WASPADA: Melemahnya Otot Jantung Di Akhir Kehamilan

Written by on January 16, 2018

Tangerang – Masa-masa kehamilan, memang harus diwaspadai oleh ibu hamil. Di trimester awal kehamilan, kondisi janin kerap dianggap lemah. Tidak hanya itu, ternyata di masa akhir kehamilan, banyak juga para ibu yang didiagnosa mengalami Peripartum Cardiomyopathy.

Definisi Peripartum Cardiomyopathy (PPCM) ini secara simpel dalam bahasa awam adalah melemahnya otot jantung yang terjadi di akhir masa kehamilan hingga lima bulan pasca melahirkan, tanpa penyebab lain yang diketahui. Peripartum sendiri memiliki arti di sekitar kehamilan.

Tingkat keseriusan penyakit ini diukur dengan EF (ejection fraction), yaitu persentase darah yang dipompa keluar oleh jantung dalam setiap denyut. EF normal adalah sekitar 60%. EF ini bisa diketahui melalui pemeriksaan USG jantung atau Echocardiogram (ECG). Pada kasus ppcm ini, angka EF akan mengalami penurunan. Semakin kecil angka EF, artinya penyakit semakin parah. Tetapi, tingkat keparahan penyakit tidak mempengaruhi kemampuan recovery. Maksudnya, pasien dengan EF yang sangat rendah (artinya penyakitnya sangat parah), bisa saja pulih sepenuhnya (completely recovered).

Periode recovery pun berbeda-beda. Ada pasien yang fungsi jantungnya tidak kembali normal sepenuhnya meskipun telah menjalani terapi selama 6 bulan atau lebih. Tapi ada juga yang berhasil sembuh total hanya dalam waktu 2 minggu. Kabar baiknya, ppcm ini termasuk jenis penyakit yang tingkat recovery-nya cukup tinggi.

Sebenarnya apa penyebab dan gejala dari Peripartum Cardiomyopathy ini? Bersama dr. Indah Sukmawati, Sp JP dari RSU Siloam, Radio Heartline FM Tangerang mencoba menyajikan pembahasannya untuk Anda lewat program “Dokter Menjawab”.

Sampai sekarang penyebab ppcm memang belum diketahui secara pasti. Tapi diduga berhubungan dengan penyakit jantung koroner, infeksi virus, kebiasaan minum alkohol, merokok, obesitas, dan malnutrisi. Kita hanya bisa waspada terhadap faktor resiko yang mempengaruhi timbulnya ppcm, seperti hipertensi, kehamilan di atas usia 35th, dan kehamilan multipara (lebih dari satu kali), ujar Indah.

Meskipun penyebabnya belum jelas, tapi ada tanda-tanda yang bisa kita kenali, yaitu: gampak capek, sering buang air kecil, kaki/tangan bengkak, dan sesak nafas (biasanya disertai batuk parah). Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan foto thorax dan ECG. Kalau hasil foto menunjukkan adanya pembengkakan jantung dan paru-paru ‘banjir’, patut dicurigai adanya ppcm. Selanjutnya dokter jantung akan melakukan pemeriksaan ECG untuk memeriksa kondisi jantung, terutama mengukur fungsi pompa jantung.

Untuk proses penyembuhan sendiri, penderita ppcm harus menjalani terapi minimal selama 6 bulan. Selama masa itu, pasien harus siap dan sabar minum berbagai macam obat. Karena dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghilangkan gejala-gejala yang dialami, seperti bantuan oksigen dan obat untuk mengatasi sesak nafas, obat untuk ‘menguras’ cairan dari paru-paru, obat untuk menurunkan tekanan darah, dll. Kadang-kadang, obat akan lebih banyak jika ada penyakit lain yang menyerti.

Secara medis, obat-obatan yg diberikan terdiri dari 3 macam, yaitu:

  1. Golongan ACE (angiotensin converting enzyme) inhibitor : untuk membantu jantung bekerja lebih efisien meskipun dengan kondisi pompa yang lemah
  2. Golongan Beta blocker : obat ini membantu jantung berdenyut lebih lambat sehingga memperbesar kemungkinan recovery
  3. Diuretic : Membantu mengurangi penumpukan cairan

Disamping pemberian obat-obatan, ada beberapa pantangan bagi penderita ppcm, seperti tidak boleh melakukan aktivitas fisik berlebihan, dan pembatasan asupan cairan. Untuk mengetahui perkembangan proses penyembuhan, biasanya dokter juga akan melakukan ECG setiap 3 bulan sekali. Hasil pemeriksaan ini akan menentukan langkah terapi selanjutnya. Jika setelah 6 bulan angka EF kembali ke angka normal (minimal 40%, tapi bagusnya sih 60%) maka biasanya pengobatan bisa dihentikan. Tapi ada juga dokter yang menyarankan untuk melanjutkan terapi sampai 1 tahun pasca melahirkan.

 

Ingin berkonsultasi seputar kesehatan?

Dengarkan program Dokter Menjawab.

Setiap Senin, Rabu, dan Jumat, pukul 13.00 WIB.

Hanya di Radio Heartline FM Tangerang 100,6 FM
Live Streaming di www.heartline.co.id
Apps: Heartline – Karawaci
Youtube & Soundcloud: Heartline Network

 

 


Current track
Title
Artist