Darius Sinathrya: “Kekuatan Kita Justru Berada dalam Perbedaan…”

Written by on August 3, 2020

Kita berbeda, jadi tak bisa bersama? Sebuah pertanyaan yang kerap muncul di sebuah kumpulan orang yang datang dari berbagai latar belakang. Apalagi bila bicara soal negara bangsa. Pertanyaan itu seringkali menjadi pemicu hadirnya eksklusifitas sesama anak bangsa: Kita berbeda, jadi tak bisa bersama! Padahal, sejatinya perbedaan itu mesti dimaknai sebagai sebuah kekuatan.

Kekuatan kita justru berada dalam perbedaan kita sendiri,” ujar seorang public figure, Darius Sinathrya, dalam webinar Nasional Is Me, di Radio Heartline FM 100.6 Tangerang, (3/8).

Khususnya bagi generasi muda, menurut Darius, kekuatan tersebut mesti disadari benar sebagai kekuatan bangsa. Indonesia dengan beragam suku, ras, agama, dan golongan sebaiknya harus bisa membangun interaksi yang lebih efektif dan aktif demi kepentingan bersama. Setiap suku, ras, agama, dan golongan kemungkinan besar memiliki keunggulan dan kelemahan yang berbeda. Nah, di situ, menurut Darius, generasi muda Indonesia mesti sadar bahwa walau berbeda, kita tetap bisa bersama.

Paham kebersamaan dalam perbedaan merupakan perekat bangsa nan beragam seperti Indonesia secara psikologis. Menurut seorang Psikolog, Samanta Ananta, Psi, saat kita sadar benar kekuatan kebersamaan, maka banyak masalah dari perbedaan dapat dipecahkan. Paham ini sangat dibutuhkan saat ini, kala Indonesia tengah menjalani masa Pandemi Covid-19. Saat banyak anak bangsa yang terpuruk dalam krisis multidimensi, gangguan kesehatan jiwa seperti depresi pun merebak. Masalah tersebut dapat dipecahkan dengan menumbuhkan semangat kebersamaan, bahwa kita tidak akan berjalan sendiri di bangsa yang besar dan beragam ini.

Kebersamaan di dalam sisi psikologis itu sangat penting karena kalau di Indonesia kita merasakan gotong royong yang efektif, dari kecil diajarkan membersihkan lingkungan di sekitar rumah setiap minggu misalnya,… ayo kita gotong royong,” ujar Samanta Ananta, masih di webinar yang sama.

Solidaritas sosial menjadi pekerjaan rumah bersama untuk diterapkan dan dikembangkan demi keutuhan bangsa dan negara Indonesia.

Berinteraksilah dengan sesama anak bangsa yang beragam, ciptakan forum interaksi sosial yang terbuka dalam berfikir demi kebersamaan. Seperti yang dilakukan dulu pada saat masa perang kemerdekaan, bersatu berjuang bersama tanpa melihat latar belakang, dengan identitas yang satu, Indonesia,” pungkas Darius Sinathrya.

Baik Samanta maupun Darius, keduanya sepakat bahwa generasi muda mesti merawat nilai-nilai Pancasila sebagai pegangan berperilaku antar sesama anak bangsa Indonesia. Secara umum, komitmen merawat Pancasila merupakan salah satu wujud dari bela negara untuk mencegah bangsa yang beragam ini terpecah belah.

Akhirnya, salah satu bentuk nyata kekuatan dari kebersamaan di masa pandemi ini adalah bersama-sama disiplin mematuhi protokol kesehatan dari pemerintah demi memutus rantai penyebaran Covid-19. Wahai generasi muda, apakah Anda siap untuk bersama? (Anastasia Alfiany)


Current track

Title

Artist