Salah Kaprah Usus Buntu

Written by on January 4, 2018

Banyak orang salah kaprah antara usus buntu dan penyakit usus buntu. Mungkin bisa jadi Andapun keliru memahaminya. Lantas apakah perbedaannya? Radio Heartline FM Tangerang kembali menyiarkan program “Dokter Menjawab” bersama RSU Siloam, yang akan membahas topik ini.

Andry Sp.B menjelaskan bahwa penyakit usus buntu adalah peradangan atau pembengkakan apendiks atau usus buntu. Sedangkan usus buntu adalah organ berbentuk kantong kecil dan tipis berukuran 5 hingga 10 cm yang terhubung pada usus besar.

Penyakit usus buntu atau apendisitis berpotensi memicu komplikasi yang serius. Apendisitis merupakan penyakit umum yang bisa menyerang siapa saja. Diketahui bahwa kalangan muda yang berusia 10 sampai 30 tahun adalah kelompok orang yang paling sering mengalami kondisi ini. Tindakan pengangkatannya pun tidak mempengaruhi kesehatan.

Gejala utama pada penyakit usus buntu adalah sakit perut. Meski demikian, tidak semua jenis sakit perut akan berujung pada apendisitis. Sakit perut yang mengindikasikan penyakit ini biasanya berawal di perut bagian tengah. Pada fase awal, rasa sakit akan datang dan pergi. Beberapa jam kemudian, rasa sakit akan berpindah ke perut kanan bawah (tempat usus buntu berada) sebelum akhirnya bertambah parah dan terus menerus terasa sakit.

Rasa sakit juga akan bertambah parah ketika terjadi penekanan pada bagian perut tersebut. Begitu juga pada saat Anda batuk atau berjalan. Beberapa gejala lain yang dapat menyertai sakit perut itu antara lain: kehilangan nafsu makan, perut kembung, tidak bisa buang gas, mual dan muntah, konstipasi atau diare, demam.

Penyebab penyakit ini pun belum diketahui dengan pasti, sehingga pencegahannya juga belum diketahui. Meski demikian, sebagian besar apendisitis diperkirakan terjadi akibat tersumbatnya “pintu masuk” menuju  usus buntu oleh tinja, atau kelenjar getah bening yang membengkak dalam dinding usus. Peyumbatan biasanya akan menyebabkan inflamasi dan pembengkakan. Yang mengkhawatirkan apabila tekanan pembengkakan akan memicu pecahnya usus buntu.

Letak usus buntu yang berbeda-beda pada setiap orang, menyebabkan sulitnya proses diagnosis. Untuk itu, dokter biasanya akan menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien sebelum mengadakan pemeriksaan lebih lanjut yang berupa: pemeriksaan fisik, tes darah, tes urine, CT Scan / USG, serta pemeriksaan organ intim dan tes kehamilan bagi wanita yang belum menopause.

Sebagai langkah utama pengobatan penyakit usus buntu adalah melalui prosedur operasi pengangkatan usus buntu, yang dikenal dengan istilah apendektomi. Penelitian menerangkan bahwa usus buntu tidak memiliki fungsi yang penting bagi tubuh, sehingga pengangkatannya tidak akan menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Sehingga menjalani operasi akan jauh lebih aman daripada menunggu hasil konfirmasi adanya peradangan usus buntu. Operasi ini pun memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi.

Ada dua jenis apendektomi, yaitu operasi laparoskopi (‘lubang kunci’) dan bedah sayatan terbuka. Kedua jenis tindakan ini, memerlukan pembiusan total. Operasi laparoskopi dianjurkan bagi pasien manula atau penderita obesitas, karena hanya memerlukan sayatan kecil, dan mempunyai masa pemulihan yang lebih cepat. Sementara bedah sayatan terbuka dilakukan apabila usus buntu sudah pecah dan infeksinya sudah menyebar. Jika kondisi ini terjadi, maka lewat operasi ini usus buntu akan diangkat dan rongga perut dibersihkan.

Anda mengalami gejala diatas? Segera konsultasikan dengan dokter! Penanganan yang tepat dan cepat, akan mempercepat proses kesembuhan Anda.

Editor: Irene Leonardi / Heartline Tangerang

 

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan?

Dengarkan program Dokter Menjawab.

Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB.
Hanya di Radio Heartline FM Tangerang 100,6 FM
Live Streaming di www.heartline.co.id
Apps: Heartline – Karawaci
Youtube & Soundcloud: Heartline Network


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST