Yuk, Kenalkan Permainan Tradisional Ke Anak!

Written by on August 23, 2017

Jaman sekarang, miris ya jika melihat anak-anak justru lebih asyik memainkan gadget, mereka justru terlihat asyik sendiri dengan permainan tersebut. Sangat berbeda yah, dengan permainan Ayah Bundanya yang lahir di sekitar tahun 90-an. Saat itu pengalaman Ayah Bunda pasti asyik dengan nostalgia bermain bersama teman-teman di halaman depan rumah.

Bunda saat itu asyik bermain lompat tali, congklak, engklek, dan ular naga  bersama teman sebayanya. Sedangkan pengalaman Ayah terbang saat mengingat kenangan bermain kelereng, galasin, dan gobak sodor bersama kawan-kawan.

Namun, sekarang era modern. Coba lihat taman-taman di sekitar rumah, pasti jarang melihat kumpulan anak yang bermain bersama. Mereka lebih memilih untuk bermain dengan gadgetnya.

Tahukah Ayah dan Bunda, ternyata permainan tradisional punya lebih banyak manfaat untuk si kecil loh. Makanya, yuk kenalkan dan temani anak bermain mainan tradisional!

Psikolog Anastasia Satriyo M, Psi menjelaskan bahwa permainan tradisional amat penting untuk melatih sensorik dan motorik anak loh. Ia mengatakan bahwa fondasi belajar Anak berada diusia 5-7 tahun pertamanya. Anak akan belajar melalui indra penglihatan, pendengaran, peraba, dan perasanya.

Psikolog yang akrab disapa Anas ini mencontohkan, permainan petak umpet dan galasin merupakan contoh permainan tradisional yang dapat melatih indra atau sensoris proprioseptif. Dengan berlari, anak akan melatih otot-ototnya. Secara bersamaan dapat melatih social skill anak seperti, kepekaan melihat orang lain, membuat strategi untuk diri sendiri hingga melakukan pemecahan masalah secara sederhana.

Tahukah, Anda? Ternyata Asosiasi Pediatric Amerika pun tidak menyarankan penggunaan gadget untuk anak usia kurang dari 2 tahun. Gadget lebih baik diperkenalkan saat anak memasuki usia 3-5 tahun, namun hanya boleh diberikan dengan durasi pemakaian 15 menit saja!

Tunggu apa lagi? Yuk, kenalkan permainan tradisional untuk si buah hati! Pasti seru deh melihat canda dan tawa mereka saat bermain permainan tradisional bersama Ayah Bunda dan Kakak Adiknya.

Editor: Irene Leonardi / HL – Tangerang


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST