Sepanjang Januari – April 2026 Karhutla di Kutai Barat Hanguskan 124 Hektar
Radio Samarinda Heartline FM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Barat (Kubar) mencatat luasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah mencapai 124,765 hektare sepanjang 2026. Sebanyak 11 kejadian karhutla tersebar di Kecamatan Barong Tongkok, Damai, Melak, dan Sekolaq Darat.
Sebagai perbandingan, sepanjang 2025 BPBD Kubar mencatat 51 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 179,95 hektare. Meski jumlah kejadian pada 2026 masih lebih sedikit, luas lahan yang terbakar tahun ini sudah mendekati total luasan kebakaran sepanjang tahun lalu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kubar, Bambang Pramudito, mengatakan karhutla paling besar tahun ini terjadi di Kampung Sempatn, Kecamatan Damai, pada 26 April lalu dengan luas mencapai 113 hektare.
“Medan yang berat dan minim akses jalan menjadi kendala utama penanganan. Sebagian titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas, sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama,” ujar Bambang kepada Korankaltim.com, Minggu (10/5/2026).
Ia menjelaskan, api di lokasi tersebut baru berhasil dipadamkan pada hari kelima setelah upaya petugas di lapangan turut terbantu turunnya hujan serta adanya batas alam berupa rawa yang menghambat penyebaran api.
Menurut Bambang, hasil evaluasi BPBD menunjukkan sebagian besar kasus karhutla di Kubar masih dipicu faktor manusia. Salah satu penyebab yang paling sering ditemukan ialah aktivitas pembukaan lahan tanpa pengendalian yang memadai.
Karena itu, masyarakat diimbau lebih berhati-hati saat membuka lahan, termasuk melakukannya secara bertahap dan tidak melebihi tiga hektare dalam satu waktu.
Warga juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan dengan vegetasi kering seperti ilalang dan pakis yang mudah terbakar.
Bambang menyebut sejumlah kecamatan yang selama ini masuk kategori rawan karhutla antara lain Bongan, Jempang, Penyinggahan, Muara Pahu, Muara Lawa, Mook Manaar Bulant, Damai, Barong Tongkok, hingga Tering.
Untuk menekan risiko kebakaran, BPBD Kubar terus menggencarkan sosialisasi pencegahan karhutla hingga tingkat kampung, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran cukup tinggi.
Bambang menambahkan, berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari BMKG, wilayah Kubar dalam beberapa hari ke depan masih berpotensi diguyur hujan. Kondisi tersebut dinilai dapat menekan potensi karhutla di sejumlah wilayah rawan.
Sementara itu, berdasarkan prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Samarinda, sebagian wilayah Kalimantan Timur masih akan diguyur hujan sepanjang Mei 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, mengatakan secara umum wilayah Kalimantan Timur didominasi curah hujan kategori menengah dengan kisaran 50 hingga 150 milimeter.
Namun, untuk sebagian wilayah Kutai Barat dan Mahakam Ulu, BMKG memprediksi curah hujan kategori tinggi dengan kisaran 150 hingga 200 milimeter sepanjang Mei 2026.
“Untuk sebagian wilayah Mahakam Ulu dan Kutai Barat diprediksi mengalami curah hujan kategori tinggi, berkisar 150 hingga 200 milimeter,” terangnya.
**Dengarkan sekarang di Frekuensi 94.4 FM** atau
🌐 **Streaming langsung di website kami:**
👉 [Klik di sini] https://heartline.co.id/radio-samarinda-heartline-fm/
📱 Ingin selalu terhubung?
Unduh aplikasi **JALUR HATI** di App Store dan Google Play.
Ikuti kami di media sosial:
📸 Instagram: @heartlinesamarinda
Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang:
