Pendidikan Seksual pada Anak? Apakah Penting?

Written by on October 2, 2018

Pelecehan seksual sudah banyak terjadi di Indonesia bahkan di dunia, dan kebanyakan korbannya adalah anak-anak. Tidak hanya menjadi korban, tetapi menjadi pelaku tindakan asusila ini dan itu adalah anak-anak yang belum cukup umur. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut diantaranya pergaulan bebas, salah pergaulan, penipuan di media sosial, dan orang tua yang tidak memberikan edukasi tentang pendidikan seks sejak dini. Apakah itu penting? Bagaimana cara menjelaskannya saat anak tersebut masih kecil? Apa yang harus dilakukan orang tua dalam memperlengkapi pengetahuan anak mengenai seks sesuai dengan tahap perkembangannya?

Program Parenting with Heart tanggal 8 September 2018 dengan judul “Pentingkah Pendidikan Seks untuk Anak?”, dengan narasumber Parenting Counseling Yayasan Busur Emas, yaitu Franky Yusman, MTh. Memberikan informasi mengenai, apakah penting pendidikan seks untuk anak.

“Ada yang mengatakan gak penting, karena untuk sekarang pendidikan di sekolah udah buat pusing. Waktu besar mereka akan tahu sendiri, dikarenakan orang tua juga tidak diajarin saat kecil. Di sekolah juga diajarin, kalau anak makin tau jadi bahaya dan jadi tejerumus dan mencoba”, jawab Franky sembari memberikan contoh.

Apakah penting dan apa pengaruhnya?

  1. Anak Zaman now (Z, milenial, digital) sangat mudah medapatkan akses informasi. Pertama, Tidak semua informasi sesuai atau baik sama anak, kedua, informasi yg didapat bukan dari sumber yang sama. Begitu mudah mendapatkan informasi yg banyak, maka ortu perlu membekali anak soal hubungan tersebut,
  2. Anak sekarang lebih nyaman berbicara tentang seks bersama teman atau sesama teman dikalangan yg sama, dan informasi yang didapat belum tentu benar, maka orang tua perlu memberikan edukasi,
  3. Siapa yang paling bertanggung jawab? Pasti orang tua. Banyak orang tua yang mengatakan kalau itu bukan tanggung jawab ortu, karena sudah menyerahkannya ke pihak luar seperti sekolah dan komunitas, dan
  4. Penting, Zaman sekarang anak-anak terhindar baik sebagai korban atau pelaku dari pelecehan seks atau kekerasan seks yang banyak terjadi. Kenapa? Jaman sekarang mudah masuk ke dunia maya dengan sosial media dan menjadi sasaran adalah anak” dan ada yang memalsukan data dengan maksud tertentu, jadi ada yg kenalan, minta ketemu, lalu terjadi hal-hal tertentu. Itu sebabnya perlu edukasi seks dari ortu.

Mengutip dari hasil penelitian diadakan balai besar penelitian dan pengembangan pelayanan kesejahteraan sosial yg bekerja sema dengan LSM dari Juni sampai Agustus 2017 di lima kota besar di Jakarta, Jawa Tengah, Jogjakarta, Nusa Tenggara Timur (NTB), dan Sulawesi Selatan. Faktor-faktor yang mempengaruhi anak melakukan kekerasan seksual pornografi 41%, teman sebaya 33%, historis pernah jadi korban, keluarga (broken home, tidak nyaman di rumah), dan lain-lain (narkoba, obat-obatan). Dari hasil pendidikan seks itu penting.

Tahapan perkembangan untuk pendidikan seks. Harus sesuai dengan tahap perkembangan dan tidak bisa di sama ratakan

  1. Anak usia 3-5 tahun (balita)

Anak-anak diajarkan pada bagian-bagian tubuhnya (seperti telinga, mata, kaki), dan diajarkan bagian tubuh mana yang privat dan tidak boleh dilihat dan disentuh oleh orang lain. Harus mengenalkan alat kelamin pria dan wanita dan namanya apa. PENTING! Saat mengajarkan alat kelamin pada anak-ank jangan menggunakan istilah lain (karena ortu merasa malu). Ini merupakan kondisi yang kurang baik, harus memberitahukan yang sebenarnya. Kalau diajarkan dengan istilah lain maka akan timbul konotasi yg lain. Misalnya alat kelamin pria itu penis, kalo wanita vagina. Kalau kasih tahu yang lain maka anak itu juga bingung dan beda persepsi. Saat balita, mungkin anak nanya, kenapa punyaku beda dengan yg lain? Jelaskan dengan yang sesuai.

