter, pada perusahaan tempat mereka bernaung. Beliau menegaskan bahwa, karyawan yang memperoleh didikan karakter dari pimpinan perusahaannya, memiliki daya serap yang lebih baik jika dibandingkan dengan karyawan yang tidak mendapatkan gemblengan pendidikan karakter.

Lebih lanjut, Djoko mengatakan bahwa daya serap karyawan yang lebih baik, sebagai hasil dari pendidikan karakter yang ditanamkan kepada mereka, akan meningkatkan performa perusahaan sehingga lebih produktif.

“Jika karyawan mendapat pendidikan karakter, maka daya serap mereka akan lebih baik, sehingga perusahaan akan lebih produktif,” ungkap Djoko.

Masih membicarakan tentang tema “How To Do Character Education?” dalam rangkaian siaran bincang pagi Heartline Coffee Morning, Selasa (16/05/17), yang disiarkan secara langsung oleh Radio Heartline Tangerang, suasana bincang pagi ini terasa begitu hidup oleh banyaknya pertanyaan dari para pendengar setia Radio Heartline. Penampilan spesial dari PASTO dengan beberapa lagu andalan mereka pun, tak kalah serunya menemani siaran bincang pagi ini.

Jika melihat fenomena yang akhir-akhir ini terjadi di Indonesia, mungkin kita dibuat bingung oleh kaitan antara pendidikan agama dengan pendidikan karakter. Lalu bagaimana cara untuk menyikapi orang-orang yang nampaknya terlihat begitu religius, namun amat disayangkan tidak diikuti oleh pembawaan karakter yang baik.

Menyikapi hal ini, Udik mengatakan bahwa, harus dibedakan terlebih dahulu antara pengertian orang yang religius dan orang yang beragama.  Beliau menegaskan bahwa, orang yang beragama, belum tentu seorang yang religius. Karena menurutnya, religiusitas itu hanya merupakan hubungan personal seorang individu dengan penciptanya.

“Religiusitas adalah hubungan personal pribadi individu dengan Sang Pencipta. Orang yang religius sudah pasti beragama. Namun, belum tentu orang yang beragama itu seorang yang religius,” ungkap Udik.

Hal yang sama juga diamini oleh Djoko, yang mengatakan bahwa banyaknya aktifitas rohani yang dijalani seseorang, bukanlah jaminan bahwa seseorang memiliki harta rohani.

“Aktifitas rohani bukanlah harta rohani,” tegas Djoko.

Sebagai seorang mentor yang juga banyak membimbing generasi muda, Djoko juga menyarankan agar sebelum memutuskan memulai bisnis, sebaiknya anak muda mencoba bekerja disebuah perusahaan terlebih dahulu. Hal ini menurutnya dimaksudkan agar, generasi muda mengalami proses pembinaan karakter dan gemblengan didikan dari pemimpin di tempat kerja. Menurutnya sebelum seseorang memimpin dan mendidik orang lain di lahan bisnisnya, pemimpin dan pendidik yang baik itu wajib telah mengalami proses didikan terlebih dahulu.

“Pendidik yang baik, harus mengalami proses didikan juga. Pebisnis yang baik, akan membiarkan anaknya bekerja ditempat lain dulu, agar mengalami proses didikan yang mantap,” terang nya.

Jadi jelaslah pendidikan karakter amat penting di segala lini kehidupan, termasuk untuk merubah bangsa. Ditemui dalam kesempatan yang bersamaan, Jessica Christina selaku Parenting Expert juga menyerukan agar masyarakat dapat melakukan perannya masing-masing dalam upaya memperbaiki bangsa.

“Karakter, penting untuk merubah bangsa. Lakukanlah peran masing-masing untuk memperbaiki bangsa,” tutup Jessica di akhir perbincangan pagi ini yang bertempat di Heart Studio, Gedung Heartline Center Lantai 4, Lippo Karawaci. (HL/IL)

Mari miliki dan terapkanlah nilai-nilai kehidupan yang positif, untuk memperoleh karakter diri yang baik!


Artikel Terkait

Presiden Jokowi dan Wapres JK Kompak Kenakan Pakaian Adat Saat Sidang Tahunan MPR

Ada penampilan yang unik dari Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, pada sidang tahunan MPR. Pasalnya, kedua figur pemimpin negara Indonesia ini, kompak menge...

Ironi Kelangkaan Garam Nasional

Terjadi kelangkaan pasokan garam di sejumlah pelosok tanah air. Salah satu penyebabnya dinilai karena anomali cuaca yang buruk akibat tingginya curah hujan, padahal seharusnya Indonesia sudah masuk...

Otoritas Keamanan Australia Sukses Gagalkan Teror Bom Pesawat

Otoritas keamanan Australia telah suskes menggagalkan rencana teror untuk meledakan sebuah pesawat komersial dengan menggunakan bom rakitan dan gas beracun. Bom tersebut diketahui telah dirakit men...

Waduh, Utang Pemerintah RI Naik Lagi!

Utang pemerintah Indonesia per akhir Juni 2017 tercatat mencapai Rp 3.706,53 triliun. Jika dibandingkan pada bulan Mei 2017, angka ini terbilang naik 34,19 triliun.

Sebagian besar utang pem...

E-mail Presiden Jokowi Dicatut

Tindak kriminalistas nampaknya tak pernah absen di dunia. Tidak pandang bulu, tindak kriminalitas dapat memburu dan menimpa siapa saja.

Kali ini bahkan Presiden Republik Indonesia Joko Wido...