Seni Bertanya untuk Menggali Informasi (Bedah Buku “Powerfull Killer Questions”)

Written by on September 8, 2020

Dalam sebuah program radio, semacam talkshow, diperlukan seni bertanya yang mumpuni untuk menggali informasi. Informasi yang orisinil dari narasumber yang kompeten adalah hal yang ditunggu-tunggu oleh para pendengar/audiens. Untuk itu, para praktisi radio memerlukan edukasi yang praktis seputar seni bertanya tersebut.

Hal itu yang disadari benar oleh Jaringan Pelayanan Penyiaran Radio Indonesia (JAPPRI) saat menghelat seminar mini melalui fasilitas Zoom Rabu, 02 September 2020 silam. Tak tanggung-tanggung, narasumber yang dihadirkan adalah penulis buku “Powerfull Killer Questions” sekaligus ICF Coach sejak 2013, Dr. Paulus Kurnia. Dalam seminar daring tersebut, Dr. Paulus membagikan ilmunya tentang bagaimana menyusun struktur pertanyaan yang “Dahsyat” dan “Mematikan”.

Beberapa kemungkinan mengapa seseorang bisa menjawab “saya tidak tahu”, “saya bisa apa”, “itu tidak mungkin”, “mau bagaimana lagi?” dipaparkan oleh Pak Paulus sebagai orang-orang dengan mindset “self-limiting belief”, yaitu keyakinan bahwa dirinya memiliki keterbatasan dan tidak tahu apa-apa. Bagaimana caranya membuat mereka yang tidak mau berpikir menjadi ikut berpikir dan menjawab, yaitu lewat Powerfull Killer Questions.

Menurut Dr. Paulus, cara tersebut dapat membangkitkan kesadaran seseorang, membantu orang tersebut untuk terus berpikir, terus berbicara, punya “drive” dari dirinya sendiri, punya kerelaan dari dirinya sendiri, murni dari dirinya sendiri, dan membuat dia merasa bangga karena bukan dari orang lain yang kasih nasehat/solusi, tetapi dari diri sendiri.

Jika kita bertanya, maka orang akan kasih nasehat/solusi dan yang kita lakukan hanyalah “ copy-paste” jawaban sehingga membuat kita menjadi tidak pintar,” jelas Dr. Paulus dalam bukunya Powerful Killer Questions.

Konten buku tersebut menunjukan betapa pentingnya sebuah pertanyaan yang “Dahsyat” dan “Mematikan” dalam membentuk mindset seseorang menjadi lebih baik.  Dr. Paulus menjelaskan bahwa kata tanya yang powerful dimulai dari tingkatan yang paling rendah yaitu “apakah, mungkinkah, maukah” kemudian dilanjutkan ke tingkatan yang lebih dalam seperti “kapan, dimana, siapa” dan yang paling powerful adalah ketika kita bertanya dengan kata “apa, bagaimana, mengapa, what if ”.

Model pertanyaan yang “Dahsyat” menggunakan kata-kata seperti “Anda”, “Penting”, “Dampak”, “Terlewatkan”, “Belum dilakukan”, “Hilang”, dan sebagainya. Bila diikuti dengan kata tanya yang powerful akan menjadi pertanyaan yang “Mematikan”. Ketika seseorang menjawab “saya tidak tahu” maka pertanyaan tepat untuk membalasnya yaitu “apa yang anda ketahui?”.

Menanggapi paparan dari Dr. Paulus Kurnia, para partisipan cenderung langsung menerapkan ilmu yang didapatkan, seperti menanyakan “Bagaimana mengajukan pertanyaan mematikan yang tidak membuat orang takut menjawab?” “Apa yang harus dilakukan ketika narasumber terus berbicara?”. Pada akhirnya, puluhan praktisi radio dari seluruh Indonesia tersebut sadar benar bahwa kemampuan atau seni bertanya yang “dahsyat” dan “mematikan” sangat dibutuhkan untuk membuat sebuah program talkshow yang berkualitas bagi pendengar.(Renna Tasya)


Current track

Title

Artist