13 January 2026

13 Januari: Hari Radio Publik, Saat Dunia Pertama Kali ‘On Air’

Radio Lampung Heartline FM – 13 Januari bukan sekadar tanggal di Kalender, hari ini adalah tonggak sejarah dunia penyiaran. Tepat pada 13 Januari 1910, dunia pertama kali merasakan siaran radio publik ketika opera megah di New York dipancarkan lewat udara. Sejak itu, radio menjadi sahabat setia masyarakat, dari ruang tamu hingga dapur, bahkan sampai ke pelosok desa.

Saat ini kita dapat dengan mudah menemukan informasi dalam format audio dan visual. Namun sebelum kita sampai ke perkembangan teknologi yang semaju ini, orang-orang mendapatkan informasi terkini, musik, hingga berkomunikasi menggunakan radio dalam format audio. Hingga saat ini, sebagian orang mungkin masih mendengarkan radio saat berada di mobil atau mungkin sekadar menyalakan saat bersantai di rumah.

Kita dapat berterima kasih dengan insinyur listrik asal Italia yang bernama Guglielmo Marconi. Ia membuktikan kemungkinan komunikasi radio ketika ia mengirim dan menerima transmisi radio pertamanya pada tahun 1895. Meskipun tidak diketahui asal pastinya, Hari Penyiaran Radio Publik pada 13 Januari merupakan bentuk penghormatan terhadap kelahiran siaran radio.

Guglielmo Marconi dikenal sebagai penemu radio modern. Ia adalah insinyur listrik asal Italia yang mengembangkan sistem telegrafi tanpa kabel pada akhir abad ke-19, dan pada tahun 1909 dianugerahi Hadiah Nobel Fisika atas kontribusinya dalam teknologi komunikasi nirkabel.

Melansir laman National Today, suara pertama yang terdengar melalui radio adalah pada bulan Desember 1906.   Sinyal suara dan musik terdengar di radio pada waktu itu ketika seorang eksperimen asal Kanada, Reginald Fessenden, menghasilkan sekitar satu jam musik dan percakapan untuk siapa pun yang mungkin mendengarkan, dari Massachusetts.

Beberapa tahun berikutnya ditandai dengan eksperimen serupa, tetapi tidak satu pun dari eksperimen tersebut yang dapat mempertahankan layanan berkelanjutan. Kemudian, di Kota New York pada tahun 1910, sebuah opera langsung yang menampilkan beberapa penyanyi opera paling terkenal pada periode itu disiarkan dari Gedung Opera Metropolitan. Ini menjadi siaran radio publik pertama di dunia. Siaran ini berlangsung selama beberapa jam, meskipun tidak banyak didengar oleh orang-orang, dan bahkan tidak berhasil karena kualitas suara yang buruk.

Pada pertengahan abad ke-20, setiap negara memiliki sistem penyiaran yang kebanyakan dikelola dan dioperasikan oleh pemerintah. Sekitar tahun 1945, dengan ditemukannya televisi, radio dan pengaruhnya mengalami transformasi.

Radio tetap menjadi media massa elektronik yang paling banyak tersedia di seluruh dunia, tetapi menghadapi persaingan dari berbagai media lain. Pada abad ke-21, siaran radio menghadapi tekanan persaingan dari layanan satelit digital dan berbasis internet, tetapi tampaknya mampu mempertahankan posisinya dan beradaptasi dengan kebutuhan pendengar yang terus berubah.

Hari Penyiaran Radio Publik pada 13 Januari bukan sekadar nostalgia, tapi pengingat bahwa teknologi sederhana bisa membawa dampak besar. Radio telah menjadi jembatan informasi, hiburan, dan solidaritas sosial. Jadi, kalau tanggal ini tiba, nyalakan radio Anda biarkan suara penyiar mengingatkan bahwa komunikasi sejati tidak selalu butuh layar, kadang cukup dengan suara yang hangat.

 

Bagaimana menurut Anda peringatan ini, apakah masih mendengar radio sampai saat ini?

 

(Yohandi Van Houten)

Ikuti media sosial Radio Heartline FM Tangerang: