07 May 2021

Berkah Ramadan dalam Kebersamaan

Perbincangan soal berkah di masa pandemi memang tak bisa serta merta diterima semua orang. Lantas, masih adakah berkah di tengah pandemi? Di sepanjang program Suara Untuk Negeri pada Selasa sore lalu (4/5) membahas lebih dalam mengenai berkah Ramadan dalam kebersamaan.

Plt. Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Giring Ganesha Djumaryo mengungkapkan bahwa Indonesia sedang dalam proses bangkit dari keterpurukan. Dirinya percaya bahwa selalu ada sisi positif di balik segala sesuatu yang terjadi. Berdirinya PSI dilatarbelakangi oleh 9 anak muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tentunya dengan background hidup yang berbeda.

Kesembilan anak muda ini kebingungan karena partai yang ada saat itu tidak sesuai dengan jiwa mereka. Singkat cerita, akhirnya mereka mendirikan partai dan membuktikan bahwa perbedaan tidak menghalangi siapa pun untuk ikut dalam proses perbaikan dalam sistem pemerintahan. Saat mendirikan PSI, mereka mengetahui fakta bahwa mendirikan partai di Indonesia merupakan yang tersulit.

Mantan vokalis Nidji itu menambahkan bahwa pada tahun 2017, PSI menjadi satu-satunya partai yang lulus verifikasi hukum dan HAM dari deretan partai-partai baru lain. Selain itu, partai-partai lama yang ingin membuat partai baru dinyatakan tidak lulus (gagal). Plt. Ketum PSI itu juga mengungkap bahwa solidaritas adalah kunci kesuksesan PSI. Inilah yang menginspirasi dirinya untuk bergabung bersama PSI.

Harapan, semangat itu ‘kan nular ya...akhirnya semuanya memiliki keresahan dan visi yang sama mau berjuang bersama kita,” pungkas Giring.

Anggota dewan yang duduk di pemerintahan yang merupakan anggota PSI dipersiapkan semenjak mereka dilantik. Mereka dituntut menjadi wakil rakyat dan melakukan tugas mereka secara profesional. Menurut Giring, dirinya dan anggota lain tidak ingin menjadi pejabat, melainkan merasa wajib menjadi pelayan masyarakat.

Kita ini public servant,” tutur Giring.

Opini lain menurut Isyana Bagoes Oka selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (DPP PSI), berkah paling utama adalah kesehatan. Ia yakin bahwa dengan tubuh yang sehat, kita bisa menunjukkan solidaritas. Di masa yang sulit seperti sekarang, kita harus bangkit dengan menjaga kesehatan pribadi sembari menjalankan protokol kesehatan. Juga tidak lupa bersyukur karena kita masih berkesempatan mendapat vaksinasi, sementara ada negara lain yang masih sulit menjangkau vaksin.

Ini belum selesai, dan tentu saja pemerintah tidak bisa sendirian. Jadi tidak berarti bisa melepas prokes jika seseorang sudah vaksin. Rasa kangen kepada keluarga pasti sangat tinggi, tapi bagaimana kalau kita mencoba untuk mengubah mindset…rasa kangen dan rasa sayang itu tidak kita terjemahkan harus selalu bertemu langsung, tapi justru kita menjaga jarak, tidak bertemu, dengan tujuan untuk tidak menyebarkan sebuah penyakit,” Isyana menjelaskan.

Bahasan berlanjut soal kebersamaan. Menurut Ir. Azmi Abubakar selaku Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PSI Banten, dalam mencerminkan kebersamaan, toleransi saja tidaklah cukup. Maka, solidaritas adalah langkah selanjutnya yang harus diambil. Solidaritas telah lama menjadi topik yang dipakai oleh pendahulu bangsa dan tidak identik dengan golongan atau agama tertentu. Solidaritas sudah menjadi identitas bangsa yang sejak dulu dipakai oleh para pejuang di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dan saat ini kembali diangkat di Jawa Tengah. Dengan membangkitkan solidaritas, niscaya nilai kesetaraan akan tumbuh.

Selain itu, Ketua DPD PSI Kabupaten Tangerang, Adrianus Agung Nugroho, S.H., M.H mengaku bahwa ia merasa kebersamaan dalam menghadapi pandemi sangat terasa. Di lingkungan tempat tinggalnya, para tetangga menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan makanan bagi warga yang terjangkit COVID-19. Berkah Ramadan saat ini menurutnya adalah kembalinya perilaku gotong royong, bangkitnya semangat kepedulian, dan tumbuhnya rasa solidaritas satu sama lain. Ia bersama PSI terus bergerak menunjukkan teladan melalui media sosial dalam memberi contoh kepada masyarakat untuk saling membantu.

Kesempatan berdiskusi ini diharapkan memberi pengertian kepada masyarakat untuk tetap menyuarakan kebenaran dan melaksanakan protokol kesehatan, tak terkecuali selama bulan Ramadan. Semoga di bulan yang suci ini kita dapat semakin menumbuhkan rasa kebersamaan dan solidaritas terhadap sesama.[JAW_HL]

|