23 September 2021

Coffee Morning: Daerah Dapat Kucuran Dana; Mengapa Masih Ada yang Merana?

Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan menyebabkan banyak sekali negara mengalami kerugian dalam berbagai macam sektor. Seperti yang kita ketahui, Indonesia juga menjadi salah satu negara yang terkena dampak kerugian, terutama pada Provinsi Bali. Bali merupakan salah satu tempat pariwisata yang sering dikunjungi oleh pengunjung domestik maupun internasional. Bahkan, pendapatan utama Bali didapatkan dari sektor pariwisatanya, seperti hotel, restaurant, dan hiburan lainnya. Namun, karena pandemi COVID-19, pengunjung Bali mengalami penurunan yang sangat drastis.

Di waktu yang krisis ini, Provinsi Bali, khususnya Kabupaten Badung, sangat mengharapkan bantuan dana dari pemerintahan pusat. Dalam wawancara kali ini, Bapak I Wayan Adi Arnawa, S.H., sebagai SEKDA Kabupaten Badung, Bali, mengatakan, “sedangkan kami pak, belanja pegawai aja kami kurang pak, nah oleh karena itu, dengan komisi physical kami yang sudah turun seperti sekarang ini, sehingga instrumen yang ada di dalam pembentukan besar DAU ini, saya mohon, saya mengertilah kondisi keuangan nasional juga berat, tapi dipertimbangkan kami, terutama DAU kami ini, kami butuh 600 sekian, tapi kami hanya dibantu 320 sekian milyar, kami harus menyiapkan uang untuk bayar gaji aja pak, pegawai.”

Di samping itu, heartliners juga sudah mendengar bahwa di beberapa wilayah sedang memendam dana bantuan dari pemerintahan pusat. Dana yang sudah ditransfer ke daerah-daerah untuk membantu perekonomian daerah malah tidak digunakan. Menurut laporan, dana ini masih tertimbun di bank hingga triliunan. Apakah heartliners penasaran dengan tindakan pemerintah untuk mengatasi hal ini? Lalu, bagaimana tanggapan dari pemerintahan pusat tentang permintaan dari Kabupaten Badung? Simak video dari Radio Heartline 100.6 FM Tangerang berikut ini!

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: