10 May 2021

Kupas Tuntas Toxic Relationship Bersama Pakarnya

Sudah tahu belum? Semua orang berpotensi jadi sosok yang “beracun” saat menjalin hubungan dengan orang lain lho! Toxic relationship sendiri diartikan sebagai hubungan atau relasi yang didominasi dengan perilaku-perilaku negatif yang bersifat merusak. Berbagai perilaku negatif ini akan mempengaruhi seorang manusia secara mental mau pun fisik. Toxic relationship benar-benar bukanlah sebuah tren, melainkan hal yang harus dihindari ketika menjalin relasi dengan orang lain atau kelompok lain.

Menurut narasumber kali ini, yaitu Himawan Hadirahardja, M.Sc dari Family First Indonesia, hubungan beracun umumnya dihiasi dengan rasa tidak aman, penuh kecurigaan, abusif (abusive), sering menuntut, dan keegoisan. Masa pra nikah adalah masa yang rentan berperilaku “bucin” atau budak cinta yang merupakan salah satu ciri-ciri hubungan beracun. Toxic people adalah orang-orang yang merasa sulit mendapatkan kebahagiaan, sering kali merasa cemas dalam hidupnya, kurang bersyukur dan sering membandingkan dirinya dengan orang lain.

Mereka akan membangun relasi untuk “menambal” kekosongan pribadi mereka, sehingga mereka mampu merasa bahagia. Padahal, apa yang dilakukan toxic people berakibat negatif pada kehidupan orang lain. Mereka membina hubungan dengan orang lain hanya untuk kepentingan dirinya. Nah, apa saja yang menyebabkan adanya toxic relationship? Bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak bersama pakarnya! [JAW_HL]