How to be a Super Parent?

Written by on August 26, 2019

Senin pagi (26/8), sekitar 300-an orang tua berkumpul di SMPK Penabur Harapan Indah, Bekasi untuk menghadiri Talkshow yang diselenggarakan oleh BPK Penabur Jakarta “How to be a Super Parent?” Acara ini hasil kerja sama BPK Penabur Jakarta dan Heartline Radio 100.6 FM, disiarkan live audio dan visual melalui terestrial 100.6 dan Youtube “Heartline Network”. Talkshow ini digelar sebagai penanda dibukanya Penerimaan Siswa Baru 2019/2020 untuk Sekolah BPK Penabur.

Menanggapi topik “Super Parent”, salah satu narasumber, Jevier Justin (Public Figure), mengatakan bahwa kita tidak perlu menjadi super di semua area di kehidupan. Hal ini tentu sangat mustahil karena harus menyenangkan semua orang. “Kita cukup menjadi ayah yang baik, menjadi suami yang baik. Kita cukup menjadi super di mata anak-anak, menjadi orang baik di hadapan mereka. Dan super parent itu bisa kita lakukan dengan memberikan keteladanan. Anak-anak adalah pecontoh yang ulung! Jadi berikan contoh yang baik bagi mereka!”

Sementara itu, narasumber lain seorang akademisi, Dr. Evans Garey MSc (Kaprodi Psikologi UKRIDA), menyitir kisah Super-Hero yang sesungguhnya adalah manusia-manusia biasa. “Karakter super hero adalah orang-orang biasa yang kebetulan punya kekuatan super. Mereka orang-orang biasa yang punya masalah: Batman adalah yatim piatu, Superman adalah orang yang dibuang dari kampung halamannya. Mereka semua punya pergumulan, sama seperti kita semua sebagai orang tua. Jadi super parent adalah orang yang biasa, seperti kita, melakukan hal-hal yang biasa dengan tujuan agar anak-anak kita menjadi anak-anak yang luar biasa.”

BPK Penabur Jakarta nampaknya menjadi salah satu lembaga pendidikan di Indonesia yang sudah menyiapkan diri untuk menyambut era baru dunia berwajah digital ini. Berbagai pola pengajaran sudah disiapkan dengan tujuan menyiapkan anak didiknya tidak sekedar menjadi follower, tetapi leader dan influencer peradaban yang akan datang. Karakter BEST sudah menjadi salah satu tagline BPK Penabur yang merupakan akronim dari B = Be Tough, E = Excel Worldwide, S = Share with Society dan T = Trust in God.

Menurut Ir. Antono Yuwono (Ketua BPK Penabur Jakarta), ada rumusan 4C yang menjadi kompetensi dasar dari proses akhir pendidikan di Penabur; Communication, Collaborative, Critical Thinking dan Creativity. “Menghadapi era disrupsi dimana perubahan terjadi begitu cepat, kami memikirkan bagaimana mempersiapkan anak-anak untuk menghadapinya. 4C adalah kompetensi inti yang diperlukan anak-anak kita, sehingga mereka tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga harus kreatif. Kami meracik suatu metode pembelajaran baru dengan fasilitas yang lengkap untukmembantu proses internalisasi semua kompetensi tersebut dalam diri seorang anak, sehingga mereka punya senjata yang lebih lengkap menghadapi masa depannya. Anak-anak Penabur kami siapkan untuk menjadi Lifelong Learner!” Ujar Pak Antono.

Narasumber lain yang juga ikut berbicara adalah Deputi Direktur Pelaksana BPK PENABUR Jakarta, Elika Dwi Marwani. “Kami melihat anak-anak sekarang berbeda dengan anak-anak sebelumnya. Setiap anak mempunyai kepribadian yang berbeda sehingga semakin ke sini pendidikan akan bersifat semakin personal. Orang tua harus mengenal bakat masing-masing anaknya. Demikianlah kesuksesan pendidikan terjadi kalau ada kolaborasi antara sekolah dengan orang tua untuk mengasah bakat anak,” ujarnya.

Yang terakhir, pesan dari Ibu Etiwati Tobing (Kepala Divisi Pendidikan BPK Penabur Jakarta) menegaskan pentingnya komunikasi dan kolaborasi antara sekolah dengan orang tua. “Anak-anak kita sangat senang dan bangga saat mereka punya kegiatan, event dan performance, orang tuanya bisa hadir mendukung,” ujarnya.

Maju terus BPK Penabur Jakarta untuk melahirkan manusia unggul di Indonesia! (JM)


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST