Literasi Keuangan di Usia Dini? Itu Penting & Perlu!

Written by on October 26, 2020

“Menurut saya penting, agar anak tahu atau mengenal jenis trus fungsinya (uang) untuk apa…”

“Ketika anak kami meminta sesuatu yang hanya sebuah keinginan, kami berikan pengertian, anak kami mengerti karena kami sudah tanamkan sejak kecil tentang keuangan…”

“Bicara tentang keuangan kepada anak-anak kan belum mengerti ya pak (sulit),…”

“Menabung dan membedakan keinginan dan kebutuhan itu perlu..”

Demikian pendapat sejumlah orangtua tentang literasi keuangan sejak dini yang dihimpun oleh Heartline FM91.7 Lampung. Pada intinya, mereka menganggap literasi keuangan itu penting terkait dengan kebiasan menabung dan bagaimana anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Mereka, dan mungkin juga Anda, menganggap sulit mengajarkan anak soal uang sejak usia dini.

Namun kini, saat pandemi Covid-19 mengungkung bangsa ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Bertepatan dengan Bulan Inklusi Keuangan di bulan Oktober 2020, OJK menghadirkan perangkat yang diharapkan dapat membantu orangtua juga para pengajar untuk memperkenalkan soal keuangan pada anak di usia dini.

Bambang Hermanto, Kepala OJK Provinsi Lampung (Screenshot dari Kanal YouTube Heartline Network)

… Si Rama ini kepengen membelikan hadiah buat kakaknya… ada tulisan, waktu dia menulis salah, kemudian ketika dia ingin menghapus, ternyata penghapusnya kecil,… Si Rama datang ke toko mau beli penghapus, nah namanya anak-anak ya, mau beli penghapus, lihat es krim, nah tujuannya mulai berbeda nih, kebutuhannya penghapus, tapi keinginannya wah ada es krim… terjadi perdebatan sengit (dalam diri Si Rama) di sana, antara mau beli es krim atau beli penghapus,… Akhirnya Si Rama ini sadar bahwa kalau (beli) penghapus, dia bisa membahagiakan kakaknya, kalau es krim, hanya untuk dirinya sendiri, dan mungkin bisa lain waktu dia beli,… ya ternyata akhirnya dia beli penghapus, alhamdulillah kado untuk kakaknya dapat, ternyata Si Rama juga dapat kado dari kakaknya berupa es krim…,” demikian kisah Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung, Bambang Hermanto saat berbincang di program radio Heartline Network, Senin (26/10). Program ini disiarkan langsung oleh Radio FM100.6 Heartline Karawaci dan FM91.7 Heartline Lampung.

Kisah tersebut dicuplik dari buku berjudul Penghapus Rama, salah satu dari 4 buku Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Keempat buku tersebut dirilis OJK sebagai pelengkap literasi keuangan buat anak di Indonesia di jenjang SD hingga Perguruan Tinggi.

Berbeda dengan buku literasi keuangan yang sudah ada, menurut Bambang Hermanto, seri literasi keuangan untuk anak usia dini dikemas dalam bentuk cerita fabel bergambar yang menarik perhatian anak.

Selain Penghapus Rama, ada 3 judul buku lainnya, yaitu Yena dan Uang Hijau, Olin Gemar Menabung, serta Ketika Lilo Piknik. Melalui keempat buku tersebut, OJK berharap anak Indonesia bakal memiliki kecakapan dalam hal pengelolaan keuangan saat mereka dewasa nanti.

Tanggung jawab orangtua itu kan tanggung jawab untuk memberikan kesehatan bagi anak, sandang papan bagi anak, tapi kadang ini yang dilupakan oleh orangtua kita, bahwa kita (orangtua) juga harus memberikan kecakapan mereka kemampuan mereka untuk mengelola kemandirian, salah satu kecakapan kemandirian ini salah satunya adalah untuk pengelolaan keuangan. Jadi, kalau pengelolaan keuangan itu kan artinya ketika mereka (anak) sudah mengenal uang, bagaimana mereka bisa memperlakukan uang itu, apakah mau ditabung, atau disimpan, apakah mau dibelanjakan, atau bahkan juga bisa jadi tumbuh jiwa sosial dengan mereka melakukan berbagi dengan sesama mereka…,” papar Bambang Hermanto, Kepala OJK Provinsi Lampung.

