Resistensi Antibiotik

Written by on December 18, 2018

Antibiotika dalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi bakteri. Sejak ditemukannya penicilin pada tahun 1928 oleh Alexander Fleming, perkembangan antibiotik mulai berkembang pesat. Antibiotik dapat membedakan antara sel manusia dengan bakteri dengan cara mempengaruhi komponen-komponen bakteri yang tidak terdapat dalam sel manusia, seperti dinding sel bakteri.

 Resistensi antibiotik terjadi ketika bakteri mengembangkan kemampuan untuk mengalahkan obat yang dibuat untuk membunuh bakteri. Ketika bakteri menjadi kebal, antibiotik tidak dapat melawannya dan bakteri berkembang biak. Bakteri menjadi kebal terhadap antibiotik karena penggunaan berlebihan dan penyalahgunaan antibiotik memungkinkan perkembangan bakteri resisten antibiotik. Setiap kali seseorang meminum antibiotik, bakteri yang sensitif terbunuh, tetapi bakteri yang resisten dibiarkan tumbuh dan berkembang biak.

Bakteri dapat menjadi resisten terhadap antibiotik melalui beberapa cara. Beberapa bakteri dapat “menetralkan” antibiotik dengan mengubahnya dengan cara membuat bakteri tidak berbahaya. Bakteri dapat mengubah struktur luarnya sehingga antibiotik tidak memiliki cara untuk menempel pada bakteri yang dirancang untuk membunuh. Setelah terkena antibiotik, terkadang salah satu bakteri dapat bertahan hidup karena menemukan cara untuk melawan antibiotik. Jika satu bakteri menjadi resisten terhadap antibiotik, antibiotik dapat melipat gandakan dan mengganti semua bakteri yang terbunuh. Itu berarti bahwa paparan antibiotik memberikan tekanan selektif membuat bakteri yang bertahan hidup lebih mungkin menjadi resisten.

Lalu, apa yang dapat kita lakukan agar tidak memperburuk keadaan? Yang paling penting yaitu konsumsi antibiotik sesuai anjuran dokter. Habiskan antibiotik yang telah diberi selama jangka waktu yang telah disampaikan walau sudah merasa sehat sebelum antibiotik itu habis. Kemudian, jangan berbagi antibiotik dengan orang lain. Untuk mencegah infeksi kita bisa menerapkan hidup sehat dan higienis dengan mencuci tangan secara teratur. Hindari kontak dengan sumber infeksi. Tetaplah menerima vaksinasi sesuai anjuran dokter dan pemerintah.

Selain itu, untuk tenaga medis seperti dokter juga bisa mengambil peran dalam mengontrol resistensi antibiotik dengan menggunakan atau memberi antibiotik pada pasien jika sangat diperlukan saja. Berikan antibiotik yang tepat, dengan dosis yang tepat, dan tentunya pada jangka waktu yang tepat. Pastikan pasien menerima vaksin yang mutakhir agar mampu melawan dan menghindari infeksi bakteri. Cegah infeksi dengan menjaga kebersihan dan kehigienisan tangan, peralatan, dan lingkungan.

Permasalahan resistensi antibiotik patut diperhatikan oleh setiap orang mulai dari pemerintah, tenaga medis, hingga setiap komunitas manusia karena tanpa adanya tindakan yang tepat dan segera, infeksi ringan dapat menjadi fatal.


Current track

Title

Artist