Heartline Network

Mengelola Kemarahan Terhadap Anak

Pada umumnya orangtua memiliki keinginan untuk memperlakukan anaknya dengan sikap menghargai dan tenggang rasa, sebagaimana mereka memperlakukan orang dewasa lainnya. Namun pada kenyataannya, banyak orangtua yang ketika menghadapi anak yang tidak menurut, menjadi terbawa emosi. Dalam kondisi demikian, orangtua biasanya akan menaikkan nada suaranya dan memberikan ultimatum kepada anak, bahkan sampai memukul sang anak. Kemarahan biasanya muncul bila ada harapan atau ekspektasi yang tidak terpenuhi.

Dampak Negatif Kemarahan:

  1. Dalam konteks jangka panjang, kemarahan tidak menolong anak untuk belajar memilih apa yang baik dan benar.
  2. Saat orangtua mengekspresikan kemarahan pada anak akibat perilaku anak yang tidak pada tempatnya, orangtua sebenarnya sedang memfokuskan pikiran dan perhatiannya kepada sang anak. Pemberian perhatian yang penuh ini, walaupun dalam bentuk yang tidak menyenangkan, dalam beberapa kasus, justru dapat mendorong anak untuk terus melakukan perbuatan tersebut.
  3. Beberapa penelitian telah mengindikasikan bahwa kemarahan mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir. Oleh karena itu, bila orangtua dikuasai oleh perasaan marah, maka kecil kemungkinan ia dapat mengkomunikasikan dengan efektif apa yang ia ingin anaknya pelajari dan malah menimbulkan luka dalam hati anak.
  4. Anak memodel apa yang orangtua lakukan. Walaupun orangtua berulang-ulang memberikan nasihat kepada anak untuk mengelola perasaan marahnya dengan baik, kemungkinan besar anak akan meniru pola ekspresi kemarahan yang tidak terkendali yang dicontohkan oleh orangtua.

Sebagai orang dewasa, orangtua memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan anak untuk mengelola perasaan marah. Tentu saja, sebagai manusia, pasti akan ada saat dimana orangtua gagal mengelola perasaan marahnya dengan baik. Bila hal tersebut terjadi, orangtua tidak perlu terlalu berkecil hati. Selama kegagalan tersebut tidak dominan, kegagalan itu tidak akan menjadi penghalang yang besar bagi anak untuk belajar mengelola perasaan marahnya.

Sumber: http://ellenpatricia.com/?p= 2562

 

Info Training & Sertifikasi Konseling serta Artikel Konseling: www.ellenpatricia.com".
Facebook: Busur Emas
Leadership Coaching, Counseling, Parenting: www.busuremas.com

Ellen Patricia

Penulis adalah Pakar Parenting, Narasumber Program “Parenting with Heart” di 100.6 Heartline FM Radio Tangerang

 


Artikel Terkait

Mudik Bersama Si Kecil? Perhatikan Hal Ini

Perjalanan mudik seringkali membuat para orangtua was-was. Terutama untuk yang memiliki buah hati yang masih terlalu kecil untuk diajak berpergian jarak jauh. Untuk itu, hal apa saja yang perlu dip...

Mentor Orang Tua Penting Agar Anak Tak Jadi Korban Persekusi

Gelombang presekusi yang dikenal 'The Ahok Effect' itu muncul terutama setelah Ahok dipidana. Video mengenai seorang anak berusia 15 tahun yang tengah dikerumuni warga beredar di i...

Mengelola Kemarahan Terhadap Anak

Pada umumnya orangtua memiliki keinginan untuk memperlakukan anaknya dengan sikap menghargai dan tenggang rasa, sebagaimana mereka memperlakukan orang dewasa lainnya. Namun pada kenyataannya, banya...

Cara Guru Hindarkan Anak dari Seruan Kebencian dan Terorisme

Beberapa waktu belakangan, keamanan dan kenyamanan hidup bermasyarakat serta bernegara di Indonesia tengah diganggu aksi terorisme. Parahnya, bukan mereda aksi terorisme ini justru makin menjadi-ja...

Gadget Bikin Anak Tak Lagi Main Permainan Tradisional

Perkembangan teknologi banyak manfaatnya. Tapi bagi anak-anak, perkembangan ini menyebabkan anak-anak tak lagi mengenal permainan tradisional.

Berdasarkan catatan Forum Pemberdayaan Pe...