Jelang Pemungutan Suara Pilpres AS, KJRI New York: WNI di Rumah saja!

Written by on November 2, 2020

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York, Amerika Serikat mengimbau Warga Negara Indonesia (WNI) untuk sedapat mungkin tetap tinggal di rumah, sekiranya tidak terdapat urusan/kepentingan yang mendesak. Sekiranya terdapat urusan/kepentingan yang mengharuskan untuk meninggalkan rumah dan mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, WNI diimbau untuk selalu bersikap waspada dan hati-hati, serta senantiasa
memperhatikan protokol kesehatan di antaranya disiplin dalam menggunakan masker dan menjaga jarak fisik (physical distancing) saat berada di tempat/kendaraan umum.

Imbauan tersebut disampaikan melalui edaran digital resmi dari KJRI New York tertanggal 1 November 2020, demi mengantisipasi dampak perkembangan situasi penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) Amerika Serikat (AS). Sesuai jadwal, tahap pemungutan suara Pilpres AS akan diselenggarakan 3 November 2020, waktu setempat.

Selain itu, KJRI New York juga mengimbau WNI senantiasa menyikapi dan mengikuti perkembangan situasi Pilpres AS dengan tenang, namun tetap hati-hati dan waspada. WNI diimbau pula untuk menghindari sejauh mungkin tempat-tempat kerumunan massa atau tempat rawan lainnya yang dinilai berpotensi menjadi lokasi aksi unjuk rasa atau kerusuhan. Untuk informasi sosial politik dan keamanan terkini, WNI diharapkan mengasup informasi dari pemberitaan resmi (atau mainstream) dan imbauan lembaga berwenang.

Terakhir, bila WNI memerlukan bantuan KJRI New York, dapat menghubungi nomor hotline KJRI New York: 347 806 9279, 646 491 3809, 646 238 8721, 929 366 9842, 929 329 4872.

Tiga November 2020 mendatang waktu setempat, Amerika Serikat akan menggelar pemungutan suara warga untuk Pilpres AS. Ada 2 pasang calon Presiden dan Wakil Presiden AS yang siap dipilih, yaitu petahana Donald Trump dan Mike Pence dari Partai Republik, bersaing dengan Joe Biden dan Kamala Harris dari Partai Demokrat. Sejumlah isu sensitif menyeruak selama tahapan pemilihan hingga kini, dua diantaranya adalah isu rasisme dan sexisme.


Current track

Title

Artist