Sekolah di Udara #08: Belajar Rendah Hati dari Koko & Pit!

Written by on September 16, 2020

Apakah bila kita berbeda, kita tidak dapat menjadi sahabat? Dalam perbedaan pasti ada yang lebih dan ada yang kurang, apakah kondisi tersebut dapat bersatu? Jawabannya, bisa! Syaratnya, bila dalam relasi persahabatan tersebut ada sifat rendah hati, tidak sombong. Saling menerima kelebihan dan kekurangan sesama, itu yang menjadi kunci adanya persahabatan dalam perbedaan.

Kurang lebih itu, karakter yang diangkat dalam program radio “Sekolah di Udara” dengan segmen dongeng bersama Lembaga Seni dan Sastra (LSS) Reboeng edisi kali ini.

Bersama Nainai Reboeng, anak-anak Indonesia (pendengar radio) diajak untuk belajar rendah hati melalui persahabatan Koko dan Pit. Siapa mereka? Ya, Koko adalah seorang Kodok, dan Pit adalah seekor Burung Pipit. Namun kisah yang dibawakan dengan lugas tersebut tidak diawali dengan persahabatan, melainkan permusuhan. Ya, Koko si Kodok iri dengan Pit si Burung Pipit yang bisa terbang, sementara dia hanya bisa melompat. Hal tersebut diperparah dengan sikap Pit yang kerap meledek Koko karena kondisi tersebut. Ejekan Pit membuat Koko sedih.

Namun suatu ketika, terdengar suara teriakan minta tolong, “Tolongg…tolonggg…!!!” suara itu terdengar dari arah sungai. Koko mendengarnya segera melompat ke sana dan menemukan ada seekor anak burung yang juga adik Pit terjatuh ke dalam sungai. Pit menangis meminta bantuan Koko, Pit mengakui bahwa ia bisa terbang, tetapi tidak bisa berenang. Koko kasihan dan akhirnya menyelamatkan adik Pit.

Berkat kejadian tersebut, Koko dan Pit memulai kisah persahabatan mereka. Koko tidak lagi iri dengan para burung yang bisa terbang dan Pit tidak lagi sombong di depan Koko. Mereka berdua menyadari kelebihannya masing-masing. Sebuah persahabatan justru terlihat indah saat mereka saling melengkapi satu sama lain. Selengkapnya segmen dongeng bersama LSS Reboeng dari program radio “Sekolah di Udara” ini dapat disimak melalui tautan berikut:

Program radio “Sekolah di Udara” diinisiasi oleh Heartline Radio Network, yang disiarkan pada hari Senin – Jumat setiap pukul 16.00 WIB, dan didukung oleh sejumlah partner relawan dari Komunitas Uni Papua, Pensil Peduli, Komunitas Dongeng LSS-Reboeng, dan Sekolah Athalia. (Renna Tasya)


Current track

Title

Artist