28 February 2024
gula darah

Gula Dalam Darah Berlebihan Dapat Merusak Organ Vital!

Jika mengecek label pada makanan, perhatikan kandungan gulanya. Gula seperti fruktosa, glukosa, dan glukosa diet terdapat pada banyak buah dan sayuran. Sementara maltosa ditemukan pada biji-bijian dan laktosa pada produk-produk susu, menrut Sekolah Kedokteran Harvard.

Apapun jenis kandungan gula itu, semuanya adalah karbohidrat berasa manis yang diubah tubuh menjadi energi. Tapi, apa itu glukosa yang sering dikaitkan dengan diabetes?

Baca juga: Suksesnya Kegiatan Donor Darah dalam Peringatan HUT Hotel Santika Premiere Bintaro Ke-10

Glukosa darah, yang juga dikenal sebagai gula darah, adalah karbohidrat yang dipecah tubuh dalam proses pencernaan. Saat memasuki aliran darah, glukosa perlu dialirkan dan diserap sel-sel tubuh dan organ-organ untuk menyediakan tubuh dan otak dengan sumber utama energi.

Dari sanalah munculnya insulin. Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas dan terpicu saat glukosa memasuki aliran darah. Pakar diet dan gizi klinis Abby Langer mengatakan insulin ibarat kendaraan yang ditumpangi glukosa untuk pergi ke mana saja ia dibutuhkan dan juga terbantu penyerapannya.

Dampak glukosa darah terlalu tinggi

Pada orang sehat, kadar glukosa naik secara alami setelah makan tapi kemudian turun lagi saat insulin dan hormon lain dikeluarkan untuk membantu tubuh menyerap glukosa.

“Saat kadar glukosa tidak turun, hal ini sering mengindikasikan masalah sensitivitas insulin atau produksinya,” ujar Langer kepada USA Today.

Orang yang mengalami hal itu mungkin menderita diabetes atau pradiabetes, kondisi terkait kadar gula darah tinggi, sering diakibatkan resistensi insulin. Pada dasarnya, glukosa darah itu baik dan juga penting untuk menjaga kecukupan energi. Akan tetapi, jika kadarnya berlebihan dapat menyebabkan kabut otak, kelelahan, dan kerusakan serius pada organ-organ tubuh.

Baca juga: 6 Alasan Mi Instan Sebabkan Efek Negatif bagi Kesehatan

Orang sehat tak perlu khawatir soal kenaikan kadar glukosa kecuali bila terlalu sering menyantap makanan tak sehat. Namun penderita diabetes harus memperhatikan kadar glukosa darah.

“Kadar glukosa darah terlalu tinggi bisa merusak jantung, pembuluh darah, ginjal, penglihatan, dan saraf,” jelas pakar diet dan pengajar ilmu gizi di Universitas Cornell, Laura Belows.

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: