Heartline Network

Memperkenalkan Perihal Uang Pada Anak

Di masa sekarang ini, adalah sudah biasa untuk anak-anak kecil paham akan perihal uang. Biasanya hal ini dimulai dari karena mendengar percakapan orang tua atau orang dewasa di sekitarnya terkait mulai dari faktor keadaan ekonomi, sampai karena faktor kebanggaan (pride). Yang menjadi kekhawatiran adalah keadaan polosnya jiwa anak-anak; apa pun yang mereka dengar atau lihat, itu mereka tiru tanpa mengerti apakah itu benar atau salah.

Salah satu kasus ironis tentang dampak negatif konsep uang pada anak adalah sekumpulan anak-anak dari keluarga berada yang mengucilkan seorang temannya karena ketahuan bahwa temannya itu berasal dari keluarga tidak mampu. Padahal sebelumnya mereka semua berteman akrab

Berikut beberapa pendekatan konsep uang yang dapat diterapkan pada anak:

 

  • Konsep bahwa uang bukan segalanya, uang itu hanya sebuah alat.

Ajar anak agar jangan mengingini kekayaan. Bahkan dalam kitab suci dituliskan bahwa cinta akan uang adalah akar segala kejahatan.

Anak-anak seringkali ingin membeli macam-macam barang, tapi tidak boleh oleh ayah dan ibunya. Jika tidak disertai penjelasan, maka anak akan tumbuh dengan pemikiran ‘seandainya suatu hari aku punya uang sendiri, maka aku bisa beli barang sesuka hatiku, tidak usah tunggu ayah/ibu’.

Penjelasan menjadi penting di sini untuk membiasakan anak mempelajari keinginannya, untuk tahu faedah atau daya guna dan untuk mengerti apa yang benar-benar adalah kebutuhannya (needs).

Kalau anak sampai suka dan mengutamakan uang, akan sulit nanti, mereka bisa berbuat apa saja demi mendapat uang. Jadi gelap mata, mencuri, menipu, berdusta, dsb

 

  • Konsep kedua adalah bahwa nilai manusia tidak ditentukan dari keadaan ekonominya.

Banyak orang tua jaman sekarang yang kewalahan menghadapi anaknya, khususnya saat anak memasuki usia ABG, mereka ingin gaya hidup yang melampaui kemampuan ekonomi orang tuanya. Akhirnya orang tua menjadi menderita akibat anak ikut-ikutan gaya hidup teman-temannya.

Walaupun mungkin ekonomi terbatas, kalau dalam sebuah keluarga ada cinta, anak tidak akan tega membuat orang tua susah demi untuk pamer. Ajari anak bahwa nilai internal jauh lebih penting dari nilai material.

Ajari anak untuk memiliki hati yang penuh kasih. Bimbing anak bahwa Tuhan itu tidak menilai fisik atau materi atau ketenaran atau keahlian seseorang, tapi Tuhan melihat hati.

Selain itu juga ajar anak jangan menilai orang lain karena keadaan ekonominya. Ajar anak bahwa semua orang sama di mata Tuhan, sama-sama adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa.

 

  • Konsep ketiga adalah tentang nilai yang harus dibayar.

Melalui uang, sistem transaksi jual beli ini mengajar anak secara riil tentang sebuah nilai yang harus dibayar jika kita menginginkan sesuatu. Ini adalah sesuatu yang lebih advance dari konsep sebab akibat yang telah anak pelajari di usia sebelumnya. Kemudian, next step-nya adalah mengajar anak tentang memberi, tentang berkorban. Membayar sebuah nilai demi kepentingan orang lain.

Rasa menghargai barang adalah baik, namun kita juga perlu mengajar anak tentang memberi, tentang berkorban, tentang membayar suatu harga atau nilai tertentu untuk mencapai tujuan yang lebih mulia.

 

  • Konsep keempat adalah tentang daya juang untuk memperoleh sesuatu.

Perjuangan adalah salah satu hal penting yang perlu dipelajari anak sejak dini agar anak menjadi tekun, ulet dan gigih. Seringkali orang tua memberikan reward atas hasil perjuangan anak.

Using money as a reward bisa bermanfaat baik pada anak, jika digunakan pada porsi yang tepat. Ini juga sebagai awal untuk memperkenalkan anak tentang bagaimana cara memperoleh uang agar anak lebih memahami dan lebih menghargai nilai uang. Dapat pula digantikan dengan barang tertentu.

Yang perlu diperhatikan oleh orang tua dan pendidik adalah pemberian reward berlebihan kepada anak atas sebuah perjuangan yang kurang siginifikan, akan membuat anak mempunyai daya juang yang rendah.

 

  • Konsep kelima dan terakhir adalah tentang menabung

Konsep menabung penting diajarkan pada anak agar anak belajar sabar dan belajar untuk membuat planning jangka panjang. Hal ini juga bisa digunakan untuk mengajar anak untuk mengendalikan keinginannya.

Sambil menabung, orang tua dan pendidik juga dapat memberikan penjelasan tentang bagaimana penggunaan tabungannya kelak, agar setara dengan usaha atau perjuangan menabungnya selama ini.

 

Disarikan dari program “Heartline Coffee Morning”

Radio Heartline 100.6 FM, Edisi Rabu, 13 September 2017.

Narasumber: Jessica Christina, S.Sos., MM. (Ketua Yay. Rumah Tuhan)

 


Artikel Terkait

Bingung Membawa Anak Liburan Kemana?

Liburan bersama keluarga memang paling menyenangkan, apalagi jika tempat yang dikunjungi menarik. Menghabiskan waktu dan saling berbagi bersama keluarga adalah hal yang wajib dilakukan orang tua ke...

Katakan Tidak Pada Tawuran

Periode Januari 2010-Juli 2015, tercatat kategori pelaku tawuran pelajar menjadi kasus  tertinggi kedua pengaduan anak dengan jumlah 325 orang

Harvest Christian School Gelar Open House Bersama Brandon Salim

Harvest Christian School adalah sebuah sekolah yang terus berkembang dengan pesat yang berlokasi di Lippo Sentral Karawaci.

Sekolah ini didirikan sejak tahun 2008, Harvest Chri...

Memperkenalkan Perihal Uang Pada Anak

Di masa sekarang ini, adalah sudah biasa untuk anak-anak kecil paham akan perihal uang. Biasanya hal ini dimulai dari karena mendengar percakapan orang tua atau orang dewasa di sekitarnya terkait m...

Menghadapi Tantrum Pada Anak

Istilah tantrum merupakan istilah yang sudah lazim didengar oleh orang tua. Namun, bagaimana dengan calon orang tua atau orang tua muda yang baru menghadapi masalah tantrum pada anak.

Tantr...