Melalui keempat buku Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD ini, OJK hendak memperkenalkan jenis uang, budaya gemar menabung, budaya berbagi dengan sesama, dan bagaimana anak membedakan antara keinginan dan kebutuhan terkait dengan keuangan.

Kebijakan OJK tersebut direspons baik oleh Lembaga Jasa Keuangan dan Perbankan. Yosep Hendra dari salah satu bank swasta di Lampung mengatakan bahwa literasi keuangan penting diterapkan sejak dini demi membentuk karakter baik dalam hal pengelolaan keuangan.

Kami sebagai pihak perbankan sangat meresponi dengan positif upaya OJK dalam melakukan literasi keuangan sejak dini, karena hal tersebut sangat penting untuk ditanamkan sejak dini kepada anak-anak, karena pengetahuan dan pengalaman keuangan yang ditanamkan kepada anak-anak akan membentuk karakter dan kebiasaan mereka untuk mengelola keuangan mereka di masa depan, seperti mengenal makna uang, kebiasan menabung, dan mendahulukan kebutuhan-kebutuhan lebih daripada keinginan mereka,” ungkap Yosep kepada Heartline Lampung.

Sejak diluncurkan di awal bulan Oktober 2020, 4 Buku Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD besutan OJK tersebut telah mendapat respon positif, terutama dari para orangtua.

Adalah Supriyadi, warga Way Galih, Lampung Selatan, menyambut baik adanya pedoman mengajar literasi keuangan buat anak usia dini.

Bagi saya (sebagai orangtua), pengenalan keuangan penting dilakukan sejak dini, karena pengalaman yang saya dan istri saya alami, mungkin kami dulu karena orangtua yang kurang pinter memanage (mengatur) keuangan keluarga, sekarang mengalami (kesulitan saat pandemi), jadi lebih baik kita mengajarkan anak menabung sejak dini…agar di hari depannya, anakn-anak tidak seperti orangtuanya,

Respons positif pun disampaikan warga Lampung lainnya, Kristianto. Literasi Keuangan sejak usia dini itu sangat perlu dilakukan demi masa depan anaknya…

Saat dewasa, maka dia akan lebih mengerti arti sebuah uang dalam kehidupannya kelak, dia akan sisihkan dengan cara menabung, dan membeli barang yang dia perlukan, sangat diperlukan, baru itu akan dikeluarkan, dan dibeli, bila tidak diperlukan, maka jangan dibeli,

Hadirnya keempat buku Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD tersebut, menurut Eni Sumarni, praktisi Pendidikan Anak Usia Dini, sangat penting bagi orangtua untuk menghindarkan anak mereka dari sikap boros dalam pengelolaan uang.

Pada dasarnya mengenalkan hal-hal yang menyangkut tentang pengelolaan keuangan pada anak usia dini itu penting. Bagaimana caranya supaya kita mendapat uang, supaya mereka tidak boros dan rajin menabung. Dan hal ini bisa dimulai dari hal-hal kecil, seperti menyisakan uang jajan. Karena kebanyakan anak ingin selalu dituruti apapun kemauannya tak peduli apakah itu mahal atau tidak dan orangtuanya mampu atau tidak,” ujar Eni Sumarni, praktisi PAUD dari Sribawono.

Seiring dengan pendapat tersebut, praktisi PAUD lainnya dari Itera, Khatarina Kuswinarti menegaskan hal penting lain dari literasi keuangan pada jenjang anak usia dini.

Kedua orangtua berperan penting dalam mengatur keuangan anak atau memberikan pendidikan keuangan pada anak dengan membiasakan anak menabung, terus membedakan kebutuhan apa saja yang harus dia beli, atau hanya keinginan saja,” papar Khatarina.

Buku Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD kini sudah dapat dimanfaatkan oleh para orangtua dan pengajar PAUD dengan cara mengunduh melalui laman sikapiuangmu.ojk.go.id

Jadi, tunggu apa lagi, selama masih di rumah saja, sejatinya belum terlambat bagi Anda, para orangtua, untuk mengenalkan anak bagaimana mengelola keuangan sejak dini dengan Seri Literasi Keuangan Tingkat PAUD besutan OJK. Sebarkan kabar baik ini demi memperkokoh perekonomian bangsa melalui keluarga…

Tim Liputan Heartline Network (HLP & HLK)


Current track

Title

Artist