Heartline Network

Yuk, Kenalkan Permainan Tradisional Ke Anak!

Jaman sekarang, miris ya jika melihat anak-anak justru lebih asyik memainkan gadget, mereka justru terlihat asyik sendiri dengan permainan tersebut. Sangat berbeda yah, dengan permainan Ayah Bundanya yang lahir di sekitar tahun 90-an. Saat itu pengalaman Ayah Bunda pasti asyik dengan nostalgia bermain bersama teman-teman di halaman depan rumah.

Bunda saat itu asyik bermain lompat tali, congklak, engklek, dan ular naga  bersama teman sebayanya. Sedangkan pengalaman Ayah terbang saat mengingat kenangan bermain kelereng, galasin, dan gobak sodor bersama kawan-kawan.

Namun, sekarang era modern. Coba lihat taman-taman di sekitar rumah, pasti jarang melihat kumpulan anak yang bermain bersama. Mereka lebih memilih untuk bermain dengan gadgetnya.

Tahukah Ayah dan Bunda, ternyata permainan tradisional punya lebih banyak manfaat untuk si kecil loh. Makanya, yuk kenalkan dan temani anak bermain mainan tradisional!

Psikolog Anastasia Satriyo M, Psi menjelaskan bahwa permainan tradisional amat penting untuk melatih sensorik dan motorik anak loh. Ia mengatakan bahwa fondasi belajar Anak berada diusia 5-7 tahun pertamanya. Anak akan belajar melalui indra penglihatan, pendengaran, peraba, dan perasanya.

Psikolog yang akrab disapa Anas ini mencontohkan, permainan petak umpet dan galasin merupakan contoh permainan tradisional yang dapat melatih indra atau sensoris proprioseptif. Dengan berlari, anak akan melatih otot-ototnya. Secara bersamaan dapat melatih social skill anak seperti, kepekaan melihat orang lain, membuat strategi untuk diri sendiri hingga melakukan pemecahan masalah secara sederhana.

Tahukah, Anda? Ternyata Asosiasi Pediatric Amerika pun tidak menyarankan penggunaan gadget untuk anak usia kurang dari 2 tahun. Gadget lebih baik diperkenalkan saat anak memasuki usia 3-5 tahun, namun hanya boleh diberikan dengan durasi pemakaian 15 menit saja!

Tunggu apa lagi? Yuk, kenalkan permainan tradisional untuk si buah hati! Pasti seru deh melihat canda dan tawa mereka saat bermain permainan tradisional bersama Ayah Bunda dan Kakak Adiknya.

Editor: Irene Leonardi / HL - Karawaci


Artikel Terkait

Menghadapi Tantrum Pada Anak

Istilah tantrum merupakan istilah yang sudah lazim didengar oleh orang tua. Namun, bagaimana dengan calon orang tua atau orang tua muda yang baru menghadapi masalah tantrum pada anak.

Tantr...

Bunda, Ayo Cegah Kekerasan & Pelecehan Seksual Anak di Media Sosial!

Kecanggihan teknologi dan informasi memang terbukti mengubah dunia. Namun, tahukah bahwa ternyata juga hal tersebut juga turut bersumbangsih terhadap meningkatnya kekerasan dan pelecehan seksual te...

Yuk, Kenalkan Permainan Tradisional Ke Anak!

Jaman sekarang, miris ya jika melihat anak-anak justru lebih asyik memainkan gadget, mereka justru terlihat asyik sendiri dengan permainan tersebut. Sangat berbeda yah, dengan permainan Ayah Bundan...

PERAN ORANG TUA UNTUK SUKSES SANG ANAK

Setiap orang seperti tidak bisa lepas dari teknologi mereka masing-masing. Para orang tua pun kini cenderung memilih kesibukan masing-masing ketimbang merawat anak. Sehingga, banyak dari mereka mem...

Mudik Bersama Si Kecil? Perhatikan Hal Ini

Perjalanan mudik seringkali membuat para orangtua was-was. Terutama untuk yang memiliki buah hati yang masih terlalu kecil untuk diajak berpergian jarak jauh. Untuk itu, hal apa saja yang perlu dip...