26 April 2021

Pemkab Tangerang: Tidak Ada Lonjakan Harga Bahan Pokok di Kabupaten Tangerang

Pemerintah Kabupaten Tangerang menyatakan hingga pertengahan bulan Ramadhan 1442H, tidak ada lonjakan kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Justru, berdasarkan pantauan Dinas Perindustria dan Perdagangan Kabupaten Tangerang di pasar tradisional, terjadi penurunan di sejumlah komoditas.

Komoditas cabe rawit merah yang tadinya menjadi hits kini mulai berangsur turun hingga 8.33% atau kisaran Rp. 73.333,-/Kg. Beras IR 64 Kualitas I Rp.11.667,-/Kg, harga turun sampai 2.78% yang harga sebelumnya mencapai Rp.12.000,-/Kg, beras IR 64 KW II Rp.11.000,-/Kg turun 0.61% harga sebelumnya mencapai Rp.10.900,-/kg, IR 64 KW III Rp.9.833,-/Kg turun 2.32% harga sebelumnya Rp.10.067,- dan untuk gula pasir lokal harga Rp.13.500,-/Kg.

Sementara kenaikan dialami oleh telur ayam broiler mengalami kenaikan hingga Rp. 2.000,- harga sebelumnya Rp. 22.000,- sekarang mencapai Rp, 24.000,- naik 9%. Untuk komoditas daging khususnya daging sapi murni yaitu Rp. 121.667,-/Kg mengalami kenaikan Rp 13.333,- dan mencapai Rp. 135.000,- naik 11%.

Dan untuk harga bawang merah Rp. 32.667,-/Kg. Harga telur ayam kampung Rp. 2.500,-/Butir, sedangkan untuk minyak goreng yang kemasan sederhana yaitu Rp. 14.000,-/Kg dan untuk harga terigu masih terjangkau yaitu Rp. 9.000,-/Kg.

Kebutuhan pangan merupakan hal yang sangat mendasar bagi manusia dan menjadi salah satu komoditas utama yang dibutuhkan oleh masyarakat. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono mengaku siap mengawal harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok.

"Kami siap melaksanakan pengawasan harga bahan pokok di pasaran, ini Sesuai Keputusan Menteri Perdagangan RI Nomor 20/M-Dag/PER/5/2009 tentang Ketentuan dan Tata Cara Pengawasan Barang dan /Jasa yang beredar di pasar," ujar Ujang kepada Kabid IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang yang ditemui di Hotel Lemo pada Jumat sore (23/4/2021).

Lanjut Ujang, perkembangan harga pangan pokok strategis di atas tepatnya pada bulan April 2021 sampai dengan minggu ini, kenaikan harga sebagian besar terjadi karena beberapa faktor mulai dari persediaan dan jalur distribusi yang cukup panjang, sehingga mendorong para pedagang untuk menaikan harga jualan yang signifikan. (hum/yp)

|