Pemilu di Masa Pandemi: Sebuah Normal yang Baru

Written by on July 9, 2020

Pemerintah sudah menetapkan bahwa pemilihan umum kepala daerah (pilkada) tetap akan dilaksanakan tanggal 9 Desember 2020 di 270 wilayah. Penetapan itu dibarengi dengan penetapan protokol kesehatan saat praktik pilkada berlangsung. Pemerintah mendorong Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menerapkan pemilihan yang aman dan nyaman dair Covid-19, namun tetap demokratis.

KPU menyatakan tidak ada perubahan regulasi atau peraturan, namun yang ada hanya penambahan yang berupa protokol kesehatan di masa pandemi. Diantaranya, saat mendaftarkan calon, yang wajib hadir hanya pasangan calon bersama 2 orang staf pembawa berkas. Lalu pada masa kampanye tidak boleh melebihi 40% dari kapasitas ruangan atau lapangan, dengan memperhatikan jarak aman antar peserta kampanye.

Selain itu, walau pemungutan suara dilakukan secara offline (disertai pelaksanaan protokol kesehatan yang ketat), namun penghitungan suara dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi yang ada. Hasil penghitungan akan diproses menjadi hasil pemilu resmi.

Untuk itu, Pakar Teknologi Informasi Roy Suryo, dalam dialog Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kanal YouTube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengusulkan 3 tahap penting pelaksanaan Pemilu di masa pandemi. Ketiga tahap itu adalah:

  1. Tahapan Adminstrasi, yaitu tahapan pendaftaran yang harus dilakukan secara ketat dan harus sesuai dengan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, cuci tangan pakai sabun, ukur suhu tubuh.
  2. Tahapan Sosialisasi/Kampanye. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang ada.
  3. Tahapan Pemilihan. Ini seharusnya dapat dilakukan secara online, tetapi masih banyak masyarakat yang belum paham dalam menggunakan teknologi. Sehingga dalam pemilihan dapat dilakukan secara offline dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Pemilihan Umum Kepala Daerah 2020 pada masa pandemi Covid-19 bakal menjadi sejarah pertama bagi Indonesia. Pasalnya, integrasi teknologi digital ke teknis pelaksaan pemilu, mau tak mau, wajib dilakukan demi memaksimalkan protokol kesehatan yang ada. Bila hal ini dapat dilakukan, maka akan menjadi preseden yang baik untuk diterapkan di pemilu berikutnya. Satu lagi, perlu adanya kolaborasi yang sinergis, dan saling percaya antar stakeholders pemilu, khususnya antara pemerintah dan masyarakat, agar pelaksanaan pemilu tetap demokratis dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan secara disiplin. (Sintya Monika)


Current track

Title

Artist