Bersyukur Baik Untuk Kesehatan Mental Ketika Sulit Sekalipun

Written by on July 4, 2019

Ketika kita hanya fokus pada apa yang kurang dalam hidup, kita akan mulai berfikir negatif yang akan sulit diepaskan. Meluangkan waktu untuk menghargai hal-hal yang baik, terdengar basi tapi ini sangat penting terutama disaat-saat yang sulit.

Seorang peneliti endokrinologis dan stres di Leuphana University di Luneburg Jerman, Hans Selye mengatakan, “Gratitude is the healthiest of all human emotions” (bersyukur adalah hal yang paling sehat dari emosi manusia). Kalimat ini ia ambil dari dosen psikologisnya Dirk Lehr yang meneliti dan mengajar tentang rasa bersyukur.

Bersyukur dan menghargai adalah dua sikap yang diremehkan tapi sangat penting untuk kesehatan mental. Ketika sangat sulit untuk kita merasa bersyukur, mungkin hal itu dapat menjadi saat yang paling penting bagi kita untuk dilakukan.

Mulai dari hal kecil

Benar sekali, bersyukur adalah hal mudah ketika kita berhasil. Tetapi banyak hal yang terlewat tanpa kita sadari. Sebaliknya, kita cenderung melewati hal-hal seperti keamanan, kesehatan, dan dukungan dari orang terdekat. Ketika mendadak kehilangan hal- hal tersebut baru disadari betapa pentingnya bagi hidup kita.

Bersyukur mudah dilakukan kepada orang yang mau belajar dan telah melewati hal terkecil sekalipun. Seperti saling tersenyum ramah dengan orang asing, memang mudah untuk dilupakan. Apa lagi jika ada konflik, tidak memungkinkan kita untuk tersenyum. Percayalah, betapa pentingnya tindakan kebaikan dan rasa syukur meskipun berupa hal kecil.

Pada saat yang sama, jauh lebih mudah untuk bersyukur atas hal-hal kecil dalam hidup, ketika semua berjalan tidak sesuai harapan. Ketika tidak ada yang bisa di syukuri mulailah untuk terbuka dengan hal kecil, maka akan membuat kita dapat membuka pintu untuk bersyukur.

 Editor: Hagen Agestini


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST