Claudia Inkiriwang: Apa yang dipercayai Orang Tua, Akan dipercayai Anak!

Written by on July 16, 2019

Senin kemarin (15/7/2019) adalah hari pertama orang tua mengantar anak-anaknya ke sekolah. Dalam sebuah postingan foto di media sosial, terlihat ada ibu-ibu yang begitu antusias saat mereka mengantar anak-anaknya ke sekolah baru. Sampai-sampai ada yang mengintip anak-anaknya melalui lubang jendela atau pintu untuk mengetahui apa yang terjadi dengan anaknya di ruang kelas.

Heartline Coffee Morning pagi ini (16/7) bersama Jose Marwan membahas fenomena tersebut bersama Pakar Parenting, Ibu Claudia Inkiriwang. Menurut Claudia, fenomena seperti ini biasanya terjadi pada anak pertama. “Itu biasa. Karena anak pertama, orang tua lebih lebay, lebih exciting. Secara psikologis, bagi ibu ini adalah satu set yang berbeda dari yang tadinya anakku adalah milikku semua, sekarang udah jadi bgian dari teman dan lingkungannya. Jadi ada rasa khawatir, banggsa sekaligus penasaran,” ujarnya melalui sambungan telpon Heartline Radio.

Dalam bukunya Self-Driving, Prof. Rhenald Kasali menulis bahwa setiap manusia diberi kendaraan dalam hidupnya, yakni “Self”. Namun selama ini, banyak orang tua mendidik anak-anaknya untuk menjadi passenger (penumpang) daripada menjadi driver (sopir). Di buku ini, Rhenald menekankan pentingnya anak-anak mengemudikan sendiri hidupnya (self-driving). Hanya dengan self-driving, manusia bisa mengembangkan semua potensinya dan mencapai sesuatu yang tak pernah terbayangkan. Sedangkan mentalitas passenger yang ditanam sejak kecil hanya akan menghasilkan keluhan dan keterbelengguan.

Menanggapi hal ini, Claudia mengatakan, “Orang tua bisa belajar dari hari pertama melepas anak-anak ke sekolah. Jadi kalau orang tuanya khawatir, kesan anak-anak terhadap dirinya sendiri adalah: jangan-jangan saya belum cukup mateng ya untuk bergaul. Anak merasa gak cukup mandiri, gak percaya diri. Dan ini bahaya! Jangan perlihatkan kekhawatiran orang tua ke anak. Anak akan percaya dengan apa yang dipercayai orang tuanya. Biarkan anak-anak menghadapi masalahnya sendiri sesuai dengan umurnya. Biarkan ia bergaul dengan teman-temannya dan meng-handle masalah-masalah yang timbul karenanya. Misalnya, kalau ketemu temennya yang usil, biarkan anak hadapi sendiri. Jangan orang tua campur tangan.” (JM).


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST