PKJS-UI: SDM Unggul adalah SDM tanpa Rokok

Written by on October 24, 2019

Pusat Kajian Jaminan Sosial Universitas Indonesia (PKJS-UI) menyatakan bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul adalah SDM tanpa rokok. Untuk itu, PKJS-UI berharap Kabinet Indonesia Maju yang baru dilantik kemarin berkomitmen untuk menciptakan SDM unggul tanpa rokok. Apalagi, salah satu menteri yang akan lanjut ke periode kedua, yaitu Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. 

Kabinet Indonesia Maju 2019-2024

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah menyatakan komitmennya untuk membenahi dan meningkatkan kualitas SDM di Indonesia. Salah satu langkah nyata, Presiden dan Menteri Keuangan Sri Mulyani secara resmi mengumumkan kenaikan cukai produk tembakau melalui Peraturan Menteri Keuangan No. 152 tahun 2019 tentang Perubahan Tarif Cukai Hasil Tembakau. Diharapkan, kenaikan cukai tersebut dapat mengendalikan konsumsi rokok, terutama pada kalangan remaja dan masyarakat miskin. 

Kami mengapresiasi yang setinggi-tingginya langkah yang telah dilakukan oleh Presiden dan Menteri Keuangan atas kebijakan kenaikan cukai hasil tembakau. Ini merupakan bukti keseriusan pemerintah dalam mencapai SDM unggul,” ujar Renny Nurhasana, Manajer Program Pengendalian Tembakau PKJS-UI, dalam keterangan tertulisnya. 

Rata-rata kenaikan cukai hasil tembakau, berdasarkan peraturan baru, yaitu sebesar 21,55%. Sementara, batas minimal Harga Jual Eceran (HJE) sebesar 33% berlaku sejak 1 Januari 2020.

Saat ini, harga rokok di Indonesia memang masih tergolong murah, sehingga remaja dan masyarakat miskin masih mampu menjangkau rokok dengan mudah. Sehingga, dengan naiknya cukai rokok, diharapkan rokok juga menjadi lebih mahal dan tidak mudah dijangkau.

Kenaikan harga rokok pada dasarnya mendapatkan dukungan dari masyarakat itu sendiri.

Menurut penelitian PKJS-UI terhadap 1000 orang responden, 88 persen masyarakat mendukung harga rokok naik, bahkan 80,45 persen perokok setuju jika harga rokok naik. Namun kenaikan harga rokok juga harus signifikan sehingga benar-benar mampu menekan konsumsi rokok,” tambah Renny.

Sementara itu, sistem golongan cukai rokok mengakibatkan masyarakat miskin dan anak di bawah umur masih memiliki pilihan merek rokok dengan harga lebih murah. Karena itu, simplifikasi cukai rokok juga perlu diberlakukan agar variasi harga rokok berkurang sehingga konsumsi rokok dapat ditekan.

Keputusan pemerintah untuk menaikkan cukai hasil tembakau pada tahun 2020 mendatang memang patut diapresiasi. Komitmen Pemerintah tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta bebas dari candu rokok.


Heartline Tangerang

100.6 FM

Current track
TITLE
ARTIST