ICRC 2019: Membesut Solusi Lokal, Mencipta Keintiman

Written by on November 25, 2019

Direktur Asia Pasific Institute of Broadcasting Development (AIBD) Philomena Gnanapragasm mengatakan bahwa radio tetap yang terdepan menciptakan imajinasi (theatre of mind) dan keintiman, mesti radio semakin visual. Menurut Gnanapragasm, seperti dikutip dari tulisan Errol Jonathans, “Menakhodai Radio Pewartaan di Pusaran Disrupsi”, dalam Buku 50 Tahun YASKI, ketika siaran radio makin mudah diakses melalui gawai, radio mendapatkan keuntungan besar. Artinya radio makin ‘mobile’ dan sungguh ada di mana-mana.

ICRC 2019

Pak Daniel (Direktur Sasando Jogja) sedang memberikan presentasi

Lebih lanjut, Errol Jonathans –praktisi senior radio di Indonesia—menyitir rasa percaya diri Institute Public Media Alliance.  Institut tersebut menempatkan radio sebagai media ‘paling tepercaya’ di dunia. Mengapa? Karena siaran radio mampu mewujudkan ‘4-R’ . Yaitu sebagai penyambung relasi publik (Relatability), medium yang terandalkan (Reliability), tepercaya sebagai representasi publik (Representative), serta kemampuan penetrasi dan jangkauan komunikasinya (Reach). Apalagi ketika radio berkonvergensi dengan internet dan media sosial, jangkauan siarannya mengglobal. Sehingga profesional radio tidak boleh lagi berparadigma lokal. 

Paradigma lokal mesti diiringi dengan solusi lokal, hal yang sesuai dengan konsep ‘think globally, act locally

Joan Warner, CEO Commercial Radio Australia, mengatakan bahwa radio mampu membuat masyarakat 9 kali lebih bahagia, berkat injeksi semangat dari siaran.

Radio adalah sumber solusi, alat membangun persekutuan, piawai menciptakan pengikut, membangun pengaruh dan motor inovasi,” kata Joan Warner.

Sedangkan James Cridland yang menyebut dirinya ‘radio futurologist’, menilai dampak siaran radio tetap masif di era sekarang. “Radio selalu ampuh mengkoneksikan khalayak, danmembangun relasi harmonis dalam komunitas. Di radio khalayak juga dapat berbagi pengalaman melalui relasi yang humanis. Konklusi sosial juga dapat dilakukan di radio. Kesimpulannya, di masa depan radio tetap relevan,” katanya.

Tetapi optimisme Joan Warner dan James Cridland hanya akan terealisasi bila radio terbukti ampuh memenuhi ‘personal psychological benefits’ nya. Indikatornya, apakah siaran radio mampu melibatkan pendengar (engagement), dan menggerakkan khalayak berpartisipasi dalam konteks sosial. Sudahkah masyarakat menjadikan radio sebagai representasi warga.

Sanggupkah radio menjadi pemecah masalah? Ketika radio akhirnya paripurna sebagai instrumen sosial dan solusi bisnis, maka radio diakui menjadi bagian utama kehidupan khalayak.

Dalam ajang Indonesia Christian Radio Convention (ICRC) 2019 hari kedua yang diadakan di Heartline Center, Tangerang (16/11), radio-radio peserta banyak membagikan solusi lokal yang berhasil mereka wujudkan di daerah masing-masing.

Sebagian besar radio peserta yakin dan percaya bahwa pemberdayaan konten lokal, konten yang dibutuhkan oleh para pendengar mereka merupakan solusi lokal yang jitu. Solusi konten program seperti musi k dan obrolan seputar budaya lokal, dirasa efektif dan efisien dalam menjaga keintiman radio dan pendengar. 

Konten lokal perlu dipertajam, apalagi konten yang sedang digemarin saat ini. (Hal itu) bisa membuat mereka ketagihan (menjadi pendengar setia),” ujar Binbin Harianja dari Radio Bonapit 90.1FM Tarutung.

Konten lokal seperti mocopat punya komunitas loyal. Ada konten-konten  yang berkaitan dengan komunitas lagu lawas, juga ada konten anak muda dengan acara K-POP yg punya pendengar setia,” kata Barkah dari Radio Petra FM 105.7FM Yogya.

Selain pengembangan konten lokal, keintiman dengan pendengar juga dapat dibangun dengan melakukan ‘kopi darat’. Inisiasi pertemuan-pertemuan langsung di tempat para pendengar disebut mampu meningkatkan kadar loyalitas pendengar, bahkan bisa menambah jumlah pendengar (pendengar baru).

Kami mengadakan program kunjungan ke rumah-rumah pendengar untuk ibadah bersama, rekreasi bersama, bahkan mereka membuat komunitas pendengar radio sendiri,” kisah peserta dari Swaranusa Bahagia dan Bahana Sangkakala dari Kota Jayapura, Papua.

Untuk meningkatkan fans, kami mengadakan blusukan ke rumah-rumah. Dan setahun sekali juga kami mengadaka jumpa fans. Puji Tuhan! Mereka sangat suka berkumpul bertemu satu sama yang lain fans,” kata peserta dari Radio Citra Kasih Cianjur.

Bantuan Konsultasi Teknis Radio

Di hari kedua, ICRC 2019 yang digagas Yayasan YASKI dalam rangka ulang tahun emasnya (50 tahun), lebih banyak mengangkat materi interaksi antar radio, dan nota kesepahaman (M.O.U.) untuk menjadi bagian Heartline Network.

Salah satu bentuk bantuan yang diberikan dalam jaringan yang akan dinakhodai oleh Heartline Radio, adalah bantuan konsultasi teknis radio. Jadi, para radio-radio yang memiliki masalah seputar teknis radio, dapat mendapatkan solusi jitu. 

“Kebanyakan masalah radio di daerah adalah ketidaktahuan mengenai antena. Jadi, kebanyakan hanya melihat harga yang murah, tanpa mengetahui kelebihan dan kelemahan yang mungkin ada,” kata Martono, praktisi teknis radio.

Karena kurang pahamnya tentang masalah teknis, Martono yang juga terkenal menangani teknis sejumlah radio-radio besar di Jakarta, mengatakan bahwa radio-radio di daerah kebanyakan lupa memelihara peralatan teknik mereka.


Current track

Title

Artist