  1. 6 – 12 tahun (SD)

Dipersiapkan untuk masuk ke masa pubertas. Jadi mulai ada rasa tertarik sama lawan jenis. Misalnya saling mengejek satu ssama lain. Ortu harus ngajarin bagaimana merseponnya, hakekat pria gimana wanita pun gimana. Mulai diajarin dengan bahasa yg mulai kompleks. Diajarin konsep pernikahan dalam pandangan Tuhan seperti apa.

  1. 13-19 tahun (SMP dan SMA)

Masa usia pubertas. Harus diajarkan tentang bagaimana menghadapi menstruasi (untuk wanita) harus dilakukan keluarga yang perempuan. Kalau laki-laki tentang mimpi basah (sebelum mengalami, harus diberitahu dahulu). Mulai mengalami perubahan dari fisiknya. Ini perlu dijelaskan. Pada usia ini, program reproduksi anak sudah bisa buahi. Hibungan seks, sel telur, sperma, jadi anak bisa tau bahayanya seperti apa. Dan dalam hal ini orang tua juga harus belajar dengan bagaimana cara menyampaikannya. Pada usia ini juga dorongan seksual udah besar, jadi harus kasih penjelasan bagaimana mengatasi dan meresponinya.

Penting bagi orang tua untuk menjaga hubungan dan komunikasi dengan anak. Anak tidak mungkin terbuka dengan ortunya klo tidak nyaman. Orang tua harus bisa menjaga suasana, kondisi dan keadaan biar anak nyaman, aman, enak membicarakan hal-hal seks kepada orang tuanya (perempuan ke ibu, laki-laki ke ayah). Jikalau salah satu sudah meninggal atau broken home, mintalah sanak saudara yang sudah dewasa atau menikah. Jadi, orang tua jangan menuduh, memvonis, dan memarahi anak jika membicarakan tentang seks. Kalau tidak membuat nyaman, anak ‘lari’ ke teman-temannya, yang memiliki informasi kurang akurat.

Penting untuk diajarkan dan disampaikan:

  • Menjaga kebersihan alat kelamin
  • Mau masuk kamar orang lain izin terlebih dahulu
  • Pakai pakaian yg sopan dan rapi, jangan pakai pakaian yg ketat
  • Rajin membersihkan dan menggunting kuku
  • (untuk perempuan) menggunakan bra yang tidak ketat
  • Jangan pergi berduaan dengan teman lawan jenis, atau yang baru kenal
  • Memberikan edukasi tentang masturbasi

Bagaimana cara memberikan pendidikan seks untuk anak:

  1. Harus memperkenalkan bagian tubuh yg privat tidak boleh disentuh, dilihat oleh orang lain, ada 4 bagian tubuh yg tidak boleh:
  • Bibir
  • Dada
  • Alat reproduksi
  • Pantat

Jadi ajarkan anak tidak boleh membuka baju di tempat umum atau terbuka.

  1. Anak diajarkan konsep perbedaan jenis kelamin. Ajarkan konsep menggunakan toilet. Berpakaian. Mis: ada anak perempuan tidak mau pakai rok. Pakaian ini menunjukan identitas diri. Aksesorisnya pun juga
  2. Tanamkan budaya malu. Biar anak tau diri, bisa menghargai diri sendiri, bisa tau batasan, bisa tau bersikap dengan lawan jenis. Ketika mau tuker baju harus di tempat yang tertutup.
  3. Tumbuhkan rasa percaya diri anak ke ortu.
  4. Awasi pemakaian gadget
  5. Ortu harus ada waktu dengan anak untuk berdiskusi dengan anak tentang seks, diwaktu yang pas juga

Kesimpulan, Seberapa penting pendidikan seks pada anak?

  1. Anak jaman sekarang sangat mudah mendapat infor dari berbagai sumber (contoh film porno)
  2. Merasa lebih nyaman ngomong ke temannya
  3. Orang tua paling bertanggung jawab
  4. Menghindari anak sebagai korban dan pelaku.

Penulis: Sella Eliadita Wahyudi

Full audio


Current track
Title
Artist