Heartline Network

Mengobarkan Semangat Berbagi

Ada yang spesial setiap tanggal 30 Mei, pasalnya hari ini merupakan Hari Memberi. Lantas, apakah pemberian yang paling berharga itu?

Kahlil Gibran pernah menulis bahwa, “Pemberian yang paling berharga bukan dari hartamu, tapi pemberian dari hidupmu.”

Begitu juga sejarah yang telah mengajarkan kita bahwa, seseorang yang rela mempertaruhkan hidupnya dan rela mengorbankan hidupnya untuk orang lain, itulah pemberian yang terbesar yang pernah ada di muka bumi.

Ada orang yang berpikir bahwa untuk dapat berbagi, haruslah menunggu sampai mampu. Lantas kapankah Anda merasa mampu? Ironinya, justru ketika seseorang merasa mampu, ia memiliki kecenderungan untuk melupakan hal berbagi dengan sesamanya.

Ditemui saat siaran bincang pagi di Radio Heartline dengan tajuk program Heartline Coffee Morning pada Selasa, 30 Mei 2017, Djoko Kurniawan selaku Senior Business Consultant menekankan, “Jangan tunggu besar untuk berbagi! Kadangkala pebisnis lupa bahwa bisnis dibangun dari kinerja karyawan”. Padahal menurutnya, ketika owner bisnis mau berbagi, karyawan akan merasa dimanusiakan, sehingga kinerja karyawannya akan baik dan loyal.

Hal yang senada juga diungkapkan oleh PM. Susbandono selaku Senior Advisor BOD Star Energy, Ltd. Ditemui dalam program yang sama di Gedung Heartline Center pagi ini, mengatakan bahwa, “Hendaklah memberi bukan dari kelebihan kita, tetapi memberilah dari kekuranganmu”.

Berbagi ataupun memberi bukanlah perkara yang mudah, namun bukan tidak mungkin dilakukan. Seperti yang diungkapkan oleh seorang Parenting Expert, Holy Setyowati Sie, “Memberi akan mudah dilakukan jika diajari dari kecil, bahwa ada rasa bahagia setelah melakukannya”.

Dalam hal berbagi ataupun memberi, sebaiknya juga tidak dilakukan atas dasar keinginan untuk mendapat sesuatu. “Jangan memberi karena ingin mendapat sesuatu. Memberilah karena values, seperti halnya hormat pada orang tua,” ujar Susbandono. Lebih lanjut, Beliau mengingatkan bahwa jangan berhitung saat memberi. Jika setelah memberi ternyata kita mendapat berkat lebih dari Sang Pencipta, Ia mengungkapkan bahwa itu merupakan bonus yang harus disyukuri.

Tidak harus menunggu kaya, untuk dapat memberi. “Milikilah mental kelimpahan! Ciri orang yang memiliki mental ini adalah, ia tidak takut untuk memberi, apapun kondisinya,” tutup Susbandono. Beliau mengatakan bahwa dengan memiliki mental kelimpahan, seseorang akan merasa kuat, mampu, dan bersyukur karena dapat memberi atau berbagi sesuatu yang penting dari apa yang dimilikinya untuk orang lain.

Rangkaian program bincang pagi itu juga terlihat hidup dengan penampilan spesial dari LUSITA, seorang penyanyi muda cantik, asal Balikpapan. Bernaung dibawah label Ina Musik, LUSITA tampil menyanyikan single “Cinta Bukan Bisnis” dan beberapa lagu yang sangat merdu dinikmati lainnya. (HL/IL)


Artikel Terkait

Peran Pendidikan Dalam Dunia Startup

Banyak orang berkata bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Seseorang mampu bangkit kembali dari kegagalan jika ia sudah dilatih agar tahan banting. Dalam hal ini, pendidikan menjala...

Tidak Registrasi Nomor Pelanggan Sesuai Dengan NIK, Bersiaplah Diblokir!

Mulai tanggal 31 Oktober 2017, pelanggan jasa komunikasi Indonesia wajib meregistrasikan nomor pelanggan yang divalidasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Ketetapan ini telah diatur dalam Pera...

Bekerja dengan Hati

Sering kali terlihat orang yang bekerja tidak sesuai dengan kecintaannya pada bidang tersebut. Atau, bahkan itu yang Anda rasakan sendiri? Padahal bekerja sesuai kecintaan dan passion...

Masalah Bisa Menghasilkan Uang

Siapa yang akan mengira jika sebuah masalah mampu menjadi peluang untuk menghasilkan uang? Dalam dunia startup, masalah merupakan asal mula sebuah bisnis terbentuk. Solusi dari masalah yan...

Para Penulis Cinta

Novel salah satu karya sastra yang menarik banyak perhatian masyarakat. Khususnya, novel yang bergenre romantic atau love story, yang dinilai sangat menarik bagi...