Aksi Damai Dukung Menkeu Menaikkan Cukai Rokok

Written by on September 20, 2019

Hari ini, Kelompok Jaringan Peduli Masalah Konsumsi Rokok melakukan aksi damai di depan Kantor Kementerian Keuangan RI di Jalan Dr. Wahidin Raya, Jakarta Pusat. Aksi damai ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terkait pengumuman yang disampaikan untuk menaikkan cukai rokok. Diharapkan, Sri Mulyani dan jajarannya memegang komitmen mereka untuk menaikkan cukai rokok sebesar 23% atau lebih. Diharapkan pula Sri Mulyani segera menuangkan komitmen tersebut dalam Putusan Menteri Keuangan (PMK) sehingga harga jual eceran naik jauh lebih tinggi dan tidak terjangkau kaum rentan, yaitu keluarga miskin dan anak-anak/remaja.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun meningkat dari lima tahun sebelumnya dari angka 7,2% ke angka 9,1%. Sedangkan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) mematok angka penurunan perokok anak menjadi 5,4%.

Banyak riset yang menyebutkan bahwa harga rokok yang murah adalah salah satu pengaruh besar terhadap kenaikan jumlah konsumsi rokok. Karena itu, angka prevalensi perokok anak di Indonesia sangat mungkin juga disebabkan harga rokok yang sangat murah yang terjangkau kantong anak/pelajar.

Seperti yang kita tahu, harga rokok di Indonesia termasuk yang paling murah di dunia dan masih bisa ditemukan harga rokok Rp. 5.000/bungkus atau di bawah Rp. 1.000/batang. Jadi kita bisa membayangkan hanya dengan uang kurang dari seribu rupiah, seorang anak/pelajar sudah dapat menikmati rokok yang tersebar luas di mana-mana.

Tubagus Haryo dari Forum Warga Kota Indonesia (FAKTA) mengatakan bahwa harga rokok harus dibuat mahal untuk mengantisipasi meningkatnya perokok anak. Menurut penggiat pengendalian tembakau tersebut, disinilah fungsi cukai untuk mengendalikan konsumsi rokok sangat berarti. “Kami sangat mendukung langkah pemerintah yang menaikkan cukai rokok setinggi-tingginya sehingga harga eceran rokok menjadi tidak terjangkau oleh uang jajan anak-anak,”ujar Tubagus dalam aksi damai hari ini.

Dengan demikian, anak-anak terlindung dari bahaya rokok sehingga anak Indonesia menjadi anak yang unggul seperti yang dicita-citakan pemerintah, yaitu sumber daya manusia (SDM) Indonesia unggul.

Kelompok Jaringan Peduli Masalah Konsumsi Rokok adalah jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), organisasi masyarakat, dan komunitas yang terdiri dari: Forum Warga Kota Indonesia (FAKTA), Komite Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), Yayasan Lentera Anak (YLA), Puan Muda-Jaringan Perempuan Peduli Pengendalian Tembakau (JP3T), Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia (AMKRI), Center for Indonesia Strategic Development Initiatives (CISDI).


